Awalnya Sakit, Lama-lama Juga Enak

Selasa, 7 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visual dibuat dengan AI

Visual dibuat dengan AI

Sebelum Menggeleng…

Tulisan ini menggunakan pendekatan “Fiksi Berbasis Fakta” yang dibalut dalam realitas urban. Penulis sengaja meminjam metafora liar bukan untuk sekadar memancing sensasi, melainkan untuk menelanjangi pola pikir di mana kenikmatan, baik itu nafsu maupun kekuasaan, kerap membuat pelakunya kehilangan orientasi.

Rubrik “Geleng Kepala” di zonafaktualnews.com ini hadir sebagai cermin retak bagi siapa saja yang masih merasa kebal terhadap moralitas. Penulis menyajikan sebuah otopsi sosial dengan cara yang jujur, tanpa tedeng aling-aling, untuk menunjukkan bagaimana perilaku “di bawah perut” sering kali menjadi indikator utama keruntuhan integritas seseorang di ruang publik.

Kita tidak sedang mendiskusikan cinta; kita sedang membincangkan bagaimana rasa malu telah berhasil dikuliti hingga tak bersisa. Ketika batasan nilai yang dulunya sakral kini bisa ditukar dengan kenyamanan sesaat, di situlah sistem pertahanan martabat manusia benar-benar runtuh dan tak lagi menyisakan harga diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Dg. Tojeng, usia hanyalah angka yang bisa dipoles dengan parfum murah dan kemeja yang dikancingkan lebih rendah untuk memamerkan bulu dada yang mulai memutih.

Sebagai pria yang sudah khatam asam-garam dunia gelap Makassar, urusan “bawah perut” adalah satu-satunya instrumen yang masih sanggup memompa adrenalinnya.

Dg. Tojeng bukan pemain amatir, koleksinya rapi. Ani hanyalah satu dari empat selingkuhan yang ia pelihara.

BACA JUGA :  Terbongkar Skandal Pungli Rutan KPK Buntut Laporan Istri Koruptor Dicabuli

Selebihnya? Ada janda-janda yang kesepian, yang selalu siap menunggu giliran Dg. Tojeng datang untuk melakukan kegiatan “bercocok tanam” di lahan yang bukan hak miliknya.

Ani, seorang oknum ASN yang terikat janji suci di rumah, adalah target yang paling menantang sekaligus paling memuaskan.

Di balik seragam korps yang kaku, Ani menyimpan api yang siap membakar siapa saja yang tahu cara memantik sumbunya.

Pertemuan mereka di sebuah hotel di pinggiran Makassar adalah skenario klasik. Ani yang bosan dengan suaminya, menemukan dalam diri Dg. Tojeng pria yang mampu memuaskan lapar yang selama ini ia tekan di balik tumpukan berkas dinas.

Di balik pintu kamar yang terkunci rapat, Dg. Tojeng selalu merasa sedang dalam performa terbaik. Begitu melihat lekuk tubuh Ani yang menggoda, senjata Dg. Tojeng yang awalnya berukuran “L”, seketika menegang hebat menjadi “XL”.

Nafsu itu langsung konak tanpa kompromi, menuntut untuk segera disalurkan. Tanpa basa-basi, mereka langsung terjun ke dalam ritual yang sudah jadi rutinitas panas tersebut.

Ada suara-suara yang tertahan, gesekan yang tak wajar, hingga kemudian terdengar jeritan yang sengaja disamarkan.

BACA JUGA :  Ngaku Dinas Luar, Eh Ternyata Oknum Dokter Gigi Nginap Bareng dengan Brondong

“Awalnya sakit, Dg… tapi lama-lama juga enak,” bisik Ani dengan napas yang memburu, menyiratkan bahwa batas antara norma dan nafsu sudah lama mereka injak-injak.

Dg. Tojeng hanya tersenyum puas, merasa dunia sedang berada dalam genggamannya. Ia merasa jadi raja dengan empat selingkuhan yang siap melayani kapan pun ia merasa “lapar”.

Mereka berdua terjebak dalam delusi bahwa rahasia ini akan abadi selama pintu kamar tetap terkunci, sementara tiga janda lainnya menunggu giliran di antrean berikutnya.

Namun, setiap perbuatan pasti menyisakan jejak. Dinding hotel memang bisa meredam suara, tapi tidak bisa menyembunyikan kebusukan dari mata orang banyak. Arogansi mereka menjadi bumerang, rasa percaya diri yang berlebihan membuat mereka lalai menutup celah.

Tak butuh waktu lama sebelum kenyataan pahit itu menghancurkan hidup mereka. Jejak digital yang ceroboh, foto-foto yang tidak sengaja terkirim, hingga laporan dari orang terdekat yang mencium bau busuk perselingkuhan itu menyebar ke ruang publik.

Suami Ani akhirnya menyadari ada yang tak beres dengan sang istri yang sering pulang malam, sementara keluarga Dg. Tojeng tidak lagi bisa menampung perilaku sang kepala keluarga yang hobi “bercocok tanam” di ladang orang lain.

Sanksi kedisiplinan yang memecat kehormatan Ani sebagai ASN sekaligus membongkar aib keluarga Dg. Tojeng ke publik menjadi klimaks dari semua ini.

BACA JUGA :  Terungkap Modus Lobi-lobi Oknum BNNP Sulsel

Kini, tidak ada lagi kenyamanan. Ani kehilangan karier yang dibangun bertahun-tahun dan dicerai oleh suaminya. Dg. Tojeng mendapati dirinya terasing, dibuang oleh istri dan anak-anaknya, serta ditinggal oleh para janda yang takut ikut terseret dalam skandalnya.

Pada akhirnya, sensasi “enak” yang mereka kejar hanyalah fatamorgana. Rasa sakit yang dulunya mereka anggap sebagai bumbu “bercocok tanam”, kini menetap menjadi penyesalan yang tidak akan pernah bisa disembuhkan.

Dg. Tojeng yang dulu merasa paling jumawa dengan senjata yang selalu siap tempur, kini hanya bisa meratapi sisa kejayaannya yang layu sebelum waktunya, terkucil, dan habis tak bersisa.

Sebab begitulah hukum bermain api. Awalnya memang sakit, lama-lama memang terasa enak sampai membuat lupa diri, tapi pada akhirnya, kenikmatan itu hanyalah jebakan batman yang siap memutus urat nadi kehormatan di saat sedang asyik-asyiknya konak.

Penulis : Ibhe Ananda
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Disclaimer: Seluruh isi tulisan ini adalah bentuk karya fiksi berbasis fakta yang menggunakan simbol dan metafora kreatif. Nama-nama dalam peristiwa tersebut sengaja diganti demi privasi. Seluruh latar dan peristiwa di dalamnya merupakan bentuk dramaturgi yang tidak ditujukan untuk menyinggung, menyerang, atau mendiskreditkan pihak mana pun secara personal maupun institusional.

Berita Terkait

Harta AHY-Ibas Melonjak Fantastis, KPK Didorong Gandeng PPATK Audit Total
Aaahh Enak Sayang, “Gele-gele’ki!”
JPU Dinilai Serampangan Masukkan Produk Jurnalistik ke Dakwaan Dokter Tifa
Janda Muda Diperkosa Minta Nambah, Eh Si Perampok Malah Minta Ampun
Bupati Gowa “Sikat Balik”, Wartawan dan Kadishub Dilaporkan ke Bareskrim Polri
Sawah Terbengkalai Tak Lagi Berisi, Petani “Broken Home” Tanam Benih ke Anak
Negara Terkesan Abai, DPR RI Desak Evaluasi Total Izin Tambang Bermasalah
Perawan dan Janda Kalah Telak, Istri-Suami Orang Kini Jadi “Mainan Baru”

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 02:59 WITA

Awalnya Sakit, Lama-lama Juga Enak

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:01 WITA

Harta AHY-Ibas Melonjak Fantastis, KPK Didorong Gandeng PPATK Audit Total

Senin, 6 Juli 2026 - 01:25 WITA

Aaahh Enak Sayang, “Gele-gele’ki!”

Senin, 6 Juli 2026 - 00:22 WITA

JPU Dinilai Serampangan Masukkan Produk Jurnalistik ke Dakwaan Dokter Tifa

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:31 WITA

Janda Muda Diperkosa Minta Nambah, Eh Si Perampok Malah Minta Ampun

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Awalnya Sakit, Lama-lama Juga Enak

Selasa, 7 Jul 2026 - 02:59 WITA

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Aaahh Enak Sayang, “Gele-gele’ki!”

Senin, 6 Jul 2026 - 01:25 WITA

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Janda Muda Diperkosa Minta Nambah, Eh Si Perampok Malah Minta Ampun

Minggu, 5 Jul 2026 - 16:31 WITA