Martabat Aceh Dihina, DPRA Minta Konten TikTok Widiadagelanpolitikreal Ditindak

Rabu, 24 Desember 2025 - 18:59 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Martabat Aceh Dihina, DPRA Minta Konten TikTok Widiadagelanpolitikreal Ditindak

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Yahdi Hasan

Zonafaktualnews.com – Di tengah suasana duka akibat bencana banjir bandang yang melanda Aceh dan sekitarnya, muncul gelombang reaksi tajam atas konten di media sosial yang dinilai menghina martabat Aceh.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Yahdi Hasan, menyerukan agar tindakan penghinaan tersebut tidak dibiarkan begitu saja dan mendukung langkah hukum yang ditempuh organisasi masyarakat.

Insiden itu bermula dari unggahan di akun TikTok Widiadagelanpolitikreal yang memuat kata-kata tidak senonoh dan dianggap melecehkan Aceh.

Konten yang viral itu memicu kemarahan masyarakat di berbagai daerah, terutama di tengah solidaritas nasional terhadap korban bencana alam.

BACA JUGA :  Pilu Gubernur Aceh Ungkap Empat Kampung Hilang Disapu Banjir Bandang

Ketua umum Persaudaraan Aceh Seranto (PAS), Akhyar Kamil, telah resmi melaporkan dugaan penghinaan itu ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia di Jakarta.

Menurut Akhyar, langkah hukum bukan semata mengejar sensasi, melainkan bentuk pembelaan terhadap marwah dan kehormatan Aceh serta untuk menjaga perasaan kolektif masyarakat yang tengah berduka.

Yahdi Hasan menyatakan dukungan penuh atas langkah hukum tersebut. Ia menyayangkan keberadaan narasi yang justru menyakitkan di saat empati dan solidaritas terhadap korban bencana justru mengalir deras dari dalam dan luar negeri.

BACA JUGA :  Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh

“Aceh berduka, Aceh lon sayang,” kata Yahdi menggambarkan suasana batin masyarakat Aceh pada masa sulit ini, Rabu (24/12/2025).

Menurut Yahdi, Aceh adalah komunitas beradab dengan sejarah panjang dan harga diri yang harus dihormati.

Yahdi menegaskan agar ruang publik khususnya media sosial dipakai dengan etika dan empati, bukan untuk merendahkan atau meremehkan martabat suatu daerah, terlebih ketika bangsa tengah menghadapi cobaan bersama.

BACA JUGA :  Pilu Gubernur Aceh Ungkap Empat Kampung Hilang Disapu Banjir Bandang

Langkah hukum yang didukung Yahdi juga menjadi peringatan bagi semua pihak agar kebebasan berekspresi di dunia digital dibarengi dengan rasa hormat dan tanggung jawab.

“Penggunaan media sosial perlu dibatasi oleh etika dan rasa saling menghormati,” ujarnya.

 

(RL/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Houthi Gempur Habis-habisan Arab Saudi, Kilang Minyak Ras Tanura Terbakar
Diduga Istimewakan Penipu, Polresta Gowa Diminta Cabut Penangguhan AHA
Tiga Pemalsu STNK di Kendari Diringkus, Duit Haram Dipakai Beli Sabu dan Judol
Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia
Nolong CEO Montok, Dg Bentor Dapat Mata “Tembus Pandang”
Kedua Tangan Diborgol Tali Tis, Mantan Bupati Gowa Dijebloskan ke Tahanan
Geng Motor Tebar Busur Ketiban Sial, Motor Ludes Dibakar Massa di Makassar
Houthi Makin Brutal, Serpihan Rudal Hantam Kawasan 20 Km dari Makkah