Akses Rumah Lansia di Gowa Tersandera Konflik Warisan, Pemdes Hanya Berwacana

Rabu, 9 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga Supardi saat memberikan keterangan terkait sengketa akses jalan di hadapan Pemerintah Desa Ramanglasa, Gowa.

Keluarga Supardi saat memberikan keterangan terkait sengketa akses jalan di hadapan Pemerintah Desa Ramanglasa, Gowa.

ZonaFaktualNews.com – Seolah hidup di dalam penjara tanpa jeruji, seorang wanita lanjut usia (lansia) di Dusun Bontosallang, Desa Ramanglasa, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), harus menjalani hari-harinya dengan cara menyelinap di balik rumpun bambu hanya untuk keluar rumah.

Bersama empat orang anaknya, lansia tersebut terkurung di rumah sendiri—bukan oleh hukum, melainkan oleh darah dagingnya sendiri.

Akses menuju rumah mereka bukan lagi jalan, tapi menjadi tumpukan potongan bambu bekas dan sampah rumah tangga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sudah lebih dari dua bulan kondisi ini berlangsung. Bukan karena bencana alam, melainkan karena konflik warisan yang membusuk dalam diam dan berubah menjadi tindak balas dendam sosial.

“Sudah dua bulan lebih kami hidup begini. Setiap kali mau keluar rumah, saya harus menyelinap dibalik rumpun bambu. Sangat tidak manusiawi,” ujar Pandi, salah satu anak lansia tersebut, dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di kediamannya.

BACA JUGA :  8 Pelaku Pengeroyokan Mansur Dg Seha Dibekuk, 5 Buron

Tanah tempat mereka berpijak adalah tanah warisan keluarga—surga kecil yang kini berubah menjadi tempat pengasingan.

Nama seorang kerabat, Sattu Dg Sewang, disebut sebagai dalang di balik pemblokiran akses tersebut, dibantu lima saudaranya yang mengklaim tanah itu sebagai milik mereka sepenuhnya.

Menurut penuturan warga, sengketa ini sudah seperti luka lama yang terus digaruk. Namun yang jadi korban bukan pihak yang bertikai, melainkan sosok lemah yang seharusnya dilindungi: seorang nenek dan anak-anaknya yang hidup seadanya.

“Sudah beberapa hari jalan ke rumahnya ditutup. Kasihan, dia sampai tidak bisa lewat karena jalan dipenuhi bambu dan sampah,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (8/7/2025).

Isu ini sempat menguap di media sosial, mengundang gelombang simpati publik. Namun di dunia nyata, nasib lansia tersebut masih menggantung.

BACA JUGA :  Siap-siap! Livin by Mandiri Galesong Trail Run 2025 Akan Hadirkan Lintasan Ekstrem

Pemerintah Desa Ramanglasa, yang seharusnya jadi jembatan keadilan, justru tersandera oleh kebiasaan lama: berwacana tanpa langkah nyata.

Pjs. Kepala Desa Ramanglasa, Murhadi, mengakui telah menerima laporan warga dan langsung turun ke lokasi. Namun sejauh ini, yang dilakukan baru sebatas pengumpulan data dan rencana mediasi.

“Kami sudah terima laporan, dan saat ini sedang berupaya melakukan mediasi antar warga yang berselisih agar permasalahan ini segera selesai,” kata Murhadi.

Sayangnya, mediasi yang dijanjikan itu masih tersangkut pada prosedur administratif. Murhadi menyebut pihak desa masih harus menyempurnakan informasi dari konflik-konflik sebelumnya yang tercatat sejak 2021, 2023, dan 2025.

“Masing-masing pihak ini bertindak atas kemauan sendiri dan belum mengindahkan imbauan lisan dari pemerintah desa. Insya Allah kita berupaya cari solusi terbaik untuk semua pihak,” tambahnya.

BACA JUGA :  Menguak Modus Tipu-tipu Bisnis Rokok Ilegal, HRJ Gold Manipulasi Pita Cukai

Ia juga menyebut rencana untuk membuka pagar dan penghalang di area konflik, tapi lagi-lagi, itu masih dalam tahap “Insya Allah”—ungkapan yang di telinga korban terdengar seperti janji tanpa tenggat.

“Insya Allah kita upayakan untuk buka semua pagar itu di semua lokasi supaya tidak ada saling iri. Sambil kita carikan solusi sesuai ketentuan dan aturan yang ada,” pungkasnya.

Warga berharap, masalah ini tidak berakhir seperti cerita klasik di kampung-kampung—di mana orang kecil terus menunggu, dan pemerintah sibuk mencatat.

Sementara seorang ibu tua tetap harus menyelinap di antara semak dan bambu, sekadar merasakan dunia di luar pagar dendam keluarganya.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Menikmati Desahan Istri Tetangga
Arena Judi Sabung Ayam di Maros Disikat Polisi, Oknum Satpol PP Ikut Diangkut
Balas Gempuran AS, Iran Serang Markas Jet Tempur F-18 di Pangkalan Yordania
Sodok Terus Sampai Puas
Berkedok Jual Beli Mobil Bekas, Pria di Lutra Dilaporkan Kasus Penipuan Rp20 Juta
Tolak Interogasi Liar, Bupati Gowa “Skakmat” Pansus dengan Walk Out dari Sidang
Istri Dasteran Bolong, Suami Kolor Kendor, Giliran Live Kece
Jokowi Diduga Resah, Analis Intelijen Endus Ada Skenario Jatuhkan Febrie

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:36 WITA

Menikmati Desahan Istri Tetangga

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:51 WITA

Arena Judi Sabung Ayam di Maros Disikat Polisi, Oknum Satpol PP Ikut Diangkut

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:49 WITA

Balas Gempuran AS, Iran Serang Markas Jet Tempur F-18 di Pangkalan Yordania

Rabu, 15 Juli 2026 - 01:40 WITA

Sodok Terus Sampai Puas

Rabu, 15 Juli 2026 - 01:13 WITA

Berkedok Jual Beli Mobil Bekas, Pria di Lutra Dilaporkan Kasus Penipuan Rp20 Juta

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Menikmati Desahan Istri Tetangga

Rabu, 15 Jul 2026 - 14:36 WITA

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Sodok Terus Sampai Puas

Rabu, 15 Jul 2026 - 01:40 WITA