Ibu Muda Suryati Tewas Kelaparan, Mana Itu Bansos Rp 496 Triliun?

Jumat, 19 April 2024 - 01:18 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Ibu Muda Suryati Tewas Kelaparan, Mana Itu Bansos Rp 496 Triliun?

Ibu Muda Suryati Tewas Kelaparan, Mana Itu Bansos Rp 496 Triliun? (Foto Ilustrasi)

Zonafaktualnews.com – Tragedi kelaparan muncul usai lebaran di Desa Sungai jernih Muratara, seorang ibu muda meninggal.

Duka menyelimuti Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan, saat seorang warga setempat, Suryati (35), ditemukan meninggal dunia akibat kelaparan.

Insiden tragis ini menggugah kesadaran akan kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.

Korban Suryati, bersama suaminya, Mahani, hidup sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang minim.

Kondisi ekonomi yang sulit membuat keluarga mereka sering berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sayangnya, upaya mereka tak mampu menghindarkan Suryati dari nasib tragis yang menimpanya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Suryati ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (13/4/2024) sekitar pukul 18.00 WIB, hanya tiga hari setelah perayaan Idul Fitri 2024.

Kematian tersebut menjadi cerminan kelaparan yang menghantui keluarga-keluarga yang hidup dalam kondisi ekonomi yang terpinggirkan.

BACA JUGA :  Gaza Menangis, 67 Anak Tewas Kelaparan, Dunia Masih Diam

Sejumlah tetangga korban menceritakan bahwa Suryati dan keluarganya seringkali berjuang untuk bertahan hidup.

Meskipun demikian, bantuan sosial dan perhatian dari pemerintah setempat terkesan minim, meninggalkan mereka dalam keterpurukan yang semakin dalam.

“Kami dulu dekat dengan rumahnya di Dusun III, kami tetangga yang sering memberinya makanan jika ada sisa,

Sekitar delapan bulan terakhir, dia pindah ke KP IV, dekat dengan suku anak dalam, dan tinggal di pondok milik warga dengan dinding kain,” ujar Aan, salah seorang tetangga pada Senin (15/4/2024).

Suryati ditemukan dalam keadaan kritis oleh mantan kepala desa setempat, Umar Ali.

“Ketika pak Umar Ali pulang dari kebun, dia menemukan Suryati di pinggir jalan, meminta minum. Kemudian dia membawa Suryati pulang, dimandikan oleh warga,

Seorang perawat dari rumah sakit juga datang untuk memberikan pertolongan, tetapi sayangnya Suryati tidak bisa diselamatkan”, terang Aan.

Ketidakhadiran pemerintah desa dalam mengatasi kondisi keluarga suryati disorot oleh sejumlah warga.

BACA JUGA :  Kemensos hanya Salurkan Rp 78 T dari Total Rp 497 T, Risma: Sisanya Gak Tahu

Mereka menilai bahwa pemerintah setempat gagal memberikan perhatian yang memadai terhadap warga yang membutuhkan, terutama dalam hal kesejahteraan dan kebutuhan dasar.

“Ttidak ada kepedulian dari pemerintah desa. anak suryati mengalami gizi buruk, kondisi stunting tidak pernah mendapat perhatian dari desa,” ungkap seorang warga.

Namun, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muratara, Tasman, mengklarifikasi bahwa sebelum meninggal dunia, Suryati telah menerima perhatian medis.

“Petugas kesehatan telah turun dan melakukan pengecekan beberapa hari sebelum kejadian. meskipun terdeteksi bahwa Suryati mengalami kekurangan gizi, pelayanan medis telah diberikan secara langsung di lokasi,” ungkap Tasman.

BACA JUGA :  Tak Ada Perayaan Idul Adha di Gaza Hanya Derita dan Kelaparan

Tragedi kematian Suryati menjadi peringatan bagi pemerintah setempat untuk lebih serius dalam menangani masalah kesejahteraan masyarakatnya, terutama yang hidup dalam kondisi ekonomi yang rentan.

Pemberian bantuan yang tepat sasaran dan perhatian yang lebih besar terhadap kelompok rentan menjadi kunci untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

Fakta ini sangat menyedihkan karena terjadi ketika baru saja menyeruak berita Bansos Rp. 496 Triliun diduga digunakan untuk kampanye paslon tertentu. Dan ketika sedang viral uang PT. Timah Rp. 271 Triliun dipakai oleh koruptor untuk berfoya-foya.

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Pria Beristri Berebut Cinta Janda di Kendal, Duel Berdarah Berakhir Pindah Alam
Siswi SMPN 5 Sungguminasa Dianiaya Kakak Kelas, Sekolah Lepas Tangan?
KKB Serang Pekerja Sembako di Dekai, Warga Makassar Tewas Kena Sangkur
Anak Disekap, Istri Ditikam 27 Kali, Suami di Gowa Bakar Diri Sendiri
Mahasiswa di Makassar Tewas Dibusur Usai Diserang Komplotan Geng Motor
Diduga Bunuh Diri, Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Terlilit Kain Sarung
Tolak Isi Pertalite Pakai Galon, Operator SPBU di Maros Dihajar Pengendara
Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi