Di Tengah Perang Iran-Israel, Kapal Induk Nuklir AS Lintasi Perairan Indonesia

Minggu, 22 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal induk Amerika Serikat USS Nimitz (Ist)

Kapal induk Amerika Serikat USS Nimitz (Ist)

Zonafaktualnews.com – Ketegangan geopolitik dunia memanas seiring perang antara Iran dan Israel yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Di tengah eskalasi itu, kapal induk bertenaga nuklir milik Amerika Serikat, USS Nimitz (CVN-68), terpantau melintasi perairan Indonesia, tepatnya di Selat Malaka, pada 17 Juni 2025.

Kehadiran kapal induk kelas supercarrier tersebut menarik perhatian publik internasional, terutama karena dikaitkan dengan penguatan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapal itu dilaporkan berlayar dari Laut China Selatan menuju Samudera Hindia, diduga dalam perjalanan ke Teluk Persia, titik panas di tengah konflik Iran-Israel yang tengah berkecamuk.

BACA JUGA :  KKP Lumpuhkan 2 Kapal Malaysia yang Lakukan Illegal Fishing

Menanggapi isu ini, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, memastikan bahwa pelayaran kapal induk AS tersebut dilakukan sesuai koridor hukum laut internasional.

“USS Nimitz melintasi Selat Malaka dengan memanfaatkan hak lintas transit sebagaimana diatur dalam UNCLOS 1982. Selama tidak mengganggu keamanan dan kedaulatan wilayah, kapal asing, termasuk kapal perang, diperbolehkan melintas,” jelasnya, Sabtu (21/6/2025).

TNI, menurutnya, tetap waspada dan mengawasi pergerakan kapal-kapal asing yang melintasi jalur pelayaran strategis nasional.

BACA JUGA :  Serangan Rudal Iran Guncang Israel, Warga Lari Kocar-kacir Seperti Kiamat

“Seluruh satuan TNI yang terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi sebagai langkah preventif demi menjaga stabilitas dan kepentingan nasional,” tambah Kristomei.

Sementara itu, laporan dari Sputnik menyebut USS Nimitz tengah dalam misi penguatan postur militer AS di Timur Tengah, menyusul meningkatnya eskalasi antara Iran dan Israel.

Situs pelacak kapal Marine Vessel Traffic mencatat bahwa kapal tersebut sempat berada di perairan antara Malaysia dan Indonesia sebelum sinyal pelacaknya mendadak hilang. Kapal diketahui menonaktifkan transpondernya—indikasi khas misi militer strategis.

BACA JUGA :  Rudal Hipersonik Fattah 2 Menggila! Iran Hantam Israel, 650 Tentara AS Diklaim Tewas

Sinyal terakhir USS Nimitz tercatat pada 17 Juni pukul 09.03 WIB, dengan arah pelayaran 313 derajat dan kecepatan 19 knot.

Meski tidak ada pernyataan resmi dari Pentagon soal tujuan pasti, banyak analis menilai kapal induk ini akan bergabung dengan armada tempur AS di Teluk Persia, untuk mengantisipasi kemungkinan konfrontasi langsung dengan Iran.

Indonesia yang berada di jalur vital pelayaran internasional tetap mempertahankan sikap netral, namun tegas dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah lautnya.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi
Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu
Fasilitas Tahanan Rumah Terdakwa Korupsi Nadiem Makarim Dinilai Cederai Keadilan
Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik
Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5
Kronologi Penemuan Mahasiswi Asal Torut Tewas di Kamar Kos Tidung Makassar
Prahara “Si Paling Artikulasi”, Juri LCC MPR RI Dihujat Usai Begal Nilai Siswa
Warga Tidung Makassar Geger, Mahasiswi Asal Torut Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:35 WITA

Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:28 WITA

Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:32 WITA

Fasilitas Tahanan Rumah Terdakwa Korupsi Nadiem Makarim Dinilai Cederai Keadilan

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:47 WITA

Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:40 WITA

Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5

Berita Terbaru