Situr Wijaya Tak Hanya Kelola Insulteng.id, Petirnews.com yang Lebih Kritis Ikut Hilang Usai Tewas

Jumat, 11 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situr Wijaya (Ist)

Situr Wijaya (Ist)

Zonafaktualnews.com – Wartawan asal Palu, Sulawesi Tengah, Situr Wijaya, ternyata tidak hanya mengelola satu media daring.

Selain media online insulteng.id, Situr Wijaya juga diketahui menjadi pengelola utama petirnews.com.

Kedua media tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Insulteng.id dikenal lebih netral, banyak memuat konten seremonial pemerintahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Petirnews.com tampil jauh lebih tajam, berani menyoroti kasus-kasus besar yang menyangkut kepentingan publik.

Situs Petirnews.com aktif mengangkat berbagai laporan investigatif, mulai dari proyek bermasalah, dugaan pemerasan oleh oknum pejabat, hingga konflik agraria berskala besar.

Salah satu sorotan utama yang pernah dimuat adalah sengketa lahan sawit seluas 7.200 hektare di Morowali Utara yang diduga dikuasai oleh perusahaan raksasa PT ANA tanpa memiliki izin HGU (Hak Guna Usaha).

BACA JUGA :  Wartawan Insulteng.id Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Korban Pembunuhan

Namun, sejak Situr Wijaya ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel di Palu pada 4 April 2025, situs Petirnews.com tiba-tiba tidak dapat diakses. Saat ini, laman tersebut hanya menampilkan pesan:

“This Account has been suspended. Contact your hosting provider for more information” atau dalam bahasa Indonesia, “Akun ini telah ditangguhkan. Hubungi penyedia hosting Anda untuk informasi lebih lanjut.”

Seorang rekan dekat almarhum membenarkan bahwa Petirnews.com memang dikelola langsung oleh Situr.

“Dia yang pegang adminnya itu,” ujarnya saat dimintai konfirmasi wartawan.

Salah satu pihak yang sering menjadi narasumber Situr adalah Anwar Hakim, Direktur Eksekutif NCW Sulawesi Tengah.

Anwar menyatakan bahwa Situr sangat aktif menulis tentang persoalan lahan sawit yang melibatkan PT ANA.

BACA JUGA :  Wartawan Insulteng.id Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Korban Pembunuhan

“Saya sendiri adalah narasumber adinda Situr untuk berita-berita soal lahan sawit di Morowali Utara. Tahun 2024 lalu, ia rutin mengangkat kasus PT ANA yang sejak tahun 2006 tidak mengantongi HGU,” ungkap Anwar.

Bahkan menurutnya, Situr sempat mengupayakan agar isu ini bisa diperhatikan di level nasional.

“Ia pernah mengirim laporan ke Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono dan Menkopolhukam Mahfud MD. Tapi rencana pertemuan dengan Mahfud MD tidak pernah berlanjut,” tambah Anwar.

Situr juga pernah melakukan pertemuan langsung dengan Haji Abidin, pemilik lahan yang diklaim dikuasai PT ANA.

Pertemuan itu berlangsung di Jakarta dan ia ditemani oleh rekannya, Arif Lakasim (48), seorang jurnalis asal Ampana yang telah menetap di Jakarta selama 4 tahun.

Ironisnya, Arif Lakasim juga ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel di Jakarta sekitar tujuh bulan sebelum kematian Situr.

BACA JUGA :  Wartawan Insulteng.id Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Korban Pembunuhan

Arif dinyatakan meninggal akibat serangan jantung. Kesamaan pola kematian keduanya—yang sama-sama terjadi di kamar hotel—menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan jurnalis.

Beberapa rekan Situr di Morowali Utara mengaku pernah mengingatkan almarhum agar lebih berhati-hati dalam mengungkap konflik lahan sawit.

Pasalnya, isu tersebut diduga melibatkan banyak kepentingan, baik di tingkat daerah maupun pusat.

Kini, hilangnya Petirnews.com dari peredaran digital memperkuat dugaan adanya upaya pembungkaman atau sabotase setelah kematian Situr.

Publik pun menanti, apakah pihak berwenang akan berani mengusut lebih dalam kematian wartawan yang dikenal kritis dan berani tersebut.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Viral Video Oknum Polisi Diduga Teler, Ngaku Sedang Jalankan Tugas Penyamaran
Kasus BUMDes di Takalar “Impoten”, Inspektorat dan Kejari Kehilangan Taring
Begini Rincian 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun yang Diluncurkan Prabowo
Dulu Gagah Berseragam, Kini Didik–Malaungi Berbaju Oranye Terjerat TPPU Narkoba
Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang
Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara
Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang
Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:19 WITA

Viral Video Oknum Polisi Diduga Teler, Ngaku Sedang Jalankan Tugas Penyamaran

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:19 WITA

Kasus BUMDes di Takalar “Impoten”, Inspektorat dan Kejari Kehilangan Taring

Kamis, 30 April 2026 - 13:52 WITA

Begini Rincian 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun yang Diluncurkan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 - 12:49 WITA

Dulu Gagah Berseragam, Kini Didik–Malaungi Berbaju Oranye Terjerat TPPU Narkoba

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WITA

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang

Berita Terbaru