Hutan Lindung di Malino Gundul, Puluhan Hektare Diduga Dikuasai Mafia Kayu

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagian area hutan lindung di Malino, Kecamatan Tombolopao, Gowa, tampak gundul dan mengalami kerusakan parah. Pohon-pohon tumbang dan tanah terkelupas memperlihatkan dugaan kuat adanya aktivitas ilegal logging dan perambahan besar-besaran oleh mafia kayu.

Sebagian area hutan lindung di Malino, Kecamatan Tombolopao, Gowa, tampak gundul dan mengalami kerusakan parah. Pohon-pohon tumbang dan tanah terkelupas memperlihatkan dugaan kuat adanya aktivitas ilegal logging dan perambahan besar-besaran oleh mafia kayu.

Zonafaktualnews.com – Puluhan hektare kawasan hutan lindung di Malino, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, diduga telah dikuasai dan digarap oleh jaringan mafia kayu.

Lokasi yang selama ini dikenal sebagai benteng konservasi dan hulu air itu kini berubah menjadi hamparan tanah gersang tanpa satu pun tegakan pinus tersisa.

Informasi mengenai kerusakan masif ini pertama kali diungkap warga setempat yang melihat hilangnya ribuan pohon dalam waktu relatif singkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, kawasan tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan sebelumnya dipenuhi pohon pinus berusia puluhan tahun.

Mendapat laporan tersebut, Kapolres Gowa bersama Wakil Bupati Gowa dan jajaran Dinas Kehutanan Pemprov Sulsel turun langsung melakukan pengecekan lapangan pada Jumat (12/12/2025) sekitar pukul 03.00 Wita. Perjalanan menuju pedalaman Tombolopao memakan waktu hingga lima jam.

BACA JUGA :  Korban Tebasan di Gowa Cacat Seumur Hidup, Keluarga Tuntut Keadilan

Sesampainya di lokasi, rombongan dibuat terperangah oleh bentang hutan lindung yang telah berubah total.

Area yang menjadi sumber air dan penyangga ekosistem Kabupaten Gowa itu kini terlihat nyaris rata tanah. Kekhawatiran pun muncul, kerusakan tersebut berpotensi memicu banjir bandang, longsor, dan dampak ekologis yang bisa menjalar hingga ke Kota Makassar.

Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menyebut apa yang ia lihat merupakan bentuk kejahatan lingkungan yang terang-terangan.

“Kami melihat langsung perambahan hutan dan ilegal logging. Ini jelas kejahatan lingkungan yang merugikan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Proyek SPAM Rp 75 Miliar di Gowa Diduga Sarang Korupsi, Administrasi Amburadul

Darmawangsyah Muin menyesalkan pembukaan lahan besar-besaran tersebut, yang diperkirakan mencapai puluhan hektare.

“Kami sangat sedih melihat kondisi hutan lindung Tombolopao. Ini hulu sungai, dan jika terjadi bencana maka rakyat Gowa yang kena dampaknya,” tegasnya.

Darmawangsyah meminta proses hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.

“Saya meminta Kapolres memproses semua pihak yang terlibat agar ada efek jera,” ujarnya.

Kapolres Gowa, Aldy Sulaiman, menegaskan bahwa polisi telah mengamankan lokasi dan memulai serangkaian penyelidikan.

“Kerusakan seperti ini tidak mungkin terjadi tanpa alat berat. Kami sudah memasang garis polisi dan akan memeriksa saksi-saksi secara intensif,” jelasnya.

BACA JUGA :  Proyek Irigasi di Gowa Mangkrak Jadi Bangkai, Oknum Kades Diduga Bermain?

Aldy juga mengingatkan bahwa kerusakan tersebut dapat memicu bencana jangka panjang seperti longsor dan banjir bandang yang mengancam warga.

Tim gabungan akan melakukan pengukuran resmi luas kawasan rusak bersama KPH Jeneberang.

Perwakilan KPH Jeneberang, Khalid, membenarkan bahwa lokasi tersebut merupakan kawasan hutan lindung.

“Besok kami turunkan tim untuk mengukur total luas yang dirambah. Tindakan ini melanggar UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan,” ujarnya.

Khalid menegaskan komitmen Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan untuk membantu proses hukum dan memperketat pengawasan seluruh pemegang izin perhutanan sosial di Kabupaten Gowa.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Demo Pemekaran Luwu Tengah Ricuh, 7 Orang Luka dan Pagar Kantor Gubernur Rusak
Polisi Amankan 4 Brimob Pelaku Penembakan di Tambang Ilegal Bombana
Dunia di Ambang Kiamat Nuklir, AS dan Rusia Gagal Sepakati Perjanjian New START
Damai Hari Lubis Tepis Isu Permohonan Maaf Datangi Jokowi Bersama Eggi Sudjana
Banjir Rendam Biringkanaya Makassar, Puluhan Warga Terpaksa Mengungsi
Pengawasan Bobrok, Napi “Spanyol” Bebas Pakai HP, Pimpinan Lapas Bollangi Lalai
Kecewa Tak Dibelikan Motor, Anak di Bulukumba Tikam Ayah Kandung hingga Tewas
Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Dicap Pecundang Usai Diam-diam Temui Jokowi

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 01:35 WITA

Demo Pemekaran Luwu Tengah Ricuh, 7 Orang Luka dan Pagar Kantor Gubernur Rusak

Senin, 12 Januari 2026 - 01:22 WITA

Polisi Amankan 4 Brimob Pelaku Penembakan di Tambang Ilegal Bombana

Senin, 12 Januari 2026 - 00:05 WITA

Dunia di Ambang Kiamat Nuklir, AS dan Rusia Gagal Sepakati Perjanjian New START

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:40 WITA

Damai Hari Lubis Tepis Isu Permohonan Maaf Datangi Jokowi Bersama Eggi Sudjana

Minggu, 11 Januari 2026 - 19:39 WITA

Banjir Rendam Biringkanaya Makassar, Puluhan Warga Terpaksa Mengungsi

Berita Terbaru