Mengintip 15 Kas Pemda dengan Dana Triliunan Mengendap, Modus Bunga Deposito?

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Zonafaktualnews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa dana pemerintah daerah (pemda) yang belum terserap dan mengendap di perbankan mencapai Rp 234 triliun.

Data ini bersumber dari Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, mencatat akumulasi simpanan daerah hingga akhir September 2025.

Purbaya menyoroti lambatnya realisasi belanja APBD triwulan III 2025. Per September, realisasi tercatat Rp 712,8 triliun, sekitar 51,3 persen dari pagu Rp 1.389,3 triliun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, masalah bukan pada ketiadaan dana, melainkan lambatnya eksekusi di tingkat daerah.

“Rendahnya serapan membuat kas pemda menumpuk di bank hingga Rp 234 triliun. Jadi bukan soal dana tidak ada, tapi soal kecepatan eksekusi,” ujar Purbaya dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah pada Senin (20/10/2025).

BACA JUGA :  Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai, DJBC Diminta Tunjukkan Perubahan

Purbaya menegaskan pemerintah pusat sudah menyalurkan dana dengan cepat. Per September 2025, transfer ke daerah tercatat Rp 644,9 triliun atau 74,2 persen dari pagu, meningkat dibanding periode sama tahun 2024 sebesar Rp 635,6 triliun.

“Dana pusat sudah tersedia, sekarang giliran pemda memastikan uang itu benar-benar bekerja untuk rakyat. Jangan tunggu akhir tahun, gunakan segera untuk pembangunan yang produktif,” tegas Purbaya.

Purbaya mengingatkan kepala daerah untuk bijak mengelola kas, menyimpan secukupnya untuk kebutuhan rutin, dan tidak membiarkan uang “tidur” di bank.

Menurutnya, kas yang mengendap sama artinya dengan uang yang tidak bekerja untuk ekonomi lokal.

BACA JUGA :  Transaksi Digital Tak Lagi Bebas, Semua Pergerakan Uang Tersambung NIK dan Pajak

Berdasarkan data Bank Indonesia per 15 Oktober 2025, berikut 15 pemda dengan simpanan tertinggi di bank per September 2025:

1 Provinsi DKI Jakarta: Rp 14,68 triliun

2 Provinsi Jawa Timur: Rp 6,84 triliun

3 Kota Banjarbaru: Rp 5,17 triliun

4 Provinsi Kalimantan Utara: Rp 4,7 triliun

5 Provinsi Jawa Barat: Rp 4,17 triliun

6 Kabupaten Bojonegoro: Rp 3,6 triliun

7 Kabupaten Kutai Barat: Rp 3,2 triliun

8 Provinsi Sumatera Utara: Rp 3,1 triliun

9 Kabupaten Kepulauan Talaud: Rp 2,62 triliun

10 Kabupaten Mimika: Rp 2,49 triliun

11 Kabupaten Badung: Rp 2,27 triliun

12 Kabupaten Tanah Bumbu: Rp 2,11 triliun

BACA JUGA :  Dana Triliunan Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar Masih “Bobo Syantik” Bestie

13 Provinsi Bangka Belitung: Rp 2,1 triliun

14 Provinsi Jawa Tengah: Rp 1,99 triliun

15 Kabupaten Balangan: Rp 1,86 triliun

Kas pemda yang mengendap hingga triliunan rupiah memunculkan dugaan sebagian daerah sengaja menahan dana untuk mendapatkan bunga deposito, alih-alih langsung digunakan untuk pembangunan.

“Memang ada dugaan sebagian pemda menempatkan dana di bank untuk menikmati bunga deposito. Tapi yang jelas, dana itu harus segera digunakan untuk kepentingan masyarakat. Jangan sampai hanya diam di bank, karena uang itu seharusnya bekerja membantu ekonomi daerah,” jelas Purbaya.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang
Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara
Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang
Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah
Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi
Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet
Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WITA

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang

Rabu, 29 April 2026 - 08:23 WITA

Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara

Selasa, 28 April 2026 - 21:15 WITA

Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang

Selasa, 28 April 2026 - 20:33 WITA

Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Berita Terbaru