Daftar Target Penyadapan Bocor, Luhut dan Gibran Tak Masuk, Ada Apa?

Sabtu, 7 November 2026 - 02:00 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Daftar Target Penyadapan Bocor, Luhut dan Gibran Tak Masuk, Ada Apa?

Luhut Binsar Pandjaitan dan Gibran Rakabuming Raka (Foto kolase).

Zonafaktualnews.com – Daftar target penyadapan ilegal yang menyasar para elit nasional bocor dan beredar luas di media sosial.

Di tengah ramainya perbincangan mengenai puluhan nama pejabat yang masuk radar pengintaian, nama Luhut Binsar Pandjaitan dan Gibran Rakabuming Raka ternyata tidak ada di dalam daftar tersebut.

Berdasarkan dokumen penanganan perkara dan keterangan penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri, nama Luhut Binsar Pandjaitan tidak tercantum dalam jajaran tokoh yang menjadi sasaran pengintaian para tersangka.

“Nama Luhut Binsar Pandjaitan tidak masuk dalam daftar target penyadapan yang dilakukan oleh para tersangka,” ujar sumber internal kepolisian terkait penanganan kasus ini.

Sementara itu, perhatian warganet juga tertuju pada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang turut tidak masuk dalam daftar tersebut.

Selain Luhut dan Gibran, sejumlah nama figur penting lain seperti Joko Widodo, Tito Karnavian, Raja Juli Antoni, Rosan Roeslani, Erick Thohir, Budi Gunadi Sadikin, Budi Arie Setiadi, hingga Dudung Abdurachman juga dipastikan tidak tercantum dalam dokumen pengintaian gelap tersebut.

BACA JUGA :  Rocky Gerung Ungkap Lebih Baik Amputasi Jokowi daripada Pemilu Ulang

Padahal, aksi pengintaian yang diduga melibatkan mantan Kapolri Jenderal (Purn) Listyo Sigit Prabowo bersama tiga perwira tinggi lainnya, termasuk Irjen Slamet Uliandi alias “Kapten Jack”, terfokus pada lingkaran utama Presiden Prabowo Subianto, sejumlah tokoh politik aktif, pimpinan lembaga masyarakat, hingga insan pers.

Tidak masuknya nama Luhut dan Gibran ini kemudian memicu beragam tanggapan. Di sisi lain, kepolisian menyatakan bahwa daftar nama yang ada pada penyidik murni berdasarkan temuan barang bukti digital dari instrumen monitoring center Bareskrim Polri.

Saat ini, Tim Khusus (Timsus) di bawah komando Kabareskrim Komjen Asep Safrudin terus mendalami motif di balik pemilihan nama-nama sasaran tersebut.

BACA JUGA :  Mega Skandal Perbankan Terbongkar, Rp204 Miliar Raib dari Rekening Tidur

Penyidik juga tengah mengusut tuntas pihak yang memberi perintah maupun yang menjalankan aksi ilegal ini di lapangan.

Meski demikian, Bareskrim Polri hingga kini belum memberikan konfirmasi resmi mengenai keabsahan dokumen yang beredar luas di ruang publik.

Dokumen yang menyebar lewat media sosial dan grup percakapan itu memuat sekitar 43 hingga 64 nama, dengan sebagian masih berupa inisial, yang mencakup berbagai kalangan:

  • Presiden, Mantan Presiden, & Wakil Presiden: Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Megawati Soekarnoputri, dan Jusuf Kalla.

  • Tokoh Politik & Pejabat Negara: Surya Paloh, Sufmi Dasco Ahmad, Sjafrie Sjamsoeddin, Hasto Kristiyanto, Muhaimin Iskandar, Bahlil Lahadalia, Zulkifli Hasan, Ganjar Pranowo, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Anies Baswedaan, serta Ahmad Muzani.

  • Tokoh Masyarakat, Pengusaha, & Ormas: Rocky Gerung, Andi Syamsudin Arsyad (Haji Isam), Japto Soerjosoemarno, Hercules, Malik Mahmud Al-Haythar, Hary Tanoesoedibjo, dan Dahlan Iskan.

  • Media, Aktivis, & LSM: Karni Ilyas, Teten Masduki, Asfinawati, Farwiza Farhan, Said Iqbal, serta Muhammad Isnur.
BACA JUGA :  Rocky Gerung Dipolisikan FOKSI, Tuduhan Terhadap Gibran Dinilai Tak Berdasar

Terlepas dari proses penyelidikan yang masih berjalan, beredarnya daftar ini terus memicu tanggapan warganet hingga Jumat (7/11/2026).

“Ada apa Luhut dan Gibran tak disadap?” tulis salah seorang warganet di media sosial.

“Wah luar biasa ini Luhut, ini yang paling diduga dicurigai melihat tindak tanduknya, sangat patut dicurigai,” timpal netizen lainnya.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Dikabarkan Hilang Usai Listyo Tersangka, Begini Fakta Posisi Seskab Teddy
Diserang di Sidang Roy Suryo, Jokowi Tolak Permintaan Uji Labfor Ulang Ijazah
Jenderal Perusak Negara Bertambah, Eks Kadiv TIK Tersangka Sadap Prabowo
Jokowi Pamer Ijazah SD hingga S1, Roy Suryo Tertawa Nyinyir Sebut Palsu
Diduga Ulah Anak SMPN 26 Makassar, 2 Pelajar Dikeroyok hingga Pipi Bolong
Geng Solo Tersudut, Dugaan Penyadapan Prabowo Seret Nama Jokowi dan Gibran
Diduga Eksploitasi Pelajar PKL Tameng Chaos Demo, IPM Kecam PDAM Palopo
Usai Jenderal Kuat Tersangka Penyadapan Presiden, Aktor Berinisial J Mulai Dibidik