Tahanan di Rutan Sidrap Diduga Dibunuh, Keluarga Temukan Banyak Luka

Selasa, 24 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tahanan tewas

Ilustrasi tahanan tewas

Zonafaktualnews.com – Kematian seorang tahanan bernama Muh Taufik (29), narapidana kasus ITE di Rutan Kelas IIB Sidrap, Sulawesi Selatan, menimbulkan tanda tanya besar dari pihak keluarga.

Keluarga menduga korban tidak meninggal karena bunuh diri seperti yang dijelaskan pihak rutan, melainkan akibat kekerasan.

Kecurigaan keluarga muncul setelah melihat langsung kondisi jenazah korban yang disebut penuh luka dan lebam di beberapa bagian tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak keluarga menilai kondisi tersebut tidak sesuai dengan ciri-ciri orang yang meninggal karena gantung diri.

Paman korban, Safaruddin Dg Nompo, mengatakan pihak rutan menyebut Taufik meninggal karena bunuh diri. Namun informasi berbeda justru diterima keluarga dari rekan korban di dalam rutan.

“Petugas rutan bilang bunuh diri, tapi informasi dari temannya dia dipukul, sudah dua hari dipukul. Jadi kami sangat meragukan informasi yang berbeda ini,” ujarnya kepada wartawan, Senin (23/3/2026).

BACA JUGA :  Niat Selesaikan Masalah Anak, Pria di Kodingareng Tewas di Tangan Sesama Nelayan

Menurut Safaruddin, kejanggalan mulai terlihat saat jenazah tiba di rumah duka di Tanru Tedong, Sidrap. Ia mengaku sangat terpukul melihat kondisi tubuh keponakannya yang penuh luka.

“Sangat memprihatinkan. Banyak luka di badannya. Di lehernya seperti bekas tali dijerat dari belakang. Bibir pecah, lebam di lengan kanan kiri sampai ke belakang, seperti habis dipukul,” ungkapnya.

Safaruddin juga meragukan penjelasan bahwa korban gantung diri menggunakan sarung. Menurutnya, bekas jeratan di leher korban lebih menyerupai bekas tali, bukan kain sarung.

“Katanya gantung diri pakai sarung, tapi itu bukan bekas sarung, itu tali,” tegasnya.

BACA JUGA :  Satu Korban Kasus Jastiper Bertambah, Polres Sidrap Diminta Buktikan Bukan Omon-omon

Keluarga juga menyoroti proses penanganan jenazah yang dinilai janggal karena tidak dilakukan visum. Istri korban disebut diminta langsung membawa pulang jenazah dari rumah sakit.

“Jenazah diambil di rumah sakit, tidak ada visum. Istrinya kan tidak tahu apa-apa, langsung disuruh bawa pulang. Meninggal baru dikabari,” katanya.

Selain itu, hingga saat ini pihak keluarga mengaku belum didatangi pihak rutan untuk memberikan penjelasan resmi terkait kematian Taufik.

Safaruddin juga menilai alasan bunuh diri tidak masuk akal. Pasalnya, beberapa hari sebelum meninggal, korban masih sempat melakukan panggilan video dengan ibunya dan menyampaikan bahwa dirinya dalam kondisi baik.

“Tidak mungkin bunuh diri. Apalagi hukumannya sudah mau putus, sudah dijalani satu tahun lebih. Dia sempat bilang ke mamanya, sehat-sehat saja,” tuturnya.

BACA JUGA :  Budiman S Minta Polda Sulsel Tidak "PHP", Desak Tuntaskan Janji Gelar Perkara

Atas kejadian tersebut, keluarga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab kematian Taufik. Mereka mengaku siap melapor ke Polres Sidrap demi mendapatkan keadilan.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Sidrap, Perimansyah, membantah adanya penganiayaan terhadap korban.

Perimansyah menegaskan luka yang terlihat di tubuh korban merupakan bekas ikatan tali saat korban diduga melakukan upaya bunuh diri.

“Bekas ikatan tali kalau difoto. Di leher bekas tali itu saya dapat foto waktu mau dikafani,” ujarnya.

Perimansyah juga mengaku telah menerima laporan dari tim medis rumah sakit yang menyebut korban meninggal setelah diduga mencoba bunuh diri.

“Laporan dari tim medis sama dokter,” singkatnya.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

DPR RI Didesak RDPU, Telanjangi Mafia Narkotika Kasus Jalur Medan–Makassar
Bau Amis Mark-up Internet di Pemkab Tator Menyengat, Polisi Diminta Usut Tuntas
Purbaya Akui Kecolongan, Anggaran Rp1,05 T Motor BGN Lolos Meski Sudah Ditolak
Heboh Isu Makhluk Gaib di HSU, Satpol PP Terbitkan Edaran Tingkatkan Kewaspadaan
Jejak Gelap Rutan Masamba Terkuak, Kepala BNNP Sulsel dan Karutan Didesak Dicopot
Tambang Ilegal “Berpesta” di Maros, Penegakan Hukum Sujud di Bawah Kaki Mafia?
Satu Lahan Empat Alas Hak, Sengkarut ‘Sertifikat Siluman’ di Macanda Gowa Terkuak
Kasus Suap Bea Cukai Rp61,3 Miliar Terungkap, Ada Mobil dan Jam Mewah

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 01:29 WITA

DPR RI Didesak RDPU, Telanjangi Mafia Narkotika Kasus Jalur Medan–Makassar

Minggu, 10 Mei 2026 - 01:25 WITA

Bau Amis Mark-up Internet di Pemkab Tator Menyengat, Polisi Diminta Usut Tuntas

Sabtu, 9 Mei 2026 - 02:08 WITA

Purbaya Akui Kecolongan, Anggaran Rp1,05 T Motor BGN Lolos Meski Sudah Ditolak

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:04 WITA

Heboh Isu Makhluk Gaib di HSU, Satpol PP Terbitkan Edaran Tingkatkan Kewaspadaan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:41 WITA

Jejak Gelap Rutan Masamba Terkuak, Kepala BNNP Sulsel dan Karutan Didesak Dicopot

Berita Terbaru