Janji Tak Ditepati, Siri’ Na Pacce Terinjak, Rumah Pria di Jeneponto Diamuk Massa

Senin, 7 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto kolase – Rumah calon mempelai pria di Dusun Embo, Desa Turatea, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto, dirusak massa.

Foto kolase – Rumah calon mempelai pria di Dusun Embo, Desa Turatea, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto, dirusak massa.

Zonafaktualnews.com – Di tanah yang menjunjung tinggi harga diri seperti Jeneponto, janji bukan sekadar kesepakatan dua pihak.

Janji adalah sulaman marwah. Bila ia koyak, maka bukan hanya satu keluarga yang merasa tercoreng, tetapi satu kampung yang menanggung malu bersama.

Malam itu, Sabtu 5 April 2025, langit Dusun Embo di Kecamatan Tamalatea tak hanya gelap karena malam. Ia gelap karena amarah. Karena sebuah janji yang tak ditepati—dan kehormatan yang tak dihormati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rumah panggung milik Feri Dg Situju (45) hancur diamuk massa. Dinding kayunya patah, lantainya terangkat, dan gentengnya berserakan. Ia bukan korban kejahatan kriminal, bukan pula bencana alam. Ia korban dari sebuah ikatan yang diingkari.

Sumber segala ini adalah Miko, anak tiri Feri. Ia telah menjanjikan akan membawa uang panai senilai Rp100 juta kepada keluarga gadis pinangannya, Putri, yang tinggal di Jalan Kelara, Kecamatan Binamu. Tapi janji itu, yang seharusnya ditepati malam itu juga, berubah jadi debu.

BACA JUGA :  Disebut Tengah Hamil, Wanita Diduga “Hugel” Wahyudin Dituding Sebar Video

Miko dan keluarganya tak datang. Bahkan kabarnya, mereka telah meninggalkan kampung.

“Ada pergerakan massa dari masyarakat Jalan Kelara yang rencananya menuju Embo, sehubungan perkara siri’. Warga atas nama Miko di Dusun Embo batal datang membawa uang panai,” ujar Kapolsek Tamalatea, Iptu Suardi, Minggu (6/4/2025).

Pukul 21.00 Wita, pihak keluarga Putri sempat berkoordinasi dengan Kepala Desa Turatea, Supandi. Mereka ingin mencari jalan damai. Tapi harapan itu pupus karena Miko tak kunjung ditemukan. Suasana jadi tegang. Rasa malu berubah jadi bara.

“Pihak keluarga perempuan merasa sangat malu karena mengingkari kesepakatan tersebut,” lanjut Iptu Suardi.

BACA JUGA :  AI LISA UGM Jadi “Tahanan” Usai Senggol Jokowi, Netizen: Robot pun Dikriminalisasi Hehe

Dan hanya berselang setengah jam kemudian, pukul 21.30 Wita, massa dari pihak perempuan datang dengan emosi yang tak lagi bisa diredam. Rumah Feri diserbu.

Video dari akun Facebook Citra Erang menjadi saksi kekacauan malam itu. Suara perempuan terdengar menggema, penuh getar dan luka.

“Rumahnya sudah hancur, telepon saja keluargamu, rumahnya sudah hancur!” ujar seorang perempuan dalam video tersebut.

Dalam unggahan lain, Citra menyebut, “Melamar tidak punya uang, nda ada uang panai na. Tidak sanggup, alhasil dimassa,” tulisnya dalam caption unggahan itu.

Malam itu, rumah panggung yang mungkin dibangun perlahan dengan susah payah, luluh lantak dalam beberapa menit. Dan ironisnya, Miko sekeluarga tidak ada di tempat saat semua ini terjadi.

BACA JUGA :  Dituding Rugikan Uang Negara, Hotel MaxOne dan Disdik Makassar Bungkam

Keesokan harinya, Feri Dg Situju mendatangi Mapolsek Tamalatea. Bukan untuk membalas. Tapi untuk melapor. Karena pada akhirnya, hukum negara tetap jadi tumpuan ketika adat tak lagi memberi tempat untuk memaafkan.

“Orang tuanya sementara melapor, sekarang sudah ada di kantor,” kata Kapolsek Suardi, Minggu (6/4/2025).

Namun, semua orang tahu, yang paling sulit dibangun kembali bukanlah rumah itu. Tapi rasa hormat. Siri’ na pacce. Luka yang ditorehkan oleh sebuah janji yang tak ditepati.

Di tanah Bugis-Makassar, tak membawa uang panai tak hanya berarti tak sanggup menikah. Tapi berarti tak mampu menjaga kehormatan.

Dan dalam adat yang dijunjung tinggi, itu sama artinya dengan menampar wajah sendiri di hadapan leluhur.

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

SPMB “Beleng-beleng”, Data Luar Negeri dan Gunung Es Masuk Zonasi SMAN 1 Parepare
Heboh Video “Batang Membara”, Polisi Tangkap Pelaku dan Telusuri Jejak Digital
Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Akui Celah Aplikasi, Disdik-Sekolah Saling Lempar Bola
GOR SMKN 6 Makassar Disewakan, Aset Pendidikan Dituding Jadi “Sapi Perah”
Menakar Kinerja Polrestabes Makassar, Ada Apa di Balik Narasi “Kurang Bukti” Kasus MH?
Isi Chat Sony Sanjaya Terbongkar, Kejagung Kantongi 26 Tokoh di Balik Jatah SPPG
SPMB SMAN 1 Parepare Kacau, Jalur Domisili Diukur Skor, Bukan Jarak Rumah
Bandar Lintas Daerah Diciduk, 421 Gram Sabu Gagal Merusak Maros dan Bone

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:09 WITA

SPMB “Beleng-beleng”, Data Luar Negeri dan Gunung Es Masuk Zonasi SMAN 1 Parepare

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:02 WITA

Heboh Video “Batang Membara”, Polisi Tangkap Pelaku dan Telusuri Jejak Digital

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:42 WITA

Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Akui Celah Aplikasi, Disdik-Sekolah Saling Lempar Bola

Jumat, 12 Juni 2026 - 03:28 WITA

GOR SMKN 6 Makassar Disewakan, Aset Pendidikan Dituding Jadi “Sapi Perah”

Jumat, 12 Juni 2026 - 01:42 WITA

Menakar Kinerja Polrestabes Makassar, Ada Apa di Balik Narasi “Kurang Bukti” Kasus MH?

Berita Terbaru