Surya Paloh Persilakan Proses Konstitusional Pemakzulan Wapres Gibran

Senin, 9 November 2026 - 02:13 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Surya Paloh Persilakan Proses Konstitusional Pemakzulan Wapres Gibran

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (Foto NasDem)

Zonafaktualnews.com – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai wacana pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka sebagai situasi tragis yang tidak diharapkan dalam panggung politik nasional.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa jalur konstitusional tetap wajib dihormati apabila seluruh prosedur hukum yang berlaku memang menuntut penyelesaian tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Surya Paloh di Karawang, Minggu (8/11/2026), saat meresmikan kantor baru DPD Partai NasDem.

Sikap tersebut merespons polemik ijazah SMA Gibran yang dikabarkan dinyatakan tidak sah oleh Mahkamah Agung.

BACA JUGA :  Buni Yani Sebut Forum Purnawirawan TNI Tak Terima Skenario Gibran Gantikan Prabowo

“Aturannya sudah tersedia, jika memang itu sebagai satu-satunya alternatif ya silakan (dimakzulkan), kan sudah ada aturannya. Tapi kalau ada alternatif lain bisa dipertimbangkan, kita pikir lagi,” kata Surya Paloh.

Paloh mengingatkan agar seluruh pihak menyikapi polemik ini dengan kehati-hatian tinggi.

Menjaga persatuan bangsa dinilai jauh lebih krusial ketimbang membiarkan ketegangan politik berlarut-larut dan memperlebar jurang perbedaan.

Paloh berharap keharmonisan serta ketenangan batin masyarakat tidak terganggu oleh dinamika kekuasaan yang terjadi.

“Saya ingin menempatkan kepentingan suasana kebatinan bagi seluruh komponen elemen masyarakat bisa terjaga secara baik. Tidak dari waktu ke waktu kita terus-menerus harus bisa merasakan kesedihan di antara kesatuan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Said Didu Soroti Sikap Luhut yang Seolah Negara Ini Milik Pribadi dan Keluarga Jokowi

Ia secara terbuka mengaku prihatin lantaran gejolak pemakzulan ini muncul saat roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran masih berjalan aktif.

Baginya, kondisi tersebut merupakan sebuah musibah bagi perjalanan bangsa Indonesia.

“Ini kan barangkali adalah musibah bagi kita sebagai satu bangsa. Presiden yang masih aktif, wakil presiden masih aktif. Nah, tiba-tiba wakil presiden ada rencana (pemakzulan). Nah, ini bagi saya, jujur saya katakan tragis dan ini bukan yang kita harapkan tentunya,” tutur Surya.

BACA JUGA :  Kasus Johnny G Plate Strategi Umpan Balik, Surya Paloh Jebak Jokowi

Meski menyayangkan situasi pelik tersebut, Surya Paloh tetap membuka ruang bagi opsi pemakzulan jika hal itu murni menjadi konsekuensi atas aturan konstitusi.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Eks BIN Sebut Jokowi Sebagai Pengguna Hasil Penyadapan Ilegal Prabowo
Tito Karnavian Ditangkap Kasus Penyadapan Prabowo, Kabareskrim Buka Suara
Bahlil Tepis Tudingan Penyadapan: Gimana Bisa? Saya Pun Disadap, Abuleke!
Ayah Tiri Mabuk Mengamuk di Gowa, Istri dan Anak Dihajar Pakai Kipas Angin
Daftar Target Penyadapan Bocor, Luhut dan Gibran Tak Masuk, Ada Apa?
Dikabarkan Hilang Usai Listyo Tersangka, Begini Fakta Posisi Seskab Teddy
Diserang di Sidang Roy Suryo, Jokowi Tolak Permintaan Uji Labfor Ulang Ijazah
Jenderal Perusak Negara Bertambah, Eks Kadiv TIK Tersangka Sadap Prabowo