Pakaian Adat Ketimuran Disulap Jadi Rok Mini, Ajang Putra-Putri Sulsel Dikecam

Selasa, 11 Februari 2025 - 21:37 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Pakaian Adat Ketimuran Disulap Jadi Rok Mini, Ajang Putra-Putri Sulsel Dikecam

Foto Kolase : Peserta Perempuan mengenakan baju bodo pakaian khas Sulsel (Ist)

Zonafaktualnews.com – Pakaian adat ketimuran disulap jadi rok mini, ajang Putra-Putri Sulawesi Selatan (Sulsel) 2025 menuai kecaman setelah sesi pemotretan para finalis viral di media sosial.

Foto-foto yang beredar memperlihatkan peserta perempuan mengenakan baju bodo, pakaian adat khas Sulsel, namun dengan sarung yang telah dimodifikasi menyerupai rok mini.

Perubahan ini langsung memicu protes dari berbagai kalangan, terutama budayawan dan pemerhati adat.

Andi Redo, perwakilan Dewan Kebudayaan Makassar, menilai modifikasi tersebut sebagai bentuk pelecehan budaya.

BACA JUGA :  Sinrilik Kembali Berlayar! SMKN 2 Gowa Siap Gelar “Kappalak Tallumbatua”

“Pakaian adat memiliki nilai historis dan filosofi mendalam. Memotong sarung hingga menyerupai rok mini menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan,” ujar Andi Redo melalui akun Instagram pribadinya, Selasa (11/2/2025).

Kritik juga ditujukan kepada Yayasan Sahabat Pemuda Prestasi Indonesia (YASPPI) selaku penyelenggara acara.

Sebagai ajang yang membawa nama daerah, YASPPI dinilai lalai dalam menjaga marwah budaya Sulawesi Selatan.

“Mereka bukan hanya sekadar penyelenggara kontes kecantikan, tetapi juga bertanggung jawab dalam menjaga citra budaya Sulsel. Kreativitas seharusnya tidak mengorbankan nilai-nilai adat,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Sinrilik Kembali Berlayar! SMKN 2 Gowa Siap Gelar “Kappalak Tallumbatua”

Foto yang pertama kali diunggah oleh akun @info_kejadian_makassar pada Senin (10/2/2025) ini mendapat respons keras dari warganet.

Banyak yang menilai bahwa modifikasi pakaian adat tidak seharusnya dilakukan tanpa mempertimbangkan unsur kesopanan dan nilai budaya.

“Woiii, tidak papaji dimodifikasi tapi di pendek”i, tidak terima ku, lebih baik kembali ke masa purbakala daripada adat yang di kasih seperti ini,” tulis akun @nurhikmah.ad.

“Kenapa seperti ini?? Harus ada teguran ini,” timpal akun @toe_nroek2908

Hingga kini, pihak penyelenggara belum memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi ini. Namun, polemik ini menjadi pengingat bahwa melestarikan budaya bukan berarti mengubahnya secara sembarangan, melainkan memahami dan menghormati maknanya.

BACA JUGA :  Sinrilik Kembali Berlayar! SMKN 2 Gowa Siap Gelar “Kappalak Tallumbatua”

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Si Manja Kembali Rapat, Dg Sutte Puas Dijepit
Tiga Oknum Anggota DPRD Surabaya Diciduk Pesta Ekstasi di Hotel Mewah
Lapas Rasa Villa Diratakan Ditjen PAS, DPR Minta Jangan Hilangkan Jejak
DPO Tewas Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Uji Rantai Komando Polda Sulsel
APAK dan GRH Desak Kejari Periksa Ketua KONI Makassar Terkait Hibah
DPO Bantaeng Tewas Ditembak, Dirnarkoba Polda Sulsel Diminta Dicopot
Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG
Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:29 WITA

Si Manja Kembali Rapat, Dg Sutte Puas Dijepit

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:45 WITA

Tiga Oknum Anggota DPRD Surabaya Diciduk Pesta Ekstasi di Hotel Mewah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:14 WITA

Lapas Rasa Villa Diratakan Ditjen PAS, DPR Minta Jangan Hilangkan Jejak

Rabu, 30 September 2026 - 17:16 WITA

DPO Tewas Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Uji Rantai Komando Polda Sulsel

Rabu, 30 September 2026 - 17:02 WITA

APAK dan GRH Desak Kejari Periksa Ketua KONI Makassar Terkait Hibah

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Si Manja Kembali Rapat, Dg Sutte Puas Dijepit

Kamis, 1 Okt 2026 - 14:29 WITA