Israel Serang Gaza Usai Gencatan Senjata Runtuh, Wanita dan Anak-anak Tewas

Kamis, 30 Oktober 2025 - 11:31 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Warga Palestina mencari barang-barang yang masih bisa diselamatkan di antara puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Gaza. (Ist)

Warga Palestina mencari barang-barang yang masih bisa diselamatkan di antara puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Gaza. (Ist)

Zonafaktualnews.com – Gaza kembali dilanda kepanikan. Serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel sejak Selasa malam hingga Rabu (28–29/10/2025) pagi menewaskan sedikitnya 104 warga Palestina, termasuk 46 anak-anak dan belasan perempuan.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyebutkan, serangan yang berlangsung selama hampir 12 jam tanpa henti itu juga menyebabkan 253 orang lainnya luka-luka.

Ledakan mengguncang berbagai wilayah, dari Gaza utara hingga Rafah di selatan, meninggalkan puing-puing bangunan dan jeritan warga yang mencari anggota keluarga mereka.

BACA JUGA :  Serangan Iran ke Israel Jadi Trending Topik, Perang Dunia 3 Dimulai?

Aksi militer terbaru ini menjadi serangan paling mematikan sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober lalu.

Padahal, kesepakatan tersebut sebelumnya diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan tujuan menciptakan jeda kemanusiaan di wilayah konflik.

Gencatan senjata itu kini runtuh. Dalam waktu singkat, Israel menuduh Hamas melanggar perjanjian dengan menyerang pos pasukan di Rafah, lalu membalas dengan menggempur lebih dari 30 titik di seluruh Gaza.

BACA JUGA :  Muak dengan Penindasan di Palestina, Yaman Deklarasikan Perang Lawan Israel

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim bahwa serangan mereka menyasar pusat komando dan infrastruktur militer Hamas.

Akan tetapi, kenyataan di lapangan menunjukkan hal berbeda: korban terbanyak justru perempuan dan anak-anak yang tak bersenjata.

Menanggapi tuduhan Israel, Hamas membantah keras telah melakukan serangan dari wilayah Rafah.

Mereka menegaskan bahwa Rafah merupakan zona merah yang bebas aktivitas militer. Hamas menuding Israel sengaja menggunakan tuduhan palsu sebagai dalih untuk melanjutkan agresinya ke wilayah Gaza.

BACA JUGA :  Anti Palestina, Mendagri Inggris Suella Braverman Dipecat

Sejak awal perang pada 7 Oktober 2023, data otoritas Palestina menunjukkan sedikitnya 68.643 warga Gaza tewas dan 170.655 lainnya terluka akibat operasi militer Israel.

Serangan terbaru ini menambah daftar panjang penderitaan warga sipil yang terus terjebak di tengah konflik tanpa ujung.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Warga Gowa Kelimpungan Cari LPG 3 Kg, Mafia Gas Diduga Mainkan Distribusi?
173 Siswa-Guru Keracunan MBG, Mitra SPPG Tator Salahkan Korban yang Makan
Sengkarut Upah Pekerja, Proyek Rehabilitasi Irigasi di Takalar Disetop Paksa
Polisi Sikat Jaringan Joker Malaysia di Makassar, 9 Kg Sabu dan Ekstasi Disita
Heboh, Kepsek dan Guru SD Pekalongan Terciduk “Adu Kelamin” di Ruang Kelas
Polrestabes Makassar “Ditelanjangi” di Praperadilan, Taufik Beber Borok Penyidikan
Wawan Nur Rewa Desak Polresta Gowa Tangkap Owner Skincare AHA Sebelum Kabur
Nama Nusron Wahid Terseret Kasus Kuota Haji, Diduga Terima US$400 Ribu?

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 02:49 WITA

Warga Gowa Kelimpungan Cari LPG 3 Kg, Mafia Gas Diduga Mainkan Distribusi?

Senin, 7 September 2026 - 01:24 WITA

173 Siswa-Guru Keracunan MBG, Mitra SPPG Tator Salahkan Korban yang Makan

Minggu, 6 September 2026 - 02:52 WITA

Sengkarut Upah Pekerja, Proyek Rehabilitasi Irigasi di Takalar Disetop Paksa

Sabtu, 5 September 2026 - 15:09 WITA

Polisi Sikat Jaringan Joker Malaysia di Makassar, 9 Kg Sabu dan Ekstasi Disita

Sabtu, 5 September 2026 - 01:34 WITA

Heboh, Kepsek dan Guru SD Pekalongan Terciduk “Adu Kelamin” di Ruang Kelas

Berita Terbaru