Dukung Wawan Nur Rewa, Ratusan Pengacara Bakal Kepung Polrestabes Makassar

Minggu, 18 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Advokat Wawan Nur Rewa (Kanan, berkacamata)

Advokat Wawan Nur Rewa (Kanan, berkacamata)

Zonafaktualnews.com – Ratusan pengacara dari berbagai organisasi advokat di Sulawesi Selatan menyatakan dukungan penuh kepada Wawan Nur Rewa, advokat yang tengah menghadapi pelaporan secara pribadi oleh seseorang berinisial AB, yang diduga merupakan bagian dari tim legal AAS Building.

Langkah pelaporan terhadap Wawan yang saat itu sedang menjalankan tugas sebagai kuasa hukum sah ahli waris dalam sengketa lahan yang menyeret nama pejabat ternama, AAS, menuai kecaman dari kalangan praktisi hukum. Mereka menilai laporan tersebut sebagai bentuk kriminalisasi terhadap profesi advokat.

Sebagai bentuk sikap kolektif, ratusan advokat siap menggelar aksi damai di depan Mapolrestabes Makassar dan Polda Sulsel, sekaligus memberikan pendampingan hukum langsung kepada Wawan.

Aksi ini bertujuan membela imunitas advokat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

“Saya memposisikan bahwa klien kami ini adalah ahli waris sah, dan AAS sebagai pembeli adalah korban dari ahli waris tidak jelas alias bodong. Tapi alih-alih membuka ruang klarifikasi, mereka justru melapor saya ke polisi secara pribadi. Ini serangan terhadap imunitas profesi saya, sangat merusak marwah advokat, dan jujur saja, ini tindakan panik,” ujar Wawan kepada media, Minggu (18/5/2025).

Wawan menyesalkan tindakan pelaporan yang dilakukan oleh AB, yang menurutnya justru menunjukkan ketidakpahaman terhadap fungsi dan posisi seorang advokat dalam sistem hukum.

BACA JUGA :  Tiga Oknum Polisi Diduga Aniaya Warga Makassar hingga Tewas

Ia juga menilai ada kejanggalan dalam proses hukum yang dilakukan oleh pihak Polrestabes Makassar.

“Kalau saya analisis, pertarungan ini tidak sehat. AB ini sepertinya tidak memahami soal ranah publik dan fungsi imunitas advokat. Saya menduga ia perlu disekolahkan ulang soal dasar-dasar profesi ini. Saya bukan merasa paling paham, tapi masa hal sesederhana ini tidak dimengerti, padahal katanya bagian dari tim legal?” tegasnya.

Lebih lanjut, Wawan menilai laporan yang menimpanya sebagai upaya melemahkan peran advokat melalui jalur kriminalisasi, yang sejatinya dapat diselesaikan dalam ranah hukum perdata. Ia pun mengajak semua pihak untuk menyelesaikan sengketa ini secara profesional dan proporsional.

BACA JUGA :  Polda Sulsel Bekuk 10 Pelaku Perusakan dan Pembakaran Gedung DPRD Makassar

“Ini delik aduan. Siapa sebenarnya yang merasa dirugikan? Jangan sampai laporan ini jadi alat tekanan. Saya sedang menjalankan profesi yang dilindungi undang-undang. Kalau ada perbedaan pendapat, mari kita selesaikan secara perdata, bukan dengan kriminalisasi,” tandasnya.

Sementara itu, puluhan organisasi advokat di Sulsel telah merapatkan barisan, menyusun langkah hukum dan aksi terbuka untuk membela Wawan. Mereka berkomitmen menjaga independensi dan martabat profesi advokat dari segala bentuk intervensi atau tekanan eksternal.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelapor AB maupun pihak AAS belum memberikan tanggapan resmi atau hak jawab atas persoalan tersebut.

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi
Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu
Fasilitas Tahanan Rumah Terdakwa Korupsi Nadiem Makarim Dinilai Cederai Keadilan
Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik
Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5
Kronologi Penemuan Mahasiswi Asal Torut Tewas di Kamar Kos Tidung Makassar
Prahara “Si Paling Artikulasi”, Juri LCC MPR RI Dihujat Usai Begal Nilai Siswa
Warga Tidung Makassar Geger, Mahasiswi Asal Torut Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:35 WITA

Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:28 WITA

Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:32 WITA

Fasilitas Tahanan Rumah Terdakwa Korupsi Nadiem Makarim Dinilai Cederai Keadilan

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:47 WITA

Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:40 WITA

Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5

Berita Terbaru