Komisi III DPRA Desak Evaluasi Total Cabang BSI di Nagan Raya

Senin, 21 Juli 2025 - 01:15 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Komisi III DPRA Desak Evaluasi Total Cabang BSI di Nagan Raya

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nurchalis.

Zonafaktualnews.com – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mendesak Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja cabangnya di Nagan Raya.

Desakan ini disampaikan usai kunjungan kerja ke kantor BSI Cabang Nagan Raya pada Jumat, 18 Juli 2025.

Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Komisi III, Hj Aisyah Ismail (Kak Iin), justru menyisakan kekecewaan.

Alih-alih disambut pimpinan cabang atau manajer area, rombongan hanya diterima oleh staf biasa.

Komisi menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya komitmen pelayanan dan hubungan kelembagaan dari BSI terhadap pemerintah daerah.

“Kami datang untuk menjalankan fungsi pengawasan, bukan wisata. Tapi yang kami temukan hanyalah formalitas kosong,” ungkap salah satu anggota dewan dengan nada kecewa.

BACA JUGA :  Isu Setoran Tambang Ilegal Aceh Meledak, AHF Tantang Pansus DPRA Tunjukkan Bukti

Anggota Komisi III lainnya, Nurchalis, secara tegas menyoroti minimnya akses layanan keuangan yang dirasakan masyarakat Nagan Raya.

 Menurutnya, meski wilayah ini memiliki potensi ekonomi dan pertumbuhan UMKM yang besar, kehadiran BSI belum terasa optimal.

“Secara teknis mungkin tidak bermasalah karena saling mendukung antar-kantor cabang, tapi secara profesional, ini menunjukkan bahwa BSI belum serius menanamkan akar pelayanannya di sini,” ujarnya.

Laporan lapangan menunjukkan jumlah ATM BSI di Nagan Raya hanya sekitar delapan unit.

Jumlah ini dinilai tidak mencukupi untuk melayani seluruh penduduk, apalagi bagi warga yang tinggal di wilayah terpencil.

BACA JUGA :  Netizen Bongkar Kebohongan Pengungsi Rohingya di Aceh

Banyak nasabah justru bergantung pada layanan dari BSI Meulaboh di Aceh Barat atau Blangpidie di luar wilayah administratif Nagan Raya.

Nurchalis juga mengkritik orientasi BSI yang dinilai lebih mementingkan laporan tahunan ketimbang pelayanan nyata di lapangan.

“Jika BSI benar-benar ingin menjadi bank syariah pilihan umat, maka orientasinya tidak boleh hanya pada angka dan laporan tahunan. Pelayanan nyata adalah indikator utama keberhasilan,” tegasnya.

Komisi III DPRA secara tegas meminta CEO Regional BSI Aceh untuk segera melakukan evaluasi total terhadap cabang BSI di Nagan Raya.

Jika dalam waktu dekat tidak ada pembenahan konkret, DPRA mengancam akan memanggil langsung manajemen BSI untuk memberikan penjelasan resmi di hadapan publik.

BACA JUGA :  Retribusi Aneh, Izin Diblokir, Venue Digembok, Begini Cara Aceh Membunuh Kreativitas

“Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem dan Dek Fadh menginginkan layanan publik, termasuk perbankan, benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat. BSI jangan sampai menjadi simbol pelayanan yang elitis dan eksklusif,” pungkas Nurchalis.

Komisi III menegaskan bahwa kehadiran lembaga perbankan syariah di daerah tidak cukup hanya dengan keberadaan fisik. Dibutuhkan strategi pelayanan yang inklusif, adaptif, dan berpihak pada kebutuhan lokal.

(RL/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Usai Jenderal Kuat Tersangka Penyadapan Presiden, Aktor Berinisial J Mulai Dibidik
Kecewa Kasus Tambang Liar Diabaikan, Propam Diminta Evaluasi Polres Lutra
Misteri Inisial L Terkuak, Eks Kapolri Terseret Penyadapan Prabowo Jadi Tersangka
Gempar, 6 Jenderal Polisi Ditangkap Terkait Sadap Prabowo, Siapa Inisial L?
Pengamat Politik Minta Jokowi Jangan “Ngehalu” PSI Bisa Jadi Partai Besar
Ngotot Tantang UAS-UAH, Herri Pras Ditendang Petarung MMA Tanpa Melawan
Ditinggal Istri Jual Ikan, Ayah Tiri Penyabu di Mamuju Hamili Gadis 13 Tahun
Kanit dan Penyidik “Dibuang” ke Polsek Usai Tangkap Politisi Gerindra Nyabu