Buronan Polisi Mantan Kasat Narkoba Kurir Fredy Pratama Ditangkap

Kamis, 14 September 2023 - 01:51 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Foto Kolase, selebgram asal Palembang, Adelia Putri (Kiri), Bos Kakap DPO Fredy Salma (Tengah) dan Eks Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan, AKP Andri Gustami

Foto Kolase, selebgram asal Palembang, Adelia Putri (Kiri), Bos Kakap DPO Fredy Salma (Tengah) dan Eks Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan, AKP Andri Gustami

Zonafaktualnews.com – Buronan polisi, mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan, AKP Andri Gustami ditangkap.

AKP Andri Gustami ditangkap lantaran terlibat jaringan narkoba internasional Fredy Pratama. Juga menjerat selebgram asal Palembang, Adelia Putri Salma dan suaminya David.

Oknum polisi tersebut masuk satu dari 39 tersangka jaringan narkoba yang dikendalikan Fredy Pratama sebagai kurir spesial.

“Benar, dia (AKP Andri Gustami) masuk dalam jaringan (narkoba Fredy Prama) tersebut,” kata Direktur Ditresnarkoba Polda Lampung Kombes Pol Erlin Tangjaya, Rabu (13/9/2023).

Menurut dia, keterkaitan oknum anggota polisi tersebut terkait dengan jaringan narkoba yang dikendalikan Khadafi alias Davis, suami dari tersangka Adelia Putri Salma, selebgram asal Kota Palembang yang ditangkap Ditnarkoba Polda Lampung.

“Dia (Andri) dalam jaringan tersebut berperan sebagai kurir spesial,” kata Kombes Erlin Tangjaya.

BACA JUGA :  Jaringan Narkoba Aset Triliunan Bos Fredy Pratama Terbongkar

Setelah menjabat Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan, AKP Andri Gustami telah dimutasikan lagi ke Yanma Polda Lampung.

Mengenai keterlibatan oknum polisi yang pernah menangani kasus narkoba tersebut dalam jaringan narkoba yang dikendalikan tersangka Fredy Pratama dan David, Erlin belum bisa memaparkan.

“Nanti kami informasikan lagi,” katanya.

AKP Andri Gustami, lulusan Akpol angkatan 2012. Dia pernah menjabat kanit Resmob Polres Lampung Utara. Pada 2019, menjabat kasat Narkoba di Polres Lampung Utara.

Pada 2023, menjabat kasat Reskrim Polres Metro, yang sebelumnya kasat Reskrim Polres Tulangbawang Barat.

Terakhir, kasat Narkoba Polres Lampung Selatan, dan dimutasi ke Yanma Polda Lampung.

DPO Fredy Pratama terkait dengan  peredaran narkoba jenis sabu dan ekstasi dalam jaringan internasional.

Fredy masuk dalam jaringan narkoba kelas kakap yang 400-an laporannya masuk ke kepolisian sejak tahun 2020.

BACA JUGA :  Tampang Nasrul Nasir Suami Nur Utami yang Jadi Buruan Polisi

Bareskrim Polri hingga kini masih terus memburu otak peredaran narkoba yang beroperasi di Indonesia, Thailand, dan Malaysia bernama Fredy Pratama.

Diduga yang bersangkutan telah menjalani operasi plastik terhadap wajahnya untuk menghindari kejaran aparat penegak hukum.

“Ada kemungkinan dia mengubah wajah muka ya. Ya mau operasi plastik kita nggak tahu, dia mengubah identitas diri,” ujar Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa saat dijumpai usai konferensi pers di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Selasa (12/9/2023).

Namun demikian, Brigjen Mukti Juharsa memastikan bahwa Fredy adalah orang Kalimantan Selatan. Sejak 2014 silam yang bersangkutan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Meski masih buron, Mukti mengeklaim telah membredeli seluruh jaringan miliknya. Bahkan, pihaknya telah menangkap pasukannya yang menjaga wilayah penyebaran sabu dan ekstasi di barat dan timur.

BACA JUGA :  Ramai Komentar Netizen Soal Skincare Nur Utami Berkedok Pencucian Uang

“Semua asetnya di Kalsel, Jawa Timur, di Jogjakarta, di Kalteng, semua kita sita semua. Di Kalsel semua habis (aset) dan Bali,” tutur Mukti.

Mukti melanjutkan, Fredy tidak hanya pemalsu identitas, penampung keuangan, dan pengendali keuangan. Total barang bukti yang disita dari jaringan yang terafiliasi dengan kelompok Fredy Pratama sebanyak 10,2 ton sabu.

Nilai barang bukti narkoba dan aset TPPU nilainya cukup fantastis yaitu sekitar Rp 10,5 triliun selama 2020-2023. Sehingga dengan demikian, kata Mukti, pihak kepolisian tinggal menangkap Freddy.

“Jadi lengkap ini, tinggal tangkap dedengkotnya saja, Freddy Pratama,” tegas Brigjen Mukti Juharsa.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Polisi Sikat Jaringan Joker Malaysia di Makassar, 9 Kg Sabu dan Ekstasi Disita
Polrestabes Makassar “Ditelanjangi” di Praperadilan, Taufik Beber Borok Penyidikan
Passobis Modus Loker Palsu di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Dicokok
Tersangka Kasus Tanah di Gowa Hatta Hamzah Ngeles, Ngaku Tak Terima Uang
Pemburu Payudara di Bulukumba Dicokok Usai Remas Mahasiswi di Jalan
Ilyas Sitaba Divonis Bebas, Advokat Wawan Nur Rewa Kuliti Dakwaan JPU
Polda Sulsel Kejar Akun Eks Passobis yang Ngaku Setor Upeti ke Oknum Polisi
Upaya Damai Buntu, Kasus Rental Motor Irwansyah Berlanjut Disidik Polisi

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:09 WITA

Polisi Sikat Jaringan Joker Malaysia di Makassar, 9 Kg Sabu dan Ekstasi Disita

Jumat, 4 September 2026 - 04:00 WITA

Polrestabes Makassar “Ditelanjangi” di Praperadilan, Taufik Beber Borok Penyidikan

Rabu, 2 September 2026 - 09:15 WITA

Passobis Modus Loker Palsu di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Dicokok

Selasa, 1 September 2026 - 14:22 WITA

Tersangka Kasus Tanah di Gowa Hatta Hamzah Ngeles, Ngaku Tak Terima Uang

Selasa, 1 September 2026 - 01:57 WITA

Pemburu Payudara di Bulukumba Dicokok Usai Remas Mahasiswi di Jalan

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda

Selasa, 8 Sep 2026 - 13:34 WITA