Eks Menag Yaqut Ditetapkan Tersangka Skandal Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun

Sabtu, 10 Januari 2026 - 01:40 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Ilustrasi Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas mengenakan rompi oranye di dalam sel tahanan.

Ilustrasi Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas mengenakan rompi oranye di dalam sel tahanan.

Zonafaktualnews.com – Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengaturan kuota haji tahun 2024.

Penetapan tersangka tersebut dikonfirmasi oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (9/1/2026).

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan status hukum mantan menteri tersebut.

“Benar,” ujar Fitroh singkat melalui pesan singkat kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).

Penetapan tersangka ini merupakan hasil dari rangkaian penyidikan panjang terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pembagian kuota haji tambahan.

Sejak awal, penyidik menelusuri kemungkinan keterlibatan pejabat tertinggi di Kementerian Agama dalam perkara tersebut.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, sebelumnya telah memberi isyarat bahwa aliran dana dari praktik jual beli kuota haji tidak berhenti di level bawah.

BACA JUGA :  Gus Yaqut Blunder Sebut Jangan Pilih Pemimpin Mulut Manis, Muka Ganteng

“Kalau di kementerian, ujungnya ya menteri,” kata Asep beberapa waktu lalu.

Penyidik menduga dana yang berasal dari pengaturan kuota haji tambahan itu terkait dengan kesepakatan tidak resmi antara pihak Kementerian Agama dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau biro perjalanan. Hal ini juga dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

“Uang tersebut berkaitan dengan pengelolaan kuota haji tambahan,” ujar Budi.

Untuk menelusuri jejak keuangan perkara ini, KPK juga bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Budi mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memetakan aset hasil kejahatan.

“Kami menggunakan pendekatan follow the money,” kata Budi.

BACA JUGA :  Pemberantasan Korupsi di Era Prabowo Dipertanyakan, Uang Sitaan ke Mana?

Kasus ini berawal dari kebijakan diskresi Menteri Agama terkait pembagian tambahan kuota haji sebanyak 20.000 jemaah pada tahun 2024.

Dalam penyidikan, KPK menemukan indikasi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Kuota tambahan yang seharusnya dialokasikan 92 persen bagi jemaah haji reguler, justru dibagi sama rata 50:50 dengan haji khusus.

Akibatnya, sekitar 8.400 jemaah reguler kehilangan kesempatan berangkat, sementara kuota haji khusus memperoleh porsi lebih besar.

Kerugian negara akibat kebijakan tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp1 triliun. Data itu diperoleh dari hasil penghitungan sementara penyidik dan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Yaqut telah dua kali diperiksa dalam tahap penyidikan.

BACA JUGA :  Proyek Irigasi di Gowa Mangkrak Jadi Bangkai, Oknum Kades Diduga Bermain?

Usai pemeriksaan terakhir pada Selasa (16/12/2025), ia memilih tidak membeberkan materi yang ditanyakan penyidik.

“Saya sudah memberikan keterangan kepada penyidik. Untuk detailnya, silakan ditanyakan langsung ke penyidik,” ujar Yaqut saat itu.

Penetapan tersangka ini juga sekaligus menjawab spekulasi publik mengenai sikap pimpinan KPK.

Sehari sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan seluruh pimpinan satu suara.

“Pimpinan sudah bulat, tinggal menunggu kelengkapan administrasi, termasuk hasil penghitungan kerugian negara dari BPK,” kata Budi.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Bau Busuk ‘Korupsi’ Revitalisasi 2 SD Takalar Menyengat, Kejari Diminta Sikat
Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi
Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?
Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand
LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal
Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda
Sidang Pembunuhan Kodingareng Kuliti Aksi Terdakwa, Saksi Rekam Eksekusi
Mintarsih Ungkap Ancaman Pembunuhan di Balik Perampasan Saham Blue Bird

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 01:44 WITA

Bau Busuk ‘Korupsi’ Revitalisasi 2 SD Takalar Menyengat, Kejari Diminta Sikat

Kamis, 10 September 2026 - 00:08 WITA

Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi

Rabu, 9 September 2026 - 16:37 WITA

Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?

Rabu, 9 September 2026 - 01:57 WITA

Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand

Rabu, 9 September 2026 - 00:37 WITA

LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal

Berita Terbaru