Israel Serang Gaza Usai Gencatan Senjata Runtuh, Wanita dan Anak-anak Tewas

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Palestina mencari barang-barang yang masih bisa diselamatkan di antara puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Gaza. (Ist)

Warga Palestina mencari barang-barang yang masih bisa diselamatkan di antara puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Gaza. (Ist)

Zonafaktualnews.com – Gaza kembali dilanda kepanikan. Serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel sejak Selasa malam hingga Rabu (28–29/10/2025) pagi menewaskan sedikitnya 104 warga Palestina, termasuk 46 anak-anak dan belasan perempuan.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyebutkan, serangan yang berlangsung selama hampir 12 jam tanpa henti itu juga menyebabkan 253 orang lainnya luka-luka.

Ledakan mengguncang berbagai wilayah, dari Gaza utara hingga Rafah di selatan, meninggalkan puing-puing bangunan dan jeritan warga yang mencari anggota keluarga mereka.

Aksi militer terbaru ini menjadi serangan paling mematikan sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober lalu.

Padahal, kesepakatan tersebut sebelumnya diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan tujuan menciptakan jeda kemanusiaan di wilayah konflik.

Gencatan senjata itu kini runtuh. Dalam waktu singkat, Israel menuduh Hamas melanggar perjanjian dengan menyerang pos pasukan di Rafah, lalu membalas dengan menggempur lebih dari 30 titik di seluruh Gaza.

BACA JUGA :  Indonesia Mengutuk Keras Serangan Israel di Rumah Sakit Gaza

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim bahwa serangan mereka menyasar pusat komando dan infrastruktur militer Hamas.

Akan tetapi, kenyataan di lapangan menunjukkan hal berbeda: korban terbanyak justru perempuan dan anak-anak yang tak bersenjata.

Menanggapi tuduhan Israel, Hamas membantah keras telah melakukan serangan dari wilayah Rafah.

Mereka menegaskan bahwa Rafah merupakan zona merah yang bebas aktivitas militer. Hamas menuding Israel sengaja menggunakan tuduhan palsu sebagai dalih untuk melanjutkan agresinya ke wilayah Gaza.

BACA JUGA :  Israel Putuskan Semua Aliran Listrik, Gaza 24 Jam Gelap Gulita

Sejak awal perang pada 7 Oktober 2023, data otoritas Palestina menunjukkan sedikitnya 68.643 warga Gaza tewas dan 170.655 lainnya terluka akibat operasi militer Israel.

Serangan terbaru ini menambah daftar panjang penderitaan warga sipil yang terus terjebak di tengah konflik tanpa ujung.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Malam Minggu Apes, 13 Remaja “Painung Ballo” di Manggala Dikarungi Polisi
Diduga “Mencaplok” Fasum, Legalitas Al-Badar Hotel Makassar Diminta Diperiksa
Internet Sering “Sekarat”, Pelanggan MyRepublic di Makassar Muak Layanan Lemot
Kasus Sabu di Makassar, Kuasa Hukum BI Nilai Unsur Kesengajaan Tak Terbukti
Gudang Obat Overload, Dugaan Korupsi Pengadaan RSUD Syekh Yusuf Dilaporkan
3 Tahun Tak Tuntas, Kasus Hatta Hamzah di Makassar Tersandera Tarik-Ulur Berkas
Proyek Jalan Seko Pakai Material Ilegal, PT Millenium Persada Kangkangi UU Minerba
Wali Kota Makassar Ditampar Balik Soal Wartawan Abal-abal, Jangan Alihkan Isu KPK

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:07 WITA

Malam Minggu Apes, 13 Remaja “Painung Ballo” di Manggala Dikarungi Polisi

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:38 WITA

Diduga “Mencaplok” Fasum, Legalitas Al-Badar Hotel Makassar Diminta Diperiksa

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:06 WITA

Internet Sering “Sekarat”, Pelanggan MyRepublic di Makassar Muak Layanan Lemot

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:27 WITA

Kasus Sabu di Makassar, Kuasa Hukum BI Nilai Unsur Kesengajaan Tak Terbukti

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:55 WITA

Gudang Obat Overload, Dugaan Korupsi Pengadaan RSUD Syekh Yusuf Dilaporkan

Berita Terbaru