Jalur Tikus Antarprovinsi Jadi Surga Mafia BBM-LPG, Celah Ilegal Diminta Disekat

Senin, 7 September 2026 - 16:30 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Jalur Tikus Antarprovinsi Jadi Surga Mafia BBM-LPG, Celah Ilegal Diminta Disekat

Ilustrasi jalur tikus antarprovinsi mafia BBM saat bertransaksi (Visual AI)

Ringkasan

Jalur tikus antarprovinsi di Sulawesi menjadi akses utama penyelundupan BBM dan LPG tiga kilogram bersubsidi. Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mencatat puluhan kasus dan tersangka terkait penyalahgunaan energi bersubsidi sepanjang Maret hingga Mei 2026.

Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan mendesak pengawasan ketat di perbatasan melalui pembentukan pos pengamanan terpadu dan integrasi data digital. Penegakan hukum secara tegas dituntut untuk menindak seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan penyelundupan tersebut.

Zonafaktualnews.com – Jalur tikus antarprovinsi jadi “surga” bagi para mafia BBM dan LPG 3 kg untuk mengeruk pasokan bersubsidi.

Praktik penyelundupan ini paling sering terpantau di perbatasan jalur Trans-Sulawesi di Lutra dan Lutim yang menghubungkan Sulsel dengan Sulteng, poros timur menuju Sultra, serta jalur barat yang melintasi perbatasan Sulsel menuju Sulbar.

BACA JUGA :  Bisnis Ilegal Menjamur di Bulukumba, Tipidter Dituding Makan Gaji Buta

Aliansi Mahasiswa Sulsel (AMSS) melihat kondisi itu menunjukkan pengawasan rantai pasok selama ini masih lemah di luar area SPBU.

Persoalan ini muncul setelah Polda Sulsel mencatat 37 laporan polisi dengan 45 tersangka dalam kasus penyalahgunaan energi bersubsidi sepanjang Maret hingga Mei 2026.

Dari temuan itu, AMSS meminta agar seluruh celah ilegal di perbatasan ditutup lewat pengawasan lintas wilayah yang lebih ketat.

“Pengawasan tidak boleh hanya dilakukan di SPBU. Ketika energi bersubsidi didistribusikan ke luar daerah, asalnya, volumenya, pengangkutnya, serta penerima akhirnya wajib dipastikan,” kata perwakilan AMSS, Cukka Ulu dalam keterangannya, Senin (7/6/2026).

BACA JUGA :  Mafia BBM Jadi Biang Kerok Kelangkaan Diduga Kuasai SPBU di Barru

Wilayah perbatasan darat tersebut dinilai menjadi titik rawan yang memuluskan pergerakan truk pengangkut tanpa kontrol memadai.

AMSS menuntut adanya pos pengamanan terpadu di tiap perbatasan untuk menyaring armada logistik agar dokumen, muatan, dan tujuannya jelas.

Pemeriksaan berlapis ini diperlukan supaya pasokan energi rakyat tidak diselewengkan oleh spekulan pasar gelap antardaerah.

BACA JUGA :  Wow, Mafia BBM Beraksi Pakai “Surat Sakti” Expired di SPBU Terang-Terang

“Jangan hanya pelaku di lapangan yang ditindak apabila ada pihak lain yang mengatur. Ungkap siapa yang mengumpulkan, menampung, mengangkut, dan menerima barang tersebut,” ujar Cukka.

Selain penjagaan di jalan, integrasi data digital antara transaksi SPBU dan catatan kendaraan perlu dioptimalkan untuk melacak pergerakan sindikat.

Penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu dinilai penting untuk menghentikan jaringan penyalahgunaan subsidi ini.

“Jika terbukti melanggar, proses sesuai dengan ketentuan hukum. Tidak boleh ada pihak yang kebal hanya karena memiliki modal atau jaringan,” tandas Cukka.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Tambang Emas Ilegal di Bone Bolango Dilibas, Bos-Pengawas Dijebloskan ke Sel
Suket Gibran Disebut Hasil Manipulasi, Buni Yani Desak MK Diskualifikasi
Prabowo Cueki Jokowi di HUT TNI, Netizen: Mantap, Jangan Mau Disetir Lagi
Anak Disekap, Istri Ditikam 27 Kali, Suami di Gowa Bakar Diri Sendiri
Komplotan Geng Motor “Bocil” Dicokok Polisi Usai Bunuh Mahasiswa di Makassar
Protes Pelajar Ricuh di Prancis, Sekolah Dibakar hingga Bentrok dengan Polisi
Aksi Jilid II Rakyat Nusantara Ricuh di Kolaka, Polisi Diduga Pukuli Demonstran
Klaim 2015 Gibran “Kuliah di Singapura, Bukan Australia” Bentrok Data KPU

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:07 WITA

Tambang Emas Ilegal di Bone Bolango Dilibas, Bos-Pengawas Dijebloskan ke Sel

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:14 WITA

Suket Gibran Disebut Hasil Manipulasi, Buni Yani Desak MK Diskualifikasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:05 WITA

Prabowo Cueki Jokowi di HUT TNI, Netizen: Mantap, Jangan Mau Disetir Lagi

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:34 WITA

Anak Disekap, Istri Ditikam 27 Kali, Suami di Gowa Bakar Diri Sendiri

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WITA

Komplotan Geng Motor “Bocil” Dicokok Polisi Usai Bunuh Mahasiswa di Makassar

Berita Terbaru