Kapolsek Tamalate Pastikan Kasus Bocah Tewas di Kolam Renang Hotel Claro Masih Diselidiki

Rabu, 7 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Tamalate Kompol Syarifuddin

Kapolsek Tamalate Kompol Syarifuddin

Zonafaktualnews.com – Kapolsek Tamalate Kompol Syarifuddin menegaskan bahwa kasus bocah yang tenggelam di kolam renang Hotel Claro masih dalam proses penyelidikan.

Pernyataan ini disampaikannya saat mengawal aksi unjuk rasa dari sejumlah aliansi mahasiswa di depan gerbang masuk Hotel Claro, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Rabu (7/5/2025) sore.

“Untuk sementara kami masih melakukan penyelidikan. Untuk hasilnya masih kami dalami. Jadi belum bisa memberikan keterangan,” ucap Kompol Syarifuddin kepada awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Syarifuddin juga mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah menemui keluarga korban. Namun, belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena masih dalam kondisi trauma.

BACA JUGA :  Demo di Hotel Claro Ricuh, Mahasiswa Tuntut Kasus Bocah Tewas Malah Dipukul Security

“Kami juga sudah mendatangi keluarga korban. Untuk sementara belum bisa dimintai keterangan karena masih syok,” katanya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada laporan resmi baik dari pihak hotel maupun keluarga korban. Namun, karena adanya aksi mahasiswa serta laporan dari anggota di lapangan, pihaknya tetap melanjutkan proses penyelidikan.

“Hingga saat ini pihak hotel dan keluarga korban belum melakukan pelaporan secara resmi. Akan tetapi, karena adanya aksi ade-ade mahasiswa dan laporan dari anggota kami, maka kami lakukan proses penyelidikan,” tegasnya.

Terkait jalannya aksi, Kapolsek menyebut pihaknya telah melakukan pengamanan. Meskipun sempat terjadi dorong-dorongan saat massa aksi mencoba memasuki area hotel, situasi berhasil dikendalikan.

BACA JUGA :  Kolam Renang Hotel Claro Kembali Makan “Tumbal”, Bocah 6 Tahun Tewas Tanpa Pengawasan

“Setelah kami relai, massa aksi kembali melakukan orasi dan berlangsung aman,” tutup Kapolsek Syarifuddin.

Sebelumnya, ratusan massa yang tergabung dalam Srikandi Sulsel dan Komite Pejuang Demokrasi Indonesia (KPDI) Sulsel menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang masuk Hotel Claro Makassar, Jalan AP Pettarani.

Aksi ini merupakan yang kedua kalinya diadakan sebagai bentuk protes atas insiden meninggalnya seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun yang tenggelam di kolam renang hotel berbintang empat tersebut.

Para demonstran menuntut agar manajemen Hotel Claro bertanggung jawab atas kejadian tragis yang diduga terjadi akibat kelalaian pengawasan di area kolam renang.

BACA JUGA :  Dokter RS Islam Faisal Bantah Tutupi Kasus Bocah Tenggelam di Kolam Renang Hotel Claro

Koordinator Aksi dari Srikandi Sulsel, Rudi, menyatakan bahwa pihaknya mendesak manajemen hotel untuk memberikan pertanggungjawaban secara terbuka kepada keluarga korban.

“Aksi ini sudah kami gelar untuk kedua kalinya. Kami menuntut agar Hotel Claro ditutup sementara. Kami juga meminta manajemen hotel menunjukkan bentuk tanggung jawab yang nyata kepada keluarga korban, serta kami ingin bertemu langsung dengan General Manager Hotel Claro Makassar,” tegas Rudi.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi
Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu
Fasilitas Tahanan Rumah Terdakwa Korupsi Nadiem Makarim Dinilai Cederai Keadilan
Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik
Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5
Kronologi Penemuan Mahasiswi Asal Torut Tewas di Kamar Kos Tidung Makassar
Prahara “Si Paling Artikulasi”, Juri LCC MPR RI Dihujat Usai Begal Nilai Siswa
Warga Tidung Makassar Geger, Mahasiswi Asal Torut Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:35 WITA

Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:28 WITA

Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:32 WITA

Fasilitas Tahanan Rumah Terdakwa Korupsi Nadiem Makarim Dinilai Cederai Keadilan

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:47 WITA

Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:40 WITA

Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5

Berita Terbaru