Djarot Soroti Kriminalisasi Hasto-Lembong: Gajah Tak Terlihat, Kutu Diburu

Senin, 28 Juli 2025 - 01:43 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Djarot Soroti Kriminalisasi Hasto-Lembong: Gajah Tak Terlihat, Kutu Diburu

Djarot Saiful Hidayat

Zonafaktualnews.com – Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, melontarkan kritik tajam terhadap arah penegakan hukum di Indonesia yang menurutnya tidak lagi berjalan netral dan adil.

Kritik ini disampaikan dalam pidatonya di Kantor DPP PDIP, Jakarta, pada Minggu, 27 Juli 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Djarot menyoroti apa yang ia sebut sebagai upaya kriminalisasi terhadap sejumlah tokoh politik tertentu, termasuk Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan mantan Menteri Perdagangan Thomas Lembong (Tom Lembong).

“Siapa yang berbeda pendapat, dikriminalisasi. Dicari-cari kesalahannya, lalu dimasukkan ke penjara,” ujar Djarot di hadapan kader partai.

BACA JUGA :  Elektabilitas Prabowo Ungguli Ganjar hingga 10,4 persen

Djarot menegaskan bahwa proses hukum terhadap Hasto dan Lembong diduga kuat bermuatan politis dan bukan murni penegakan hukum.

Djarot menambahkan bahwa praktik penegakan hukum saat ini cenderung tebang pilih.

Ia menyindir tajam bagaimana kasus-kasus besar justru seolah tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum.

“Gajah di pelupuk mata tak kelihatan, kutu di seberang pulau malah dicari-cari,” sindirnya.

Djarot mencontohkan beberapa dugaan kasus besar yang hingga kini belum jelas penanganannya, seperti skandal korupsi minyak goreng, pengadaan pesawat jet, proyek infrastruktur di Sumatera Utara, hingga perkara korupsi di Blok Medan.

BACA JUGA :  Ade Armando Sebut PDIP Sombong dan Potensi Kekalahan Ganjar

“Kasus-kasus besar seperti minyak goreng, pengadaan jet, korupsi di Sumut, semuanya seperti lolos begitu saja,” ucapnya.

Pernyataan Djarot ini langsung menjadi sorotan publik karena menyentil ketimpangan yang terjadi dalam proses penegakan hukum menjelang Pemilu 2024.

Meskipun tidak secara gamblang menyebut nama-nama pejabat negara, kritik tersebut dianggap sebagai sindiran keras terhadap aparat hukum yang dinilai tunduk pada kepentingan politik.

Djarot pun belum memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai makna “gajah” yang ia singgung dalam pidatonya, namun banyak pihak menilai pernyataan itu sebagai simbolisasi terhadap figur atau kelompok kuat yang kebal hukum.

BACA JUGA :  PDIP Pasrah Minta Jokowi Datang untuk Pamit dari Kader

Di tengah situasi politik yang makin memanas, PDIP terlihat semakin vokal mengkritisi dinamika hukum dan demokrasi nasional.

Pidato Djarot menjadi bagian dari upaya partai untuk menyuarakan ketidakadilan yang mereka rasakan, sekaligus menunjukkan keberpihakan terhadap kader dan tokoh partai yang saat ini tengah menghadapi tekanan hukum.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Kayu Ilegal di Luwu Utara Digagalkan, Sopir dan Truk Diamankan Petugas
Jalan Beton Parepare Diduga Ubah Ready Mix, Mutu K250 Diminta Diuji Core Drill
Kejari Kantongi LHP BPK, Kasus Korupsi Jalan Beton Parepare Segera Diekspose
Dalih Operasional MBG, Wanita di Makassar Sikat 19 Mobil Rental Lalu Digadai
dr Mintarsih Kuliti Sisi Gelap Blue Bird, Mulai dari Penculikan hingga Bekingan Jenderal
Antrean Truk Mengular di Parepare, Pertamina Cuek: Saya Urus Dalam Pager
Diserang Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Lapor Polisi
Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:49 WITA

Kayu Ilegal di Luwu Utara Digagalkan, Sopir dan Truk Diamankan Petugas

Kamis, 17 September 2026 - 18:07 WITA

Jalan Beton Parepare Diduga Ubah Ready Mix, Mutu K250 Diminta Diuji Core Drill

Kamis, 17 September 2026 - 02:40 WITA

Kejari Kantongi LHP BPK, Kasus Korupsi Jalan Beton Parepare Segera Diekspose

Kamis, 17 September 2026 - 02:25 WITA

Dalih Operasional MBG, Wanita di Makassar Sikat 19 Mobil Rental Lalu Digadai

Rabu, 16 September 2026 - 16:16 WITA

dr Mintarsih Kuliti Sisi Gelap Blue Bird, Mulai dari Penculikan hingga Bekingan Jenderal

Berita Terbaru