Ditampar Kakak Ipar Usai Akad Nikah di Takalar, Pengantin Pria Minta Cerai

Rabu, 1 Juli 2026 - 01:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto yang beredar di media sosial memperlihatkan pengantin pria Firsan (kiri) bersama mempelai perempuan usai prosesi akad nikah di Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Belakangan, Firsan mengaku ditampar kakak iparnya sesaat setelah ijab kabul dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi. (Foto: tangkapan layar/media sosial)

Foto yang beredar di media sosial memperlihatkan pengantin pria Firsan (kiri) bersama mempelai perempuan usai prosesi akad nikah di Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Belakangan, Firsan mengaku ditampar kakak iparnya sesaat setelah ijab kabul dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi. (Foto: tangkapan layar/media sosial)

Ringkasan

Seorang pengantin pria di Takalar, Sulawesi Selatan, mengaku ditampar kakak iparnya sesaat setelah akad nikah selesai. Peristiwa itu diduga dipicu masalah cincin pernikahan yang tidak sesuai kesepakatan.

Setelah kejadian tersebut, pengantin pria melaporkan dugaan penganiayaan ke polisi dan meminta cerai. Polisi masih memeriksa keterangan dari pihak perempuan untuk memastikan penyebab insiden.

Zonafaktualnews.com – Momen yang seharusnya menjadi hari bahagia bagi pasangan pengantin di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, justru berakhir dengan dugaan aksi penganiayaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang pengantin pria bernama Firsan (31) mengaku ditampar oleh kakak iparnya sesaat setelah prosesi akad nikah selesai dilaksanakan.

Tak hanya melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian, Firsan juga memutuskan untuk mengajukan perceraian atas pernikahan yang baru saja berlangsung.

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Galesong Utara pada Minggu (21/6/2026).

BACA JUGA :  Ketahuan Merokok, 2 Siswa SPN Dipukul dan Ditendang Senior di Polda NTT

Berdasarkan keterangan kepolisian, persoalan diduga berawal dari kesepakatan mengenai cincin pernikahan yang tidak terpenuhi seluruhnya oleh mempelai pria.

“Pemicunya diduga persoalan cincin yang dijanjikan dua, tetapi hanya satu yang dipenuhi sehingga pihak perempuan sempat membatalkan pernikahan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Galesong Utara Ipda Asri Anto Salam kepada wartawan, Minggu (28/6/2026).

Akibat persoalan tersebut, prosesi akad nikah sempat berada di ambang pembatalan. Namun, karena undangan telah lebih dahulu disebarkan kepada keluarga dan kerabat, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk tetap melangsungkan pernikahan setelah dilakukan komunikasi dengan keluarga mempelai perempuan.

BACA JUGA :  Data LPSE Beda Jauh, Pelaksana Bedah Rumah di Takalar Diduga Beri Info Menyesatkan

“Karena undangan sudah disebarkan, akhirnya datang perwakilan perempuan ke kakaknya laki-laki, akhirnya dilanjutkan pernikahan,” katanya.

Setelah ijab kabul selesai dan pasangan itu resmi menjadi suami istri, rangkaian prosesi adat Bugis-Makassar kemudian dilanjutkan.

Sebelum pengantin pria sempat mengikuti tahapan adat di kamar pengantin, insiden dugaan penamparan disebut terjadi.

“Akhirnya lanjut ijab kabul sampai sudah sah. Dilanjutkan dengan proses adat Bugis Makassar dibawa masuk ke dalam kamar, tetapi belum duduk sudah ditampar sama kakaknya pengantin perempuan,” beber Asri.

Pasca kejadian tersebut, Firsan dikabarkan memilih mengakhiri rumah tangga yang baru dimulai.

Selain mengajukan perceraian, ia juga meminta sebagian uang mahar yang telah diserahkan dapat dikembalikan.

“Pihak laki-laki meminta uangnya dikembalikan Rp 30 juta, tetapi dari pihak perempuan menyampaikan yang bisa dikembalikan Rp 20 juta karena sisa Rp 10 juta sudah dipakai bayar utang,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Polisi Tangkap 5 Preman Perusuh Diskusi Diaspora, 2 Ditetapkan Tersangka

Sementara itu, polisi yang menangani laporan tersebut menduga kakak mempelai perempuan terbawa emosi karena menganggap adiknya dipermainkan selama proses menjelang akad nikah.

“Informasinya itu kakak iparnya itu emosi karena seperti dipermainkan istrinya,” jelas Asri.

Meski demikian, kepolisian belum menetapkan motif pasti di balik dugaan penganiayaan tersebut.

Penyidik masih akan meminta keterangan dari pihak mempelai perempuan guna memperoleh gambaran utuh mengenai penyebab insiden tersebut.

“Selasa ini saya mau dengar versi perempuan, kenapa masalahnya. Apakah betul karena cincin atau ada persoalan lain,” terangnya.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Heboh, Guru SD di Jeneponto Dijambak dan Dikeroyok Tiga Orang Tua Murid
269 Siswa di Karo Keracunan Massal Usai Santap MBG dari Dapur SPPG Kodim
Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10
Kejari Ekspose Kasus Korupsi Jalan Beton PUPR Parepare 2025
Anak Jahanam di Kuningan Bunuh Ibu Kandung hanya karena Dibangunkan Salat
Rugikan Negara Rp223,6 Miliar, KPK Jebloskan 4 Tersangka Iklan Bank BJB
Asyik Berdua Saat Suami Kerja, Istri di Bone dan Selingkuhan Digerebek Warga
Sultan Brunei Lucuti Gelar Kebangsawanan Istri Pangeran Abdul Malik

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:14 WITA

Heboh, Guru SD di Jeneponto Dijambak dan Dikeroyok Tiga Orang Tua Murid

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:32 WITA

269 Siswa di Karo Keracunan Massal Usai Santap MBG dari Dapur SPPG Kodim

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:12 WITA

Kejari Ekspose Kasus Korupsi Jalan Beton PUPR Parepare 2025

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:41 WITA

Anak Jahanam di Kuningan Bunuh Ibu Kandung hanya karena Dibangunkan Salat

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:31 WITA