Bak Minum Obat, Kasat Lantas dan Kanit Regident Gowa Didemo 3 Kali dalam Seminggu

Rabu, 12 Maret 2025 - 21:37 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Bak Minum Obat, Kasat Lantas dan Kanit Regident Gowa Didemo 3 Kali dalam Seminggu

Aksi Demonstrasi terkait isu pungli dalam pembuatan SIM di Polres Gowa

Zonafaktualnews.com – Kasat Lantas dan Kanit Regident Polres Gowa seakan menelan pil pahit yang datang bertubi-tubi, bak minum obat yang tak ada habisnya.

Dalam kurun waktu satu minggu, mereka harus menghadapi demonstrasi tiga kali berturut-turut oleh puluhan massa dan mahasiswa dengan isu pungutan liar (pungli) dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Aksi protes pertama dimulai dari Forum Kajian dan Gerakan Advokasi Kerakyatan (FK GARDA), yang menuntut pencopotan Kasat Lantas dan Kanit Regident.

FK GARDA menuding kedua pejabat tersebut terlibat dalam pungli dalam proses pembuatan SIM.

Tak lama setelahnya, Forum Kajian Mahasiswa Lintas Makassar (FORKAM LIMA) turut turun ke jalan dengan tuntutan yang sama, seolah tanpa henti datangnya gelombang protes yang menghantam Polres Gowa.

BACA JUGA :  Rutan Kelas II B Balikpapan Diteror dan Diancam Akun Anonim

Puncaknya, pada hari berikutnya, Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesia (GERAK MISI) kembali melancarkan orasi di depan kantor Polres Gowa, menambah panjang daftar demonstrasi yang menuntut pengusutan kasus pungli dalam pembuatan SIM yang melibatkan Kasat Lantas dan Kanit Regident.

Fahim, Jenderal Lapangan dari FK GARDA, dalam orasinya menegaskan bahwa tindakan pungli yang dilakukan oleh kedua pejabat tersebut telah mencederai citra Polri, khususnya Polres Gowa.

BACA JUGA :  Oknum 'Perampok' di KM Labobar Merajalela, Pelni Tak Berkutik?

“Kasat Lantas dan Kanit Regident telah mencederai institusi Polri karena melakukan pungli dalam pembuatan SIM, yang semakin menyusahkan masyarakat,” ujar Fahim dengan lantang dalam orasinya pada Selasa (11/3/2025).

Tak hanya Fahim, Ishak Mubarak, perwakilan dari GERAK MISI, juga turut menyuarakan keluh kesah masyarakat terkait biaya pembuatan SIM yang dinilai sangat tidak wajar, bahkan melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 1993.

“Biaya yang dikenakan dalam pembuatan SIM sangat tinggi dan diduga digunakan untuk memperkaya Kasat Lantas serta Kanit Regident. Ini adalah tindakan yang sangat tidak manusiawi,” kata Mubarak menambahkan.

BACA JUGA :  Kepala UPT SMAN 11 Makassar Terendus Pungli, Kadisdik Sulsel Bereaksi

Di akhir orasi, Mubarak mengingatkan Kapolres Gowa untuk segera mengambil langkah tegas dan menyelesaikan kasus pungli ini.

“Jika tidak ada perubahan, kami akan melanjutkan aksi ini ke Ditlantas Polda Sulawesi Selatan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang merasa tercekik oleh kebijakan ini,” tegasnya, menambah semangat perjuangan yang tak akan padam.

 

 

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Misteri Inisial L Terkuak, Eks Kapolri Terseret Penyadapan Prabowo Jadi Tersangka
Gempar, 6 Jenderal Polisi Ditangkap Terkait Sadap Prabowo, Siapa Inisial L?
Pengamat Politik Minta Jokowi Jangan “Ngehalu” PSI Bisa Jadi Partai Besar
Ngotot Tantang UAS-UAH, Herri Pras Ditendang Petarung MMA Tanpa Melawan
Ditinggal Istri Jual Ikan, Ayah Tiri Penyabu di Mamuju Hamili Gadis 13 Tahun
Kanit dan Penyidik “Dibuang” ke Polsek Usai Tangkap Politisi Gerindra Nyabu
Sentil Bahaya IPO Paksaan, Mintarsih Dukung Polri Sikat Penggoreng Saham
Motor Emak Diembat Buat Biayai Pacar, Wanita Bucin di Bone Dicokok Polisi