F-KRB Desak Penutupan Tambang di Mandai Usai Pekerja Tewas Tragis

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 11:57 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

F-KRB Desak Penutupan Tambang di Mandai Usai Pekerja Tewas Tragis

Warga tewas di tambang galian C Desa Patontongan usai terjatuh dari atas truk saat menutup terpal muatan.

Zonafaktualnews.com – Forum Koalisi Rakyat Bersatu (F-KRB) mendesak Polres Maros dan pemerintah daerah segera menutup tambang galian C di Desa Patontongan, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Desakan ini kian menguat setelah seorang pekerja tambang tewas tragis akibat terjatuh dari truk pengangkut material tanpa perlengkapan keselamatan kerja.

Peristiwa maut itu terjadi pada Jumat (8/8/2025) siang. Korban, yang sehari-hari membantu memuat material tambang, tengah menutup terpal muatan di atas bak truk. Tiba-tiba, ia kehilangan keseimbangan, terpeleset, dan jatuh menghantam keras badan jalan.

“Begitu jatuh, kepala korban langsung menghantam tanah. Posisi kepala di bawah, lehernya patah. Ia meninggal di tempat,” ungkap seorang saksi mata di lokasi.

BACA JUGA :  F-KRB Bantah Isu “86” dengan Mira Hayati Terkait Pindah ke Lapas Takalar

Lokasi tambang yang disebut-sebut dikelola PT Global itu kerap dipadati pekerja tanpa perlengkapan keselamatan memadai.

F-KRB menilai kecelakaan ini adalah bukti nyata lemahnya pengawasan dan indikasi pelanggaran aturan keselamatan kerja.

“Kami minta Kapolres jangan setengah-setengah menindak tambang, apalagi kalau ada oknum yang ikut bermain,” tegas Ketua F-KRB, Muh Darwis, Sabtu (9/8/2025).

Darwis juga mengingatkan bahwa keselamatan pekerja adalah prioritas yang dijamin undang-undang.

Ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tersebut tertuang dalam UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja serta UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang telah diubah dengan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

BACA JUGA :  Orangtua Murid Sebut Kalau Tak Setor Rp 500 Ribu Tidak Terima Ijazah

Regulasi tersebut mewajibkan perusahaan menyediakan alat pelindung diri (APD), melaksanakan prosedur kerja aman, dan menjamin lingkungan kerja yang layak bagi pekerja.

“Undang-undang jelas mewajibkan perlindungan keselamatan bagi pekerja. Kalau perusahaan abai, itu pelanggaran serius. Penegak hukum harus bertindak tegas. Jangan tunggu ada korban lagi,” pungkas Darwis.

Diberitakan sebelumnya, tambang galian C di Desa Patontongan, Kecamatan Mandai, Sulawesi Selatan, “makan tumbal”.

Seorang pekerja tewas seketika usai terjatuh dari atas truk pengangkut material, Jumat (8/8/2025) pagi.

Korban yang sehari-hari ikut membantu memuat material tambang itu sedang menutup terpal muatan saat insiden terjadi.

BACA JUGA :  Studi Tour Dinas Pertanian Barru Habiskan Rp 700 Juta untuk 100 Peserta, Layakkah?

Ia terpeleset, kehilangan keseimbangan, lalu jatuh menghantam badan jalan dengan posisi kepala terlebih dahulu.

“Begitu jatuh, kepala korban langsung menghantam tanah. Posisi kepala di bawah, lehernya patah. Ia meninggal di tempat,” ungkap seorang saksi mata di lokasi.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan maupun aparat penegak hukum terkait insiden ini. Sementara itu, aktivitas tambang masih berlangsung seperti biasa.

(DS/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Tiga Oknum Anggota DPRD Surabaya Diciduk Pesta Ekstasi di Hotel Mewah
Lapas Rasa Villa Diratakan Ditjen PAS, DPR Minta Jangan Hilangkan Jejak
DPO Tewas Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Uji Rantai Komando Polda Sulsel
APAK dan GRH Desak Kejari Periksa Ketua KONI Makassar Terkait Hibah
DPO Bantaeng Tewas Ditembak, Dirnarkoba Polda Sulsel Diminta Dicopot
Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG
Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja
Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:45 WITA

Tiga Oknum Anggota DPRD Surabaya Diciduk Pesta Ekstasi di Hotel Mewah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:14 WITA

Lapas Rasa Villa Diratakan Ditjen PAS, DPR Minta Jangan Hilangkan Jejak

Rabu, 30 September 2026 - 17:16 WITA

DPO Tewas Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Uji Rantai Komando Polda Sulsel

Rabu, 30 September 2026 - 17:02 WITA

APAK dan GRH Desak Kejari Periksa Ketua KONI Makassar Terkait Hibah

Rabu, 30 September 2026 - 03:50 WITA

DPO Bantaeng Tewas Ditembak, Dirnarkoba Polda Sulsel Diminta Dicopot

Berita Terbaru