Ekonomi Rontok, Dampak Kebijakan Jokowi-Prabowo Kian Terasa

Kamis, 3 April 2025 - 18:52 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Foto ilustrasi grafik pelemahan ekonomi (ist)

Foto ilustrasi grafik pelemahan ekonomi (ist)

Zonafaktualnews.com – Langit ekonomi Indonesia makin kelam. Tak ada tanda-tanda perbaikan, justru yang terlihat adalah perlahan tapi pasti, Indonesia makin terjerumus dalam pusaran ketidakpastian. IHSG anjlok, daya beli jeblok, dan industri megap-megap.

“Ini bukan sekadar pelemahan ekonomi biasa. Ini akumulasi kebijakan yang tak punya arah,” tegas pengamat ekonomi politik Universitas Airlangga, Ichsanuddin Noorsy, Rabu, 2 April 2025.

Noorsy menilai, efek kebijakan Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto makin terasa.

Kelas menengah yang dulu jadi tulang punggung ekonomi, kini menyusut hingga 9,7 juta jiwa. Industri? Kian sekarat, tak bisa bersaing. PHK terus bergulir, sejak 2020 hingga kini, tak ada tanda-tanda surut.

BACA JUGA :  Luhut Akui Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah “Busuk” Sejak Awal

Bukan hanya itu. Inflasi rendah? Bukan kabar baik! Itu justru menunjukkan lesunya ekonomi. Orang tak lagi punya daya beli, transaksi menurun, pasar kehilangan gairah. Sementara rupiah terus tergerus, makin tak berdaya menghadapi tekanan global.

Belum cukup sampai di situ, kebijakan relokasi anggaran 2025 justru makin memperparah situasi.

“Pemerintah salah langkah. Likuiditas makin kering, konsumsi tertekan, Indonesia malah terjerumus ke dalam deflasi!” kata Noorsy.

BACA JUGA :  Okky Madasari Sentil Janji 19 Juta Kerja Lewat Puisi: “Telingaku Dengar Janji, Mataku Lihat PHK”

Efeknya langsung terasa. Ramadan yang biasanya jadi momentum pergerakan ekonomi justru membawa tekanan baru. PPN naik jadi 12 persen, harga-harga tetap tinggi, masyarakat makin terbebani.

Di sisi lain, proyek ambisius seperti Danantara dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi justru dinilai sebagai kebijakan setengah matang.

“Tanpa perhitungan cermat, ini hanya jadi proyek yang makin menguras fiskal,” tegasnya.

BACA JUGA :  TikTok Bakal Pangkas Seribu Pekerja Secara Global

Noorsy memperingatkan, jika pemerintah tak segera turun tangan, ekonomi nasional akan makin kehilangan kepercayaan.

Pasar ragu, investor lari, industri ambruk, rakyat yang akhirnya menanggung akibatnya.

“Tanpa langkah konkret, perekonomian kita hanya akan jadi kapal yang perlahan tenggelam di lautan krisis!” pungkasnya.

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Antrean Truk Mengular di Parepare, Pertamina Cuek: Saya Urus Dalam Pager
Diserang Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Lapor Polisi
Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut
Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon
Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi
Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?
Pria Lansia Tewas di Kanal Batua Raya, Eceng Gondok Jadi Biang Kerok Pencarian
Kasus Pengancaman Dosen UIN Alauddin Makassar, LKBHMI Ambil Sikap Tegas

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:10 WITA

Antrean Truk Mengular di Parepare, Pertamina Cuek: Saya Urus Dalam Pager

Rabu, 16 September 2026 - 03:49 WITA

Diserang Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Lapor Polisi

Rabu, 16 September 2026 - 02:03 WITA

Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut

Selasa, 15 September 2026 - 17:21 WITA

Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon

Selasa, 15 September 2026 - 16:09 WITA

Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi

Berita Terbaru