Aktivis Diserang Air Keras, PERMAHI Curiga Ada Dalang di Balik Oknum BAIS TNI

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPN PERMAHI, Azhar Sidiq S

Ketua Umum DPN PERMAHI, Azhar Sidiq S

Zonafaktualnews.com – Kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis KontraS kian memantik perhatian publik.

Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) menilai, perkara ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan dugaan aksi terstruktur yang menuntut pengungkapan hingga ke akar, termasuk siapa aktor intelektual di baliknya.

Serangan brutal tersebut terjadi pada 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Salemba, Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban disiram cairan keras oleh pelaku tak dikenal saat mengendarai sepeda motor, usai mengikuti diskusi publik yang mengangkat isu strategis, termasuk kritik terhadap kebijakan pertahanan negara.

PERMAHI mengutuk keras tindakan itu sebagai bentuk nyata represivitas terhadap masyarakat sipil.

BACA JUGA :  PERMAHI Apresiasi Langkah Tegas Polres Aceh Timur Jaga Keamanan Selama Ramadan

Organisasi mahasiswa hukum tersebut menilai, pola serangan yang terjadi mengindikasikan adanya perencanaan matang, bukan sekadar aksi spontan.

Ketua Umum DPN PERMAHI, Azhar Sidiq S, menegaskan bahwa transparansi dalam proses hukum menjadi kunci utama untuk membongkar keseluruhan fakta.

“Publik tidak hanya menunggu siapa pelaku lapangan, tetapi juga siapa dalang di balik peristiwa ini. Tanpa keterbukaan, kepercayaan terhadap institusi negara akan terus tergerus,” ujar Azhar dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).

Senada, Sekretaris Jenderal DPN PERMAHI, Muhammad Afghan Ababil, mendesak Komisi I DPR RI agar turun tangan melakukan pengawasan ketat. Ia menilai, kasus ini memiliki dimensi serius karena melibatkan oknum aparat dari BAIS TNI.

BACA JUGA :  Berantas Mafia Skincare, Solar, dan Rokok Ilegal, PTKP Badko HMI Sulselbar Aksi di Jalan

“Proses hukum tidak boleh berhenti pada pelaku eksekutor. Harus dibuka terang siapa aktor intelektualnya, apa motifnya, dan apakah ada kaitan dengan aktivitas korban yang vokal mengkritisi kebijakan negara,” tegas Afghan.

PERMAHI juga menyoroti potensi “chilling effect” terhadap kebebasan sipil. Serangan terhadap aktivis dinilai dapat menciptakan ketakutan kolektif bagi masyarakat yang ingin menyampaikan kritik, sehingga mengancam ruang demokrasi.

Meski mengapresiasi langkah awal penindakan terhadap empat anggota Tentara Nasional Indonesia yang telah ditetapkan sebagai tersangka, PERMAHI mengingatkan bahwa proses internal tidak boleh menjadi tameng yang menutup akuntabilitas publik.

“Pengusutan harus independen, terbuka, dan dapat diuji publik. Jika tidak, potensi konflik kepentingan akan selalu membayangi,” tambah Azhar.

BACA JUGA :  PERMAHI Kawal Kasus ART Bengkulu, Nilai Cacat Bukti dan Dorong RDPU DPR

Lebih jauh, PERMAHI mendesak evaluasi menyeluruh terhadap tubuh TNI, baik dari aspek struktural maupun kultural. Reformasi internal dinilai mendesak untuk memastikan institusi militer tetap berada dalam koridor supremasi hukum dan prinsip demokrasi.

Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, PERMAHI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

PERMAHI memastikan, tekanan publik tidak akan surut sampai keadilan ditegakkan, bukan hanya bagi korban, tetapi juga demi menjaga marwah hukum dan demokrasi di Indonesia.

 

(RL/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi
Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu
Fasilitas Tahanan Rumah Terdakwa Korupsi Nadiem Makarim Dinilai Cederai Keadilan
Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik
Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5
Kronologi Penemuan Mahasiswi Asal Torut Tewas di Kamar Kos Tidung Makassar
Prahara “Si Paling Artikulasi”, Juri LCC MPR RI Dihujat Usai Begal Nilai Siswa
Warga Tidung Makassar Geger, Mahasiswi Asal Torut Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:35 WITA

Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:28 WITA

Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:32 WITA

Fasilitas Tahanan Rumah Terdakwa Korupsi Nadiem Makarim Dinilai Cederai Keadilan

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:47 WITA

Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:40 WITA

Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5

Berita Terbaru