Laut di Tanakeke Hancur, Polres Takalar “Tidur Nyenyak” di Tengah Ledakan Bom Ikan

Minggu, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laut di Tanakeke, Kabupaten Takalar,Sulawesi Selatan, semakin hancur akibat maraknya praktik pemboman ikan. (Ilustrasi)

Laut di Tanakeke, Kabupaten Takalar,Sulawesi Selatan, semakin hancur akibat maraknya praktik pemboman ikan. (Ilustrasi)

Zonafaktualnews.com – Laut di Tanakeke, Kabupaten Takalar,Sulawesi Selatan, semakin hancur akibat maraknya praktik pemboman ikan.

Ironisnya, aparat penegak hukum di wilayah tersebut seolah terlelap dalam tidur panjang.

Ketua LSM Pemantik, Rahman Suwandi, menilai penanganan kasus pemboman ikan berjalan lamban dan tanpa ketegasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rahman mendesak Polres Takalar untuk bergerak cepat, menindaklanjuti kasus ini secara serius, transparan, dan tuntas.

Desakan itu disampaikan setelah pihaknya menerima berbagai laporan masyarakat terkait maraknya praktik pemboman ikan yang dinilai semakin meresahkan dan menghancurkan ekosistem laut Tanakeke.

“Kami sangat prihatin dengan masih terjadinya pemboman ikan di Tanakeke. Praktik ini bukan hanya merusak lingkungan laut, tapi juga mengancam keberlangsungan hidup para nelayan tradisional yang menggantungkan hidup dari laut yang lestari,” kata Rahman kepada wartawan, Sabtu (2/11/2025).

BACA JUGA :  Tuntutan Menggema, Mahasiswa Geruduk Mabes Polri Minta Kapolda Sulsel Dicopot

Rahman menilai bukti awal yang beredar sudah cukup kuat untuk menindak para pelaku. Ia menyoroti sikap lamban aparat yang dinilai seolah menunggu hingga kerusakan laut benar-benar tak tersisa.

“Pemantik Takalar meminta pihak kepolisian segera bertindak dan menindak para pelaku pemboman ikan di perairan Tanakeke. Video yang beredar sudah sangat terang benderang, tidak ada alasan untuk menunda penanganan kasus ini,” ujarnya menegaskan.

BACA JUGA :  Mangrove Dibabat Habis Jadi Arang, Warga di Takalar Desak Polisi Bertindak

Rahman juga meminta perhatian langsung dari Kapolda Sulsel agar kasus ini dijadikan prioritas.

Ia berharap kepemimpinan baru di tingkat Polda bisa membawa semangat penegakan hukum yang nyata, bukan sekadar janji.

“Kami berharap Kapolda Sulsel yang baru bisa memberikan atensi khusus terhadap kasus ini agar ada efek jera bagi pelaku,” tambahnya.

LSM Pemantik juga mengajukan sejumlah tuntutan tegas kepada Polres Takalar, antara lain:

  • Melakukan investigasi mendalam terhadap jaringan pelaku pemboman ikan, termasuk dugaan aktor intelektual di balik aksi tersebut.
  • Meningkatkan patroli rutin di perairan Tanakeke untuk mencegah praktik serupa terulang.
  • Menindak tegas pelaku sesuai hukum tanpa pandang bulu.
  • Melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan dan pelaporan kegiatan ilegal di laut.
BACA JUGA :  Kapolda Sulsel Dimutasi, SEKAT-RI dan PJI Sulsel Harapkan Tak Ada Lagi Intimidasi Wartawan

“Keberlangsungan ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat Tanakeke sangat bergantung pada ketegasan aparat penegak hukum,” tutup Rahman.

Diketahui, Polres Takalar memang telah memeriksa tiga orang terduga pelaku pemboman ikan beberapa hari lalu.

Hingga kini, proses penyelidikan masih berjalan tanpa hasil yang berarti.

Kendati begitu, warga kini hanya menanti, apakah polisi akan tetap “tidur nyenyak” atau akhirnya bangun untuk menegakkan hukum di laut Tanakeke yang kian hancur.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

SPBU Pettuadae Jadi Biang Keladi Antrean Truk, Pengawasan Pertamina Minim
Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok
DNA 99 Persen Diabaikan, Polisi Beralibi Kurang Bukti di Kasus Pemerkosaan Tator
Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami
Digoyang Kasus Korupsi Batubara, Isu Jampidsus Febrie Mundur Beredar
Tepis Isu Penggerudukan, TNI Minta Publik Waspada Provokator Medsos
Jaksa Tangkap Jenderal, Polisi Balas Sikat Jaksa
Bos MNC Group Diduga Sumpal Bawahan Pakai Sepatu hingga Disuruh Buka Baju

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:52 WITA

SPBU Pettuadae Jadi Biang Keladi Antrean Truk, Pengawasan Pertamina Minim

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:51 WITA

Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:28 WITA

DNA 99 Persen Diabaikan, Polisi Beralibi Kurang Bukti di Kasus Pemerkosaan Tator

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:39 WITA

Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami

Jumat, 10 Juli 2026 - 01:09 WITA

Digoyang Kasus Korupsi Batubara, Isu Jampidsus Febrie Mundur Beredar

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok

Minggu, 12 Jul 2026 - 01:51 WITA

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami

Sabtu, 11 Jul 2026 - 01:39 WITA