TISI Pelopori Gerakan Moral Sastra Nasional untuk Chairil Anwar

Senin, 5 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para penyair dan pegiat sastra dari TISI berfoto bersama di makam Chairil Anwar, usai menggelar ziarah dan pembacaan puisi dalam rangka memperingati 76 tahun wafatnya sang Pujangga Besar.

Para penyair dan pegiat sastra dari TISI berfoto bersama di makam Chairil Anwar, usai menggelar ziarah dan pembacaan puisi dalam rangka memperingati 76 tahun wafatnya sang Pujangga Besar.

Zonafaktualnews.com – Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) kembali menegaskan komitmennya dalam merawat warisan sastra nasional dengan memelopori gerakan moral bagi Pujangga Besar Chairil Anwar.

Tradisi tahunan ini diwujudkan melalui ziarah kubur ke makam sang penyair pelopor Angkatan ’45 di TPU Karet, Jakarta Selatan.

“Pada Senin sore, 28 April 2025 lalu kami melakukan ziarah kubur ke Makam Pujangga Besar Chairil Anwar. Di sini para penyair hadir bersama kritikus sastra Indonesia untuk berdoa, baca puisi, dan diskusi,” jelas Moktavianus Masheka, Ketua Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) di Jakarta, Minggu (4/5/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Bung Octa—sapaan akrabnya di kalangan seniman—ziarah tersebut dihadiri pula oleh Evawani Alissa Chairil Anwar, SH, puteri tunggal sang penyair besar.

“Beliau tetap hadir dalam ziarah kali ini, tetap semangat, meskipun telah duduk di kursi roda,” ucap Bung Octa yang juga dikenal sebagai penyair dan penggerak acara baca puisi di ruang publik.

Deretan tokoh sastra lainnya turut hadir seperti Maman S. Mahayana (kritikus sastra), Aloysius Slamet Widodo, Nanang Ribut Supriyatin, Jose Rizal Manua, Sofyan RH Zaid, Imam Ma’arif, Giyanto Subagio (Edo), Ewith Bahar, Dyah Kencono Puspito Dewi, Mita Katoyo, Ikhsan Risfandi, Yon Bayu Wahyono, Boyke Sulaiman, dan Adi (pengacara).

TISI menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari ikhtiar membangun gerakan moral sastra nasional yang berpijak pada semangat dan pemikiran Chairil Anwar.

“Kabulkanlah Ya Allah. Sekali berarti, sudah itu mati,” kutip Bung Octa dari salah satu puisi legendaris Chairil Anwar sebagai penegas niat luhur gerakan ini.

Dalam unggahannya di Facebook, penyair perempuan Ewith Bahar menulis bahwa tepat pada Senin 28 April 2025, genap 76 tahun wafatnya penyair besar yang dianggap sebagai pemancang tonggak puisi modern Indonesia itu.

“Bersama TISI yang dikomandani Moktavianus Masheka, kami kembali membuat kunjungan rutin tahunan, ziarah ke makam sang pujangga besar Chairil Anwar,” tulis Ewith.

Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun acara berlangsung dengan sederhana dan jauh dari gegap gempita, makna dan ketulusannya justru semakin terasa.

“Tetapi memang inilah maksud kami, sejenak ingin meluangkan waktu untuk memberikan sesuatu yang nyata kepadanya. Kedatangan kami secara khusus—di rumah sunyinya kini—memberikan hati kami yang dipenuhi doa, membacakan puisinya, serta mendiskusikan karyanya,” ujarnya.

Momen haru pun tak terhindarkan saat para penyair seperti Imam Ma’arif, Mita Katoyo, Boyke Sulaiman, Dyah Kencono Puspito Dewi, dan Jose Rizal Manua membacakan puisi Chairil Anwar di hadapan Bu Eva, membuat matanya berkaca-kaca.

Karena kondisi fisiknya, Bu Eva tidak bisa mendampingi ke area makam, tempat berlangsungnya acara diskusi yang menghadirkan Sofyan RH Zaid dan Ewith Bahar sebagai narasumber.

“Ada wacana yang harus kami wujudkan terkait Chairil Anwar, yang merupakan gagasan Maman S Mahayana tahun lalu.

Sudah terbentuk tim, di dalamnya turut bergabung dua pengacara, salah satunya menantu Bu Eva. Juga ada Slamet Widodo, penyair sekaligus arsitek. Semoga Allah memberkati rencana baik ini,” tutup Ewith Bahar.

Kontrubutor : Lasman Simanjuntak | Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Video Maaf Ombas Bikin Netizen Ngakak: “Goyangan Kepalanya Itu Lho”
Polisi Tangkap Wanita Penyebar Hoaks Ajakan Demo Gulingkan Prabowo
Apes Pak Kentut RT Terjebak Sampah Basah
Warga Wajib Tahu, Ini Dua Warna Karcis Parkir Asli yang Berlaku di Makassar
Dua Bulan Mengendap di Polres, Kasus Teror Staf MTsN Asahan Jalan di Tempat
Viral, Bu Haji dan RT Soal Sampah, Netizen: “Buang Saja Depan Kantor Wali Kota”
Modal “Mokondo” Tebar Bualan
Media Belanda Gulirkan Isu Indonesia Bangkrut, Prabowo Singgung “Londo Ireng”

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Video Maaf Ombas Bikin Netizen Ngakak: “Goyangan Kepalanya Itu Lho”

Selasa, 4 Agustus 2026 - 02:11 WITA

Polisi Tangkap Wanita Penyebar Hoaks Ajakan Demo Gulingkan Prabowo

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:43 WITA

Apes Pak Kentut RT Terjebak Sampah Basah

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:19 WITA

Warga Wajib Tahu, Ini Dua Warna Karcis Parkir Asli yang Berlaku di Makassar

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:46 WITA

Dua Bulan Mengendap di Polres, Kasus Teror Staf MTsN Asahan Jalan di Tempat

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Apes Pak Kentut RT Terjebak Sampah Basah

Senin, 3 Agu 2026 - 21:43 WITA