Bahlil Tepis Tudingan Penyadapan: Gimana Bisa? Saya Pun Disadap, Abuleke!

Minggu, 8 November 2026 - 07:03 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Bahlil Tepis Tudingan Penyadapan: Gimana Bisa? Saya Pun Disadap, Abuleke!

Menteri ESDM dan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia (Foto : Ist)

Zonafaktualnews.com – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia angkat bicara merespons isu miring yang mengaitkan dirinya dengan skandal penyadapan ilegal perwira tinggi Polri.

Menteri ESDM itu membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya sempat bertemu para jenderal sebelum operasi penangkapan berlangsung.

Sebaliknya, Bahlil menegaskan bahwa posisinya justru merupakan salah satu pihak yang turut menjadi korban peretasan saluran komunikasi tersebut.

“Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan sementara saya juga disadap? Abuleke ini. Asli ilmu Abuleke ini,” ujar Bahlil saat menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan DPD Partai Golkar Maluku, dikutip Sabtu (7/11/2026).

BACA JUGA :  KPK Bongkar Awal Dugaan Korupsi Tambang di Kawasan Geopark Raja Ampat

Istilah abuleke yang berasal dari bahasa lokal Maluku tersebut dilontarkannya untuk menyindir pihak-pihak yang dinilai bersikap munafik dan menyebarkan kebohongan.

Bahlil mengaku terkejut ketika rumor mengenai perjumpaan ketua umum parpol dengan sejumlah jenderal, tiga jam sebelum penangkapan, mendadak digiring ke arah dirinya.

Guna membersihkan nama baiknya dan institusi partai, ia mendorong kepolisian membongkar tabir dugaan pertemuan tersebut secara transparan di hadapan publik.

“Saya mau sampaikan di dalam mimbar ini karena menuduh ketum partai, saya sengaja bicara di forum ini, segera klarifikasi itu,” tegasnya.

Golkar, lanjut Bahlil, berdiri penuh di belakang penegak hukum untuk mengusut tuntas seluruh jaringan penyadapan liar ini tanpa pandang bulu.

BACA JUGA :  Bahlil Buka Suara Soal Ormas Keagamaan yang Tolak Garap Tambang

“Kita Partai Golkar mendukung secara penuh aparat penegak hukum dalam menuntaskan persoalan-persoalan yang terjadi terkait dengan penyadapan,” tambahnya.

Tak sekadar membantah, Bahlil langsung menyodorkan tenggat waktu 3×24 jam bagi para penyebar isu untuk melayangkan klarifikasi terbuka.

Jika tudingan tak berdasar itu terus digulirkan tanpa bukti valid, ia memastikan langkah hukum akan segera diambil.

“Kalau memang itu dinyatakan bahwa diduga saya, buktikan, kalau tidak saya akan somasi. Kalau tidak saya akan proses secara hukum. Karena ini berbahaya. Tuduhan ini sama kuatnya dengan melakukan penyadapan,” kata Bahlil mendesak.

BACA JUGA :  Heboh, Foto Mirip Bahlil Lahadalia dengan Wiski Mewah Tersebar

Ia menilai framing jahat tanpa dasar sangat merusak reputasi personal maupun kehormatan Partai Golkar di mata publik.

Sikap tegas ini diambil Bahlil untuk memastikan tidak ada pihak yang berspekulasi liar memanfaatkan polemik penyadapan jenderal polisi.

“Saya akan kasih waktu ya, 3X24 jam lah. Saya akan kasih somasi. Kalau tidak, ya negara kita kan negara hukum, saya akan menempuh jalur hukum,” pungkasnya.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Ayah Tiri Mabuk Mengamuk di Gowa, Istri dan Anak Dihajar Pakai Kipas Angin
Daftar Target Penyadapan Bocor, Luhut dan Gibran Tak Masuk, Ada Apa?
Dikabarkan Hilang Usai Listyo Tersangka, Begini Fakta Posisi Seskab Teddy
Diserang di Sidang Roy Suryo, Jokowi Tolak Permintaan Uji Labfor Ulang Ijazah
Jenderal Perusak Negara Bertambah, Eks Kadiv TIK Tersangka Sadap Prabowo
Jokowi Pamer Ijazah SD hingga S1, Roy Suryo Tertawa Nyinyir Sebut Palsu
Diduga Ulah Anak SMPN 26 Makassar, 2 Pelajar Dikeroyok hingga Pipi Bolong
Geng Solo Tersudut, Dugaan Penyadapan Prabowo Seret Nama Jokowi dan Gibran