Presiden Iran Datangi Kandang Trump, Tegaskan Tolak Tunduk pada Tekanan

Kamis, 24 September 2026 - 12:31 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Presiden Iran Datangi Kandang Trump, Tegaskan Tolak Tunduk pada Tekanan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto : Ist)

Ringkasan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan di Majelis Umum PBB bahwa negaranya tidak akan tunduk pada tekanan militer maupun ekonomi Amerika Serikat. Ia memprotes sanksi Washington, sambil menegaskan bahwa program nuklir Teheran tetap bertujuan damai tanpa berniat memiliki senjata nuklir.

Pezeshkian juga menyoroti dampak konflik terhadap krisis kemanusiaan serta meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Iran menuntut hak akses pelayaran yang setara di jalur strategis tersebut dan menilai pengerahan armada militer tidak akan menciptakan perdamaian.

Zonafaktualnews.com – Nyali besar ditunjukkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Ia hadir langsung di markas besar PBB, New York, untuk menghadapi tekanan politik Washington.

Mengutip Reuters, Kamis (24/09/2026), di hadapan Majelis Umum PBB, Pezeshkian membuka pintu diplomasi lebar-lebar.

BACA JUGA :  Pengedar Narkoba Dieksekusi Hukuman Gantung di Singapura

Masoud bersumpah negaranya pantang menyerah menghadapi gempuran geopolitik.

Kecaman keras langsung dilayangkan terhadap kebijakan Gedung Putih. Ia menyebut ancaman pemusnahan dari Donald Trump mencerminkan mentalitas penguasa lalim.

“Pernyataan yang dibuat oleh presiden AS kemarin adalah tanda mentalitas penindas,” tegas Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Ia memastikan rakyatnya kebal terhadap intimidasi militer maupun ekonomi. Ironi perang turut diangkat saat delegasi AS melakukan aksi walk out di ruang sidang.

“Rakyat Iran tidak akan tunduk pada tekanan,” tandasnya.

“Mereka yang merupakan teroris dan melatih teroris justru menyebut kami teroris,” tambahnya.

Konflik terbuka ini telah memasuki bulan ketujuh dan mengguncang pasar energi global. Kawasan Teluk kini berada di ambang eskalasi militer yang jauh lebih luas.

Pezeshkian membeberkan bukti visual korban jiwa di dalam ruang sidang internasional.

BACA JUGA :  Trump Ultimatum Iran dengan Ancaman Bom, Rusia Pasang Badan

Serangan rudal mematikan di sekolah dasar Minab pada 28 Februari lalu disorot tajam.

Tragedi kemanusiaan itu merenggut nyawa 175 anak dan guru sekolah. Pentagon hingga kini masih menutup rapat hasil investigasi resmi atas insiden berdarah tersebut.

Di sisi lain, program atom Teheran kembali ditegaskan berstatus damai. Pemerintah Iran menolak kepemilikan senjata pemusnah massal tanpa melepaskan hak penguasaan teknologinya.

“Tidak akan ada senjata nuklir, maupun melepaskan pengetahuan nuklir,” paparnya di podium PBB.

Sanksi ekonomi brutal kini dilancarkan Washington setelah opsi militer menemui jalan buntu.

Tekanan domestik melonjak akibat lonjakan harga yang menghantam pendapatan warga.

Titik didih ketegangan kini bergeser ke jalur pelayaran vital Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut mengalirkan seperlima pasokan minyak mentah dan LNG dunia.

BACA JUGA :  Urat Nadi Energi Dunia Kembali Berdenyut, AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz

Teheran mengajukan sejumlah syarat krusial melalui perantara internasional. Akses pengiriman logistik di jalur air tersebut menuntut kesetaraan hak bagi Iran.

“Tidak bisa dibiarkan bahwa semua orang mendapat manfaat dari Selat Hormuz sementara kami ditolak aksesnya untuk pengiriman pelayaran melalui jalur air ini,” ungkap Pezeshkian.

Pengerahan armada perang permanen dinilai tidak akan membawa solusi damai. Eskalasi konflik hanya akan memperparah krisis keamanan di kawasan Timur Tengah.

“Pengerahan armada permusuhan secara permanen dan perluasan perang tidak akan mengarah pada perdamaian,” pungkasnya.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Tambang Emas Ilegal di Bone Bolango Dilibas, Bos-Pengawas Dijebloskan ke Sel
Suket Gibran Disebut Hasil Manipulasi, Buni Yani Desak MK Diskualifikasi
Prabowo Cueki Jokowi di HUT TNI, Netizen: Mantap, Jangan Mau Disetir Lagi
Anak Disekap, Istri Ditikam 27 Kali, Suami di Gowa Bakar Diri Sendiri
Komplotan Geng Motor “Bocil” Dicokok Polisi Usai Bunuh Mahasiswa di Makassar
Protes Pelajar Ricuh di Prancis, Sekolah Dibakar hingga Bentrok dengan Polisi
Aksi Jilid II Rakyat Nusantara Ricuh di Kolaka, Polisi Diduga Pukuli Demonstran
Klaim 2015 Gibran “Kuliah di Singapura, Bukan Australia” Bentrok Data KPU

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:07 WITA

Tambang Emas Ilegal di Bone Bolango Dilibas, Bos-Pengawas Dijebloskan ke Sel

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:14 WITA

Suket Gibran Disebut Hasil Manipulasi, Buni Yani Desak MK Diskualifikasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:05 WITA

Prabowo Cueki Jokowi di HUT TNI, Netizen: Mantap, Jangan Mau Disetir Lagi

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:34 WITA

Anak Disekap, Istri Ditikam 27 Kali, Suami di Gowa Bakar Diri Sendiri

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WITA

Komplotan Geng Motor “Bocil” Dicokok Polisi Usai Bunuh Mahasiswa di Makassar

Berita Terbaru