6 Santriwati di Bawah Umur Dicabuli, Dai Kondang Disebut Tawarkan Uang Damai

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pencabulan

Ilustrasi pencabulan

Zonafaktualnews.com – Seorang dai yang cukup dikenal di wilayah Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, terseret dugaan pelecehan seksual terhadap enam santriwati.

Dua korban bersama keluarganya telah resmi melaporkan perkara tersebut ke Polres Sukabumi untuk diproses secara hukum.

Kuasa hukum keluarga korban, Rangga Suria Danuningrat dari LBH Pro Ummat, menjelaskan bahwa dugaan perbuatan itu terjadi dalam kurun waktu panjang, yakni sejak 2021 hingga 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rata-rata usia korban saat kejadian antara 14 sampai 15 tahun. Yang ikut melapor ada yang masih 15 tahun dan ada yang akan memasuki usia 16 tahun,” ujar Rangga, Jumat (27/2/2026).

BACA JUGA :  Polisi Tangkap Pemilik Yayasan Rumah Tahfiz Gowa yang Cabuli 3 Santri

Kasus ini mulai terkuak setelah salah satu orang tua korban mencurigai perubahan sikap anaknya yang sering melamun dan menangis tanpa sebab jelas. Kecurigaan tersebut mendorong sang ibu memeriksa telepon genggam putrinya.

“Setelah dicek, isi percakapannya cukup mengejutkan. Ada curhatan korban kepada teman-temannya terkait perlakuan tidak senonoh yang diduga dilakukan pelaku,” ungkap Eey, perwakilan orang tua korban sekaligus tokoh perempuan di Cicantayan.

Dari percakapan itu terungkap bahwa korban bukan hanya satu orang. Sedikitnya enam santriwati disebut pernah mengalami perlakuan serupa. Para korban diketahui berstatus santri kalong, namun dalam beberapa kesempatan diminta datang dan menginap.

BACA JUGA :  Terendus Kabar, 2 Ustaz Senior TPA Babussalam Borong Dilaporkan Oknum Guru Ngaji

“Mereka memang santri kalong, tapi kadang diminta menginap karena dipanggil oleh guru dan istrinya,” jelas Eey.

Dua korban bahkan mengaku pernah diajak ke hotel di wilayah Kecamatan Kadudampit. Menurut pengakuan yang diterima keluarga, dugaan tindakan asusila itu terjadi lebih dari satu kali.

“Pengakuannya sampai tiga kali. Ada tindakan memegang dan membuka pakaian,” kata Eey.

Pihak keluarga juga menyebut dugaan pelecehan sebenarnya telah mulai terendus sejak 2023. Namun saat itu, perkara tidak berlanjut karena diduga ada upaya penyelesaian di luar jalur hukum.

“Waktu itu keluarga diminta menandatangani berkas. Bahkan disebut ada utusan yang menawarkan uang kepada keluarga korban,” ujarnya.

BACA JUGA :  Lama Tak Disentuh "Burung", Janda Satu Anak Perkosa Brondong

Dari enam korban yang teridentifikasi, dua memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Sementara empat lainnya bersikukuh menempuh jalur hukum agar ada pertanggungjawaban yang jelas.

“Yang empat ingin proses hukum berjalan. Mereka tidak ingin kejadian seperti ini terulang,” tegas Eey.

Hingga kini, laporan yang masuk ke Polres Sukabumi masih dalam tahap penanganan awal.

Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum bekerja secara profesional dan transparan, serta memberikan perlindungan kepada para korban yang masih di bawah umur

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Kejagung Seret Tersangka Baru, Bos Vendor Motor Listrik MBG Tersandung Korupsi
SPMB “Beleng-beleng”, Data Luar Negeri dan Gunung Es Masuk Zonasi SMAN 1 Parepare
Heboh Video “Batang Membara”, Polisi Tangkap Pelaku dan Telusuri Jejak Digital
Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Akui Celah Aplikasi, Disdik-Sekolah Saling Lempar Bola
GOR SMKN 6 Makassar Disewakan, Aset Pendidikan Dituding Jadi “Sapi Perah”
Menakar Kinerja Polrestabes Makassar, Ada Apa di Balik Narasi “Kurang Bukti” Kasus MH?
Isi Chat Sony Sanjaya Terbongkar, Kejagung Kantongi 26 Tokoh di Balik Jatah SPPG
SPMB SMAN 1 Parepare Kacau, Jalur Domisili Diukur Skor, Bukan Jarak Rumah

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:09 WITA

Kejagung Seret Tersangka Baru, Bos Vendor Motor Listrik MBG Tersandung Korupsi

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:09 WITA

SPMB “Beleng-beleng”, Data Luar Negeri dan Gunung Es Masuk Zonasi SMAN 1 Parepare

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:02 WITA

Heboh Video “Batang Membara”, Polisi Tangkap Pelaku dan Telusuri Jejak Digital

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:42 WITA

Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Akui Celah Aplikasi, Disdik-Sekolah Saling Lempar Bola

Jumat, 12 Juni 2026 - 03:28 WITA

GOR SMKN 6 Makassar Disewakan, Aset Pendidikan Dituding Jadi “Sapi Perah”

Berita Terbaru