Trump Ultimatum Iran dengan Ancaman Bom, Rusia Pasang Badan

Jumat, 4 April 2025 - 07:46 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Trump Ultimatum Iran dengan Ancaman Bom, Rusia Pasang Badan

Foto Ilustrasi – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova

Zonafaktualnews.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman terbuka terhadap Iran.

Trump mengultimatum Teheran dengan serangan bom besar-besaran jika negara itu tetap menolak negosiasi nuklir langsung dengan Washington.

Pernyataan itu langsung menuai respons keras dari Rusia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menegaskan bahwa ancaman serangan terhadap Iran tidak dapat diterima dan hanya akan memperburuk ketegangan global.

“Ancaman untuk membombardir fasilitas nuklir Iran bisa membawa konsekuensi radiologis luas yang tak hanya berdampak pada Timur Tengah, tetapi juga dunia. Ini sama sekali tidak bisa diterima,” ujar Zakharova, dikutip dari Sputnik, Kamis (3/4/2025).

BACA JUGA :  Timur Tengah Membara, AS dan Israel Serang Iran, Ledakan Guncang Teheran

Moskow menegaskan bahwa pendekatan militer bukanlah solusi. Sebaliknya, Rusia mendorong jalur diplomasi untuk menyelesaikan kebuntuan yang terjadi sejak 2018, ketika Trump secara sepihak menarik AS dari perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) dan kembali menjatuhkan sanksi berat terhadap Iran.

Ancaman Trump terhadap Iran semakin memuncak setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menolak perundingan nuklir tanpa kehadiran pihak ketiga sebagai penengah. Hal ini memicu reaksi dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

BACA JUGA :  Drama Saling Menggertak Berakhir, Iran dan AS Akhirnya “Ngopi Darat” Bahas Nuklir

Wakil Kepala Urusan Politik IRGC, Jenderal Yadollah Javani, menegaskan bahwa setiap serangan terhadap fasilitas nuklir Iran akan dianggap sebagai legitimasi untuk meningkatkan level industri nuklir mereka ke arah militer.

“Jika ancaman ini benar-benar terwujud, Iran akan merevisi doktrin pertahanan dan mengubah esensi program nuklirnya. Makna perubahan ini sangat jelas,” kata Javani.

Iran juga menegaskan bahwa agresi dari pihak asing tidak akan menghentikan mereka, justru akan membawa industri nuklir negara itu ke tahap yang lebih maju.

BACA JUGA :  Trump Gulingkan Maduro Demi Minyak, Lalu Klaim Diri Presiden Venezuela

Di tengah situasi yang semakin tegang, Rusia berupaya menahan eskalasi dan mengingatkan AS bahwa langkah militer hanya akan membawa dunia menuju ketidakstabilan yang lebih besar.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Presiden Iran Datangi Kandang Trump, Tegaskan Tolak Tunduk pada Tekanan
Pembacok Pedagang Percut Sei Tuan Ingkar Janji, Polisi Didesak Bertindak
BGN Bekukan SPPG Watubangga Kendari Pasca 57 Pelajar Keracunan MBG
Diduga Bunuh Diri, Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Terlilit Kain Sarung
Anak Pejabat Legislatif di Bone Tak Berkutik Dicokok Polisi Usai Nikmati Sabu
Publik Menanti KPK Sikat Nusron Wahid Terkait Dugaan Suap Summarecon
Jejak WNI di Luar Negeri Didalami Polisi Terkait Kasus Dolar Singapura Rp4,7 Miliar
Setahun Buron, Pemuda di Bantaeng yang Ancam Polisi Pakai Badik Dicokok

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 12:31 WITA

Presiden Iran Datangi Kandang Trump, Tegaskan Tolak Tunduk pada Tekanan

Kamis, 24 September 2026 - 01:19 WITA

Pembacok Pedagang Percut Sei Tuan Ingkar Janji, Polisi Didesak Bertindak

Rabu, 23 September 2026 - 14:28 WITA

BGN Bekukan SPPG Watubangga Kendari Pasca 57 Pelajar Keracunan MBG

Rabu, 23 September 2026 - 02:20 WITA

Diduga Bunuh Diri, Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Terlilit Kain Sarung

Selasa, 22 September 2026 - 19:58 WITA

Anak Pejabat Legislatif di Bone Tak Berkutik Dicokok Polisi Usai Nikmati Sabu

Berita Terbaru