Permahi Kritik Pemerintah Pusat Lalai Tangani Krisis Ekologi Pascabanjir Aceh

Rabu, 24 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi), Rifqi Maulana

Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi), Rifqi Maulana

Zonafaktualnews.com – Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi), Rifqi Maulana, menilai negara belum hadir secara utuh dalam menangani dampak banjir besar yang melanda sejumlah wilayah Aceh.

Rifqi meminta pemerintah pusat tidak bersikap setengah hati dalam pemulihan pascabencana, terutama bagi masyarakat yang terdampak langsung.

“Negara harus hadir di saat kritis. Pemerintah pusat jangan hanya bisa berbisnis dengan rakyat Aceh dan mengeruk hasil alamnya,” kata Rifqi dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Rifqi, banjir yang melanda Aceh bukan sekadar bencana alam biasa, melainkan berkaitan erat dengan krisis ekologi akibat eksploitasi sumber daya alam yang masif.

BACA JUGA :  Korban Tewas Banjir dan Longsor di Sumatera Terus Bertambah Jadi 659 Orang

Permahi menyinggung praktik pembalakan liar serta pemberian izin perkebunan sawit yang dinilai tidak terkendali.

“Ini tanah kami, tanah nenek moyang kami. Kerusakan yang terjadi hari ini bukan tanpa sebab. Ada tangan-tangan kotor yang merusak lingkungan,” ujarnya.

Rifqi menekankan perlunya pemulihan total bagi warga terdampak, mulai dari perbaikan rumah yang rusak parah hingga pembangunan kembali infrastruktur publik.

Ia menyebut penanganan yang parsial justru memperpanjang penderitaan masyarakat.

“Ini bukan sekadar bencana. Yang dibutuhkan adalah pemulihan total rumah warga, infrastruktur, dan lingkungan hidup,” kata dia.

BACA JUGA :  PERMAHI Tegaskan Yurisdiksi Militer sebagai Lex Specialis dalam Sistem Hukum

Rifqi juga mengkritik kebijakan pemerintah yang menolak sejumlah bantuan internasional untuk Aceh.

Menurut Rifqi, dalam situasi darurat, seharusnya negara membuka ruang bantuan seluas-luasnya demi kepentingan rakyat.

“Bantuan internasional ditolak, bantuan yang masuk malah dipajaki. Jangan buat rakyat Aceh seperti ini. Pemerintah seharusnya melindungi dan membantu rakyatnya,” ujarnya.

Hingga hampir satu bulan pascabanjir, Rifqi menyebut masih banyak persoalan yang belum tertangani.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, misalnya, gelondongan kayu masih ditemukan menumpuk di sekitar kawasan Pesantren Darul Mukhlisin.

BACA JUGA :  FORBINA Soroti Aroma Politis di Rotasi BPMA, Menteri ESDM Diminta Selidiki

Kondisi ini, menurut dia, menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan terhadap kerusakan lingkungan.

“Ini krisis ekologi akibat illegal logging dan eksploitasi yang rakus. Suara rakyat harus didengar. Pemerintah tidak boleh menutup mata,” kata Rifqi.

Permahi, kata dia, akan terus mendorong pengawalan hukum dan advokasi lingkungan agar penanganan bencana di Aceh tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi menyentuh akar persoalan kerusakan alam dan kebijakan yang merugikan masyarakat.

 

(RL/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Gaet 24 Kreator, Hasil Payah! Diskominfo Sulsel Disindir Netizen “Palabusi Doe”
Status Ijazah Jokowi Belum Diputus, Hakim Tak Pernah Nyatakan Keaslian
Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
Samin Tan dan Purnomo Pernah Masuk Forbes, Mintarsih Ungkap Fakta Baru
Menu MBG di SMKN 2 Bone Ditemukan Ulat, Siswa Mengeluh Sakit Perut
Kecewa, Budiman S Sebut PT Makassar “Bukan Lagi Wakil Tuhan, Tapi Wakil Iblis”
Efisiensi Anggaran Dipertanyakan, Motor MBG Diduga Di-markup Fantastis
Trump Cabut Postingan Mirip Yesus, Klaim Hanya Dokter Sedang Menyembuhkan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 11:28 WITA

Gaet 24 Kreator, Hasil Payah! Diskominfo Sulsel Disindir Netizen “Palabusi Doe”

Jumat, 17 April 2026 - 02:23 WITA

Status Ijazah Jokowi Belum Diputus, Hakim Tak Pernah Nyatakan Keaslian

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Kamis, 16 April 2026 - 23:45 WITA

Samin Tan dan Purnomo Pernah Masuk Forbes, Mintarsih Ungkap Fakta Baru

Kamis, 16 April 2026 - 09:28 WITA

Menu MBG di SMKN 2 Bone Ditemukan Ulat, Siswa Mengeluh Sakit Perut

Berita Terbaru