Koalisi Sipil Aceh–Sumatera Minta Pemerintah Segera Tetapkan Bencana Nasional

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:41 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Koalisi Sipil Aceh–Sumatera Minta Pemerintah Segera Tetapkan Bencana Nasional

Koalisi sipil Aceh menggelar aksi damai di depan DPRA Banda Aceh, menuntut pemerintah menetapkan banjir dan longsor Sumatera sebagai Bencana Nasional.

Zonafaktualnews.com – Koalisi sipil Aceh bersama mahasiswa menggelar aksi damai di halaman Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Selasa (16/12/2025).

Massa menuntut pemerintah pusat segera menetapkan banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai Bencana Nasional, mengingat dampak kemanusiaan lintas provinsi yang telah melampaui kapasitas pemerintah daerah.

Aksi tersebut melibatkan berbagai organisasi masyarakat sipil, termasuk Sumatera Environmental Initiative, Greenpeace Indonesia, KontraS Aceh, Solidaritas Perempuan (SP) Aceh, Flower Aceh, Gerakan Anti Korupsi Aceh (GeRAK), Perkumpulan Pembela Lingkungan Hidup (P2LH), Aceh Wetland Forum (AWF), serta perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Aceh.

Koalisi sipil Aceh menilai bencana yang berulang tidak terlepas dari persoalan lingkungan hidup dan tata kelola sumber daya alam.

BACA JUGA :  Karhutla Tak Ditetapkan Bencana Nasional, Menko Polkam Sebut RI Masih Sanggup

Pembukaan hutan, ekspansi industri ekstraktif, serta lemahnya penegakan hukum lingkungan disebut memperbesar risiko banjir dan longsor di berbagai wilayah Sumatera.

“Bencana ini merupakan sinyal krisis ekologis. Kerusakan lingkungan memperbesar dampak yang harus ditanggung masyarakat,” ujar Crisna Akbar dari Greenpeace Indonesia.

Menurut Aditya dari Sumatra Environmental Initiative, penanganan bencana yang lambat berpotensi mengancam hak dasar warga negara.

Ia menekankan bahwa penetapan status Bencana Nasional sangat penting agar pemerintah pusat dapat melakukan mobilisasi sumber daya secara cepat dan terkoordinasi.

“Negara harus hadir secara utuh untuk menyelamatkan warga dan memastikan pemenuhan hak korban,” katanya.

BACA JUGA :  Karhutla Tak Ditetapkan Bencana Nasional, Menko Polkam Sebut RI Masih Sanggup

Koalisi sipil Aceh juga menyoroti dampak bencana yang paling berat dirasakan kelompok rentan, terutama perempuan dan anak.

Fitriani dari Solidaritas Perempuan Aceh menyebut, perempuan menghadapi beban berlapis di tengah pengungsian, mulai dari kehilangan tempat tinggal dan penghidupan hingga terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan dan air bersih.

Selain itu, masih banyak wilayah terdampak yang belum sepenuhnya terjangkau bantuan akibat rusaknya infrastruktur seperti jembatan, jalan, dan fasilitas kesehatan.

Kondisi ini menyebabkan sejumlah daerah terisolasi dan menghambat distribusi logistik bagi para pengungsi.

Dalam pernyataan sikapnya, koalisi menuntut pemerintah pusat segera menetapkan Bencana Nasional, meningkatkan mobilisasi anggaran dan sumber daya untuk penanganan darurat dan pemulihan, mempercepat audit ekologi dan tata ruang di wilayah rawan bencana, serta menyusun rencana rehabilitasi dan rekonstruksi yang berkeadilan dan transparan.

BACA JUGA :  Karhutla Tak Ditetapkan Bencana Nasional, Menko Polkam Sebut RI Masih Sanggup

Massa juga menekankan pentingnya pemenuhan hak asasi manusia seluruh korban bencana.

Koalisi sipil Aceh menegaskan, penetapan Bencana Nasional krusial untuk mempercepat penanganan, mengurangi risiko korban lanjutan, serta mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Usai Jenderal Kuat Tersangka Penyadapan Presiden, Aktor Berinisial J Mulai Dibidik
Kecewa Kasus Tambang Liar Diabaikan, Propam Diminta Evaluasi Polres Lutra
Misteri Inisial L Terkuak, Eks Kapolri Terseret Penyadapan Prabowo Jadi Tersangka
Gempar, 6 Jenderal Polisi Ditangkap Terkait Sadap Prabowo, Siapa Inisial L?
Pengamat Politik Minta Jokowi Jangan “Ngehalu” PSI Bisa Jadi Partai Besar
Ngotot Tantang UAS-UAH, Herri Pras Ditendang Petarung MMA Tanpa Melawan
Ditinggal Istri Jual Ikan, Ayah Tiri Penyabu di Mamuju Hamili Gadis 13 Tahun
Kanit dan Penyidik “Dibuang” ke Polsek Usai Tangkap Politisi Gerindra Nyabu