dr. Oky Sebut Pil Pelangsing FF Diduga Mengandung Zat Terlarang dan Berbahaya

Senin, 18 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kolase : dr Oky Pratama Unboxing Pil Pelangsing Merek FF (Tangkapan Layar Video)

Foto Kolase : dr Oky Pratama Unboxing Pil Pelangsing Merek FF (Tangkapan Layar Video)

Zonafaktualnews.com – dr. Oky Pratama kembali melakukan unboxing, kali ini terhadap produk pil pelangsing bermerek FF.

Dalam video yang diunggah di akun TikTok-nya pada Minggu (17/11/2024), dr Oky membongkar sejumlah kejanggalan terkait produk pelangsing FF tersebut.

“Hai semuanya kembali lagi saya dr. Oky, hari ini saya akan unboxing paketan lagi. Hari ini saya tidak meng-unboxing Skincare tapi adalah pil pelangsing. Pil pelangsingnya namanya Feni Frans (FF),” ujar dr. Oky membuka videonya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video tersebut, dr Oky mengatakan bahwa dirinya membeli dua kemasan produk pelangsing tersebut, satu untuk diuji di laboratorium dan satu lagi sebagai barang bukti.

“Saya beli dua, satu untuk uji lab satunya lagi untuk barang bukti ya, ini kalau tertulisnya pelangsing FF ya tertulisnya, di sini tertulis 100 persen natural produk,” ujarnya.

dr. Oky juga membaca bahan-bahan yang tercantum dalam kemasan produk, yang mengklaim mengandung bahan alami seperti guazuma, guazumae, ulmifolia folium, murraya paniculata, temulawak, jeruk nipis, kunyit dan delima putih, jati belanda.

BACA JUGA :  Suami Fenny Frans, Mira Hayati, dan Agus Salim Jadi Tersangka Kasus Kosmetik Bermerkuri

 “Dia bilang kandungannya natural, ingredientsnya tertulisnya disini  semuanya natural, natural semua ada guazuma, guazumae, ulmifolia folium, murraya paniculata, temulawak, jeruk nipis, kunyit dan delima putih, jati belanda, begitu yah,” katanya.

Selain itu, manfaat yang disebutkan antara lain membantu diet, mendetoks racun, dan melangsingkan tubuh.

“Manfaat membantu program diet, mendetoks racun ditubuh, melangsingkan tubuh, meningkatkan proses pembakaran lemak kalori, melancarkan haid, membantu pembakaran karbohidrat jauh lebih mudah antioksidan,”sambungnya.

“Lalu dilihat isinya, apakah antioksidan atau diduga malah merusak tubuh, kalo untuk nomor BPOM, oh iya sampai saya lupa tidak ada nomor BPOM di sini. Kalau seandainya ini ber-BPOM berbahan alami. Harusnya kalau bahan alami ada tulisan jamu di sini kalau bahan alami tapi tidak ada tulisan jamu, oke,” katanya

“Kalau ini aman apalagi bahan alami harusnya ber-BPOM tapi ini tidak ada BPOM-nya ya, saya sudah cek di sini tidak ada nomor BPOM-nya berarti dari segi administrasi saja sudah salah, oke. Berarti secara administrasi ini sudah dikatakan ilegal atau berbahaya saya bisa katakan langsung saya katakan berbahaya karena tidak ada nomor BPOM,” tambahnya.

dr. Oky kemudian menjelaskan potensi bahaya yang lebih serius, yaitu kemungkinan produk ini mengandung sibutramin, zat yang sudah lama dilarang di Indonesia dan dunia karena dampaknya yang berbahaya bagi kesehatan.

BACA JUGA :  Owner FF Koar-koar Bravo BPOM-Polri, Netizen: “Samaji’ko Dulu Mercurit”

“Tapi yang harus saya pastikan, apakah isi kandungannya diduga adalah sibutramin, sibutramin itu apa dok, sibutramin itu adalah golongan kandungan yang tidak diperbolehkan lagi di dunia ini ya.

 Ini khas sekali juga ya yang dapat memacu untuk denyut jantung dan aliran darah sehingga kalau seandainya tanpa pengawasan ataupun diminum secara bebas itu bisa mengakibatkan serangan jantung gagal ginjal ataupun merusak organ-organ vitalnya kita. Dan korium informasien sibutramin di Indonesia sudah dilarang sejak lama dan itu kategori obat terlarang,” katanya.

Sebagai langkah lanjutan, dr. Oky berkomitmen untuk menguji kandungan produk tersebut di laboratorium guna memastikan ada atau tidaknya zat sibutramin.

BACA JUGA :  dr. Oky Tepis Tuduhan Sekongkol dengan FF : Coba Kerenan Sedikit Sama Beyonce Kek

“Oke saya akan mengecek ini apakah ada kandungan sibutramin atau tidak karena banyak laporan ke saya ketika orang meminum, minuman FF pelangsing ini berakibat efek samping jantung berdebar kuat, orangnya berhalusinasi, orangnya gemetaran, orangnya juga merasa tidak nyaman, orangnya juga merasa haus-haus dan orang-orangnya juga merasakan rasa tidak nyaman di tubuhnya.,” ujarnya.

dr Oky kembali menegaskan bahwa jika terbukti mengandung sibutramin, tindakan ini bisa masuk kategori kriminal.

“Oke saya akan mengecek Feni Frans apakah ada kandungan sibutramin atau tidak kalau seandainya ditemukan lagi ini obat ini ada kandungan sibutramin, maka kamu memang benar-benar sudah banyak sekali melakukan diduga tindakan kriminal terima kasih,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Feni Frans belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan yang disampaikan oleh dr. Oky Pratama.

 

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Heboh, Objek Misterius Mirip UFO Mendarat di Madura, Netizen: “Wah, Ini Bezita”
Demo Narkoba di Lapas Bollangi Chaos, Mahasiswa Dipukuli dan Diseret Bak Binatang
Owner FF Koar-koar Bravo BPOM-Polri, Netizen: “Samaji’ko Dulu Mercurit”
Anak Polisi Ngaku Kebal Hukum, Netizen: Mustahil Dipidana, Ortu Berpangkat
Lahir dengan Kelainan Langka, Bayi Bermata Satu di Kendari Cuma Hidup 5 Jam
Viral Servis Intim Bebas Remas “Novi Chindo” dan Tukang Cilok, Video Diburu Netizen
Prahara “Si Paling Artikulasi”, Juri LCC MPR RI Dihujat Usai Begal Nilai Siswa
Polisi Turun Tangan Selidiki Wanita yang Angkut Motor Pakai Motor di Makassar

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:15 WITA

Heboh, Objek Misterius Mirip UFO Mendarat di Madura, Netizen: “Wah, Ini Bezita”

Senin, 25 Mei 2026 - 17:44 WITA

Demo Narkoba di Lapas Bollangi Chaos, Mahasiswa Dipukuli dan Diseret Bak Binatang

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:44 WITA

Owner FF Koar-koar Bravo BPOM-Polri, Netizen: “Samaji’ko Dulu Mercurit”

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:53 WITA

Anak Polisi Ngaku Kebal Hukum, Netizen: Mustahil Dipidana, Ortu Berpangkat

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:59 WITA

Lahir dengan Kelainan Langka, Bayi Bermata Satu di Kendari Cuma Hidup 5 Jam

Berita Terbaru