Program “Xpose Uncensored” Dinilai Lecehkan Pesantren, Trans7 Digeruduk Massa

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapa layar video – Ratusan massa berunjuk rasa di Kantor stasiun televisi Trans7 terkait program “Xpose Uncensored” yang dinilai melecehkan Pesantren. (foto kolase)

Tangkapa layar video – Ratusan massa berunjuk rasa di Kantor stasiun televisi Trans7 terkait program “Xpose Uncensored” yang dinilai melecehkan Pesantren. (foto kolase)

Zonafaktualnews.com – Kantor stasiun televisi Trans7 di Jalan Kapten Pierre Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, kembali menjadi sasaran aksi demonstrasi, Rabu (15/10/2025).

Ratusan massa yang tergabung dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, alumni pesantren, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendatangi gedung televisi swasta itu untuk memprotes tayangan program “Xpose Uncensored” yang dinilai melecehkan lembaga pesantren.

Aksi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan konvoi mobil komando dari arah Tendean. Massa yang mengenakan atribut hijau khas NU dan membawa bendera organisasi kemudian berjalan kaki menuju kantor Trans7 sambil melantunkan selawat, mars NU, dan lagu Indonesia Raya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suasana sempat memanas ketika beberapa botol air mineral dilempar dari arah kerumunan. Meski demikian, aparat kepolisian meredam ketegangan dan menjaga jalannya aksi agar tetap kondusif.

BACA JUGA :  Dituding Makan Enak, Ketua Buruh Akan Laporkan Penyebar Hoax

Para pengunjuk rasa menuntut penanggung jawab produksi, penulis naskah, dan pengisi suara program “Xpose Uncensored” untuk hadir dan memberikan klarifikasi langsung. Namun, pihak yang diminta tak kunjung menemui massa.

Sebuah spanduk besar bertuliskan “Mencederai Marwah Pesantren, Tangkap Direksi Trans7!” terbentang di depan gerbang kantor televisi tersebut.

“Berkat pengajian dan pendidikan para ulama pesantren, kita semua bisa hidup tenang dan kokoh hingga hari ini. Karena itu, kami tidak akan diam ketika pesantren dilecehkan,” tegas Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Ma’arif, dari atas mobil komando.

Aksi ini merupakan buntut dari tayangan program “Xpose Uncensored” edisi 13 Oktober 2025 yang menampilkan konten dianggap menyinggung pesantren Lirboyo dan para kiai di Kediri, Jawa Timur.

Tayangan tersebut menuai gelombang kecaman luas dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk santri dan alumni pesantren di seluruh Indonesia.

BACA JUGA :  GMNI Desak KPK Tangkap Keluarga Mulyono, Batalkan Pelantikan Gibran

Sebagai respons, Direktur Produksi Trans7, Andi Chairil, telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video resmi yang diunggah di kanal YouTube Trans7 Official pada Selasa (14/10/2025).

Dalam video itu, Trans7 menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam konten tersebut serta berkomitmen memperbaiki standar produksi agar tidak menyinggung pihak mana pun di masa depan.

Kontroversi itu juga mendapat perhatian serius dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Melalui rapat pleno pada Selasa (14/10/2025) malam, KPI menjatuhkan sanksi penghentian sementara terhadap program “Xpose Uncensored”.

Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah KPI menerima banyak laporan dari masyarakat yang menilai tayangan itu mendistorsi dan merendahkan kehidupan pesantren serta para kiai.

BACA JUGA :  Polda Metro Jaya Terjunkan Ribuan Personel Amankan Demo Buruh

“Program itu terbukti melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) Tahun 2012, khususnya pasal yang mewajibkan lembaga penyiaran menghormati keberagaman agama dan larangan melecehkan lembaga pendidikan,” ujar Ubaidillah.

KPI menilai Trans7 melanggar P3 Pasal 6 serta SPS Pasal 6 ayat 1–2 dan Pasal 16 ayat 1–2 huruf (a), yang mengatur larangan memperolok pendidik maupun lembaga pendidikan.

Meski pihak Trans7 telah menyampaikan permohonan maaf dan menerima sanksi KPI, massa dari kalangan pesantren dan ormas Islam masih menuntut pertanggungjawaban moral dari jajaran direksi dan tim produksi.

Massa menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada komitmen nyata dari pihak televisi untuk menghormati nilai-nilai keagamaan dan pendidikan Islam di Indonesia.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Rupiah “Mendadak Sultan” di Iran Saat Rial Tersungkur Tanpa Ampun
DJP Serahkan Tersangka Sindikat Faktur Fiktif, Negara Dirugikan Rp170 Miliar
Trump Gulingkan Maduro Demi Minyak, Lalu Klaim Diri Presiden Venezuela
Kacau, 5 Tahun Mengendap, Kasus Penipuan di Polres Sidrap Baru Jalan Usai Viral Dulu
Puluhan Ibu Hamil, Anak Sekolah hingga Balita di Majene Diduga Keracunan MBG
Mencekam, Warga AS Diminta Tinggalkan Iran, Trump Keluarkan Ancaman Militer
Lima Tahun Mengendap, Dua Laporan di Polres Sidrap Diduga ‘Di-86-kan’
Demo Pemekaran Luwu Tengah Ricuh, 7 Orang Luka dan Pagar Kantor Gubernur Rusak

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:04 WITA

Rupiah “Mendadak Sultan” di Iran Saat Rial Tersungkur Tanpa Ampun

Kamis, 15 Januari 2026 - 01:16 WITA

DJP Serahkan Tersangka Sindikat Faktur Fiktif, Negara Dirugikan Rp170 Miliar

Kamis, 15 Januari 2026 - 00:54 WITA

Trump Gulingkan Maduro Demi Minyak, Lalu Klaim Diri Presiden Venezuela

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:30 WITA

Kacau, 5 Tahun Mengendap, Kasus Penipuan di Polres Sidrap Baru Jalan Usai Viral Dulu

Rabu, 14 Januari 2026 - 02:11 WITA

Puluhan Ibu Hamil, Anak Sekolah hingga Balita di Majene Diduga Keracunan MBG

Berita Terbaru