Pengamat Politik Minta Jokowi Jangan “Ngehalu” PSI Bisa Jadi Partai Besar

Selasa, 3 November 2026 - 12:45 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Pengamat Politik Minta Jokowi Jangan “Ngehalu” PSI Bisa Jadi Partai Besar

Joko Widodo (Jokowi) (Foto PSI)

Zonafaktualnews.com – Ambisi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk membawa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menembus Senayan pada Pemilu 2029 dinilai terlalu mengada-ada.

Langkah politik tersebut dianggap mustahil terwujud mengingat kondisi internal PSI saat ini.

Analis politik Saiful Huda Ems meminta Jokowi agar tak terlalu “ngehalu” atau berhalusinasi membayangkan partai berlambang gajah hitam berkepala merah tersebut mendadak bertransformasi menjadi kekuatan politik baru yang diperhitungkan.

“PSI menurut saya tidak akan bisa jadi partai besar, paling tidak dalam Pemilu 2029 nanti,” kata Saiful, Selasa (3/11/2026).

BACA JUGA :  Anies Geleng-geleng Kepala Saat Hakim MK Luruskan Bansos Jokowi

Menurut Saiful, kendala utama yang membentengi PSI untuk berkembang adalah minimnya stok kader senior.

Roda organisasi partai dinilai belum didukung oleh jajaran pengurus yang berpengalaman dalam mengelola dinamika partai politik berskala nasional.

Faktor kepemimpinan juga tak luput dari sorotannya. Karakter serta rekam jejak figur puncak di tubuh PSI dianggap belum cukup matang untuk mengarungi persaingan pemilu yang makin ketat.

“Apalagi ketua umumnya, Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi, itu masih sangat hijau dan belum berpengalaman memimpin partai politik,” ujar Saiful.

BACA JUGA :  Damai Hari Lubis Tepis Isu Permohonan Maaf Datangi Jokowi Bersama Eggi Sudjana

Ia menambahkan, strategi memboyong sejumlah politisi dari luar pun belum mampu menaikkan elektabilitas partai secara signifikan. Kehadiran para pendatang baru tersebut dinilai tak membawa dampak instan terhadap perolehan suara.

“Karena mereka rata-rata merupakan figur yang kurang dikenal publik dan tidak memiliki track record sebagai politisi atau aktivis ulung,” jelasnya.

Masalah PSI, lanjut Saiful, bukan terletak pada urusan logistik atau pernak-pernik promosi. Terbukti pada Pemilu 2019 dan 2024, masifnya penyebaran alat peraga kampanye seperti baliho, stiker, hingga kaos di pelosok tanah air tetap gagal mengerek suara partai.

BACA JUGA :  Kapolri Diam, Akun Fufufafa Bikin Gaduh, Pengamat: Gibran Terlibat, Jokowi Lepas Tangan?

“Meskipun gencar menyebar alat peraga kampanye, hasilnya tetap nihil. PSI tetap bertahan sebagai partai gurem pada Pemilu 2019 dan 2024,” pungkas Saiful.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Usai Jenderal Kuat Tersangka Penyadapan Presiden, Aktor Berinisial J Mulai Dibidik
Kecewa Kasus Tambang Liar Diabaikan, Propam Diminta Evaluasi Polres Lutra
Misteri Inisial L Terkuak, Eks Kapolri Terseret Penyadapan Prabowo Jadi Tersangka
Gempar, 6 Jenderal Polisi Ditangkap Terkait Sadap Prabowo, Siapa Inisial L?
Ngotot Tantang UAS-UAH, Herri Pras Ditendang Petarung MMA Tanpa Melawan
Ditinggal Istri Jual Ikan, Ayah Tiri Penyabu di Mamuju Hamili Gadis 13 Tahun
Kanit dan Penyidik “Dibuang” ke Polsek Usai Tangkap Politisi Gerindra Nyabu
Sentil Bahaya IPO Paksaan, Mintarsih Dukung Polri Sikat Penggoreng Saham