Google Digugat Usai Ubah Nama Teluk Meksiko Jadi Teluk Amerika di Maps

Minggu, 11 Mei 2025 - 06:32 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Google Digugat Usai Ubah Nama Teluk Meksiko Jadi Teluk Amerika di Maps

Tampilan platform peta Google Maps, Teluk Meksiko diubah menjadi Teluk Amerika

Zonafaktualnews.com – Google kini menghadapi gugatan hukum dari pemerintah Meksiko setelah perubahan nama “Teluk Meksiko” menjadi “Teluk Amerika” di platform Google Maps, yang hanya berlaku untuk tampilan pengguna di Amerika Serikat.

Keputusan perusahaan teknologi global ini langsung memicu kecaman dari pemerintah Meksiko, yang menilai bahwa perubahan tersebut menyalahi prinsip kedaulatan wilayah dan tidak menghormati batas geografis yang diakui secara internasional.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengungkapkan dalam konferensi pers yang digelar di Mexico City pada Sabtu (10/5/2025), bahwa pemerintah Meksiko telah memperingatkan Google sebelumnya mengenai perubahan nama ini, namun peringatan tersebut diabaikan.

Oleh karena itu, Meksiko mengambil langkah tegas dengan menggugat Google di pengadilan.

BACA JUGA :  Google Rayakan Ulang Tahun ke-25

“Google sudah kami gugat secara hukum. Putusan awal telah keluar, dan kini kami menunggu keputusan final. Kami ingin memastikan bahwa ini adalah langkah yang tepat demi menghormati integritas wilayah kami,” ujar Sheinbaum.

Menurut Sheinbaum, Meksiko tidak mempermasalahkan jika nama “Teluk Amerika” digunakan untuk wilayah perairan yang berbatasan dengan Amerika Serikat.

Namun, ia menegaskan bahwa Google tidak berhak mengganti nama kawasan yang memiliki pengaruh geopolitik penting bagi Meksiko dan negara-negara lain di sekitar Teluk Meksiko, termasuk Kuba.

“Google tidak memiliki otoritas untuk menetapkan nama baru untuk wilayah internasional. Ini adalah soal integritas wilayah yang sudah lama diakui oleh komunitas internasional,” tegas Sheinbaum.

BACA JUGA :  Google Maps Mendadak Berubah, Nama Kantor MK Jadi Mahkamah Keluarga

Meksiko menuntut agar Google segera mengembalikan nama asli “Teluk Meksiko” pada wilayah yang berbatasan langsung dengan Meksiko dan Kuba.

Isu ini telah menjadi perhatian internasional, karena melibatkan pertentangan antara kebijakan internasional dan keputusan sepihak oleh perusahaan teknologi besar.

Perubahan nama ini berawal dari perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 20 Januari 2025, yang menginstruksikan perubahan nama Teluk Meksiko menjadi “Teluk Amerika”.

Google, mengikuti instruksi tersebut, mulai menerapkan perubahan nama itu pada tampilan peta Google Maps pada 11 Februari 2025.

Keputusan ini langsung memicu perlawanan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah Meksiko, yang menganggapnya sebagai tindakan yang melanggar hak atas nama wilayah yang bersejarah.

BACA JUGA :  Google Rayakan Ulang Tahun ke-25

Pemerintah Meksiko berharap bahwa gugatan ini akan memberikan pengajaran bagi perusahaan-perusahaan teknologi besar agar lebih berhati-hati dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan masalah geopolitik dan kedaulatan negara.

Saat ini, dunia masih menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai hasil gugatan ini yang berpotensi membawa dampak besar dalam hubungan antara perusahaan teknologi dan negara-negara di dunia.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Kakak Husniah Talenrang, Fadil Imran Dapat Penugasan Baru dari Prabowo
Dr. Mintarsih Ulik Skenario Dilusi Saham Blue Bird, RUPS 28,65% Dipersoalkan
Prabowo Rombak Kabinet, Pratikno Lengser, Bahlil-Sigit Digeser, Suyudi Kapolri
Si Manja Kembali Rapat, Dg Sutte Puas Dijepit
Tiga Oknum Anggota DPRD Surabaya Diciduk Pesta Ekstasi di Hotel Mewah
Lapas Rasa Villa Diratakan Ditjen PAS, DPR Minta Jangan Hilangkan Jejak
DPO Tewas Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Uji Rantai Komando Polda Sulsel
APAK dan GRH Desak Kejari Periksa Ketua KONI Makassar Terkait Hibah

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:00 WITA

Kakak Husniah Talenrang, Fadil Imran Dapat Penugasan Baru dari Prabowo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:34 WITA

Dr. Mintarsih Ulik Skenario Dilusi Saham Blue Bird, RUPS 28,65% Dipersoalkan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Prabowo Rombak Kabinet, Pratikno Lengser, Bahlil-Sigit Digeser, Suyudi Kapolri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:29 WITA

Si Manja Kembali Rapat, Dg Sutte Puas Dijepit

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:45 WITA

Tiga Oknum Anggota DPRD Surabaya Diciduk Pesta Ekstasi di Hotel Mewah

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Si Manja Kembali Rapat, Dg Sutte Puas Dijepit

Kamis, 1 Okt 2026 - 14:29 WITA