Tak Cuma Bikin Wajah Menua, Selfie Juga Bisa Menanamkan Sifat Ujub

Kamis, 3 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi Selfie | Net

Foto Ilustrasi Selfie | Net

Zonafaktualnews.com – Di era digital saat ini, selfie atau swafoto telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang, terutama generasi muda.

Mengabadikan momen dengan kamera ponsel seakan menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan, baik saat bepergian, berkumpul dengan teman, atau sekadar ingin mempercantik tampilan di media sosial.

Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan terlalu sering selfie tidak hanya berdampak pada kesehatan kulit, tetapi juga bisa menanamkan sifat ujub atau merasa bangga berlebihan terhadap diri sendiri?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selfie dan Dampak Buruk pada Kulit

Secara medis, para ahli telah menemukan bahwa sinar biru (blue light) dari layar ponsel dapat mempercepat proses penuaan dini.

Perawat dan terapis kecantikan, Sara Cheeney, menjelaskan bahwa sinar elektromagnetik dari layar gadget dapat merusak kulit dengan cara yang mirip seperti paparan sinar matahari berlebihan atau kebiasaan merokok.

BACA JUGA :  Viral, Dua Pria Terekam “Solo Karier” di Tengah Penumpang Bus Transjakarta

“Saya sering menangani pasien, terutama mereka yang aktif di media sosial, yang mengeluhkan masalah kulit seperti hiperpigmentasi dan penuaan dini. Banyak dari mereka tidak menyadari bahwa kebiasaan selfie dalam jangka panjang justru mempercepat kerusakan kulit,” ujar Cheeney, dikutip dari The Sun.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa sinar biru bisa menembus lebih dalam dibandingkan sinar UV, merusak kolagen dan elastin yang berfungsi menjaga elastisitas kulit.

Akibatnya, keriput dan tanda-tanda penuaan dini lebih cepat muncul, terutama di wajah yang sering terpapar cahaya dari layar ponsel.

Selfie dan Bahaya Sifat Ujub

Selain berdampak pada kulit, selfie yang dilakukan berlebihan juga bisa menanamkan sifat ujub, yaitu perasaan bangga dan merasa lebih dari orang lain.

BACA JUGA :  Netizen “Kuliti” Habis Pendidikan Wapres, Nama Gibran Tak Terdaftar di Singapura

Dalam Islam, ujub termasuk sifat yang dapat merusak hati dan mengarah pada kesombongan. Rasulullah SAW bersabda:

“Tiga dosa yang membinasakan: sifat pelit yang ditaati, hawa nafsu yang dituruti, dan ujub seseorang terhadap dirinya sendiri.” (HR. Thabrani)

Ketika seseorang terlalu sering mengambil selfie dan membagikannya di media sosial, tanpa sadar ia bisa terjebak dalam dorongan untuk mendapatkan pengakuan, pujian, atau validasi dari orang lain.

Hal ini bisa menumbuhkan kesombongan dan menjauhkan diri dari sikap rendah hati.

Sebaliknya, Islam mengajarkan untuk lebih menjaga diri dari sifat menonjolkan diri. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, yang berkecukupan, dan yang tidak menonjolkan diri.” (HR. Muslim 7621)

BACA JUGA :  MBG di Nabire Mendadak “Sempurna”, Siswa Baru Rasakan Enak Saat Gibran Datang

Penyakit Ain dan Pengaruh Selfie

Dalam pandangan Islam, sering melihat seseorang yang berlebihan memamerkan dirinya dapat memicu munculnya penyakit ain (pandang mata) atau iri hati.

Penyakit ain ini dapat terjadi apabila seseorang memandang sesuatu dengan rasa kagum atau kebanggaan yang berlebihan hingga menimbulkan dampak negatif pada orang lain.

Dalam hal ini, terlalu sering selfie atau memamerkan diri bisa menyebabkan perasaan tidak sehat pada diri sendiri dan orang lain, seperti rasa cemburu atau iri, yang pada akhirnya berpotensi mendatangkan gangguan pada hati.

Rasulullah SAW mengingatkan agar tidak terlalu terbuka dalam menunjukkan kebahagiaan atau kelebihan yang dimiliki, agar tidak menimbulkan efek negatif pada orang lain.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang
Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara
Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang
Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah
Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi
Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet
Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WITA

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang

Rabu, 29 April 2026 - 08:23 WITA

Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara

Selasa, 28 April 2026 - 21:15 WITA

Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang

Selasa, 28 April 2026 - 20:33 WITA

Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Berita Terbaru