Google Digugat Usai Ubah Nama Teluk Meksiko Jadi Teluk Amerika di Maps

Minggu, 11 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampilan platform peta Google Maps, Teluk Meksiko diubah menjadi Teluk Amerika

Tampilan platform peta Google Maps, Teluk Meksiko diubah menjadi Teluk Amerika

Zonafaktualnews.com – Google kini menghadapi gugatan hukum dari pemerintah Meksiko setelah perubahan nama “Teluk Meksiko” menjadi “Teluk Amerika” di platform Google Maps, yang hanya berlaku untuk tampilan pengguna di Amerika Serikat.

Keputusan perusahaan teknologi global ini langsung memicu kecaman dari pemerintah Meksiko, yang menilai bahwa perubahan tersebut menyalahi prinsip kedaulatan wilayah dan tidak menghormati batas geografis yang diakui secara internasional.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengungkapkan dalam konferensi pers yang digelar di Mexico City pada Sabtu (10/5/2025), bahwa pemerintah Meksiko telah memperingatkan Google sebelumnya mengenai perubahan nama ini, namun peringatan tersebut diabaikan.

Oleh karena itu, Meksiko mengambil langkah tegas dengan menggugat Google di pengadilan.

“Google sudah kami gugat secara hukum. Putusan awal telah keluar, dan kini kami menunggu keputusan final. Kami ingin memastikan bahwa ini adalah langkah yang tepat demi menghormati integritas wilayah kami,” ujar Sheinbaum.

Menurut Sheinbaum, Meksiko tidak mempermasalahkan jika nama “Teluk Amerika” digunakan untuk wilayah perairan yang berbatasan dengan Amerika Serikat.

Namun, ia menegaskan bahwa Google tidak berhak mengganti nama kawasan yang memiliki pengaruh geopolitik penting bagi Meksiko dan negara-negara lain di sekitar Teluk Meksiko, termasuk Kuba.

“Google tidak memiliki otoritas untuk menetapkan nama baru untuk wilayah internasional. Ini adalah soal integritas wilayah yang sudah lama diakui oleh komunitas internasional,” tegas Sheinbaum.

BACA JUGA :  Google Rayakan Ulang Tahun ke-25

Meksiko menuntut agar Google segera mengembalikan nama asli “Teluk Meksiko” pada wilayah yang berbatasan langsung dengan Meksiko dan Kuba.

Isu ini telah menjadi perhatian internasional, karena melibatkan pertentangan antara kebijakan internasional dan keputusan sepihak oleh perusahaan teknologi besar.

Perubahan nama ini berawal dari perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 20 Januari 2025, yang menginstruksikan perubahan nama Teluk Meksiko menjadi “Teluk Amerika”.

Google, mengikuti instruksi tersebut, mulai menerapkan perubahan nama itu pada tampilan peta Google Maps pada 11 Februari 2025.

BACA JUGA :  Google Maps Mendadak Berubah, Nama Kantor MK Jadi Mahkamah Keluarga

Keputusan ini langsung memicu perlawanan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah Meksiko, yang menganggapnya sebagai tindakan yang melanggar hak atas nama wilayah yang bersejarah.

Pemerintah Meksiko berharap bahwa gugatan ini akan memberikan pengajaran bagi perusahaan-perusahaan teknologi besar agar lebih berhati-hati dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan masalah geopolitik dan kedaulatan negara.

Saat ini, dunia masih menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai hasil gugatan ini yang berpotensi membawa dampak besar dalam hubungan antara perusahaan teknologi dan negara-negara di dunia.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh
PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul
Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius
Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan
Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor
2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi
Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama
Viral, Tangis Ibu Lansia di RS Balai Paru : “Rita, Sakit’ka Nak, Tidak Ada yang Lihat’ka”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WITA

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:29 WITA

PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:33 WITA

Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:51 WITA

Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:38 WITA

Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Berita Terbaru