Djarot Soroti Kriminalisasi Hasto-Lembong: Gajah Tak Terlihat, Kutu Diburu

Senin, 28 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Djarot Saiful Hidayat

Djarot Saiful Hidayat

Zonafaktualnews.com – Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, melontarkan kritik tajam terhadap arah penegakan hukum di Indonesia yang menurutnya tidak lagi berjalan netral dan adil.

Kritik ini disampaikan dalam pidatonya di Kantor DPP PDIP, Jakarta, pada Minggu, 27 Juli 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Djarot menyoroti apa yang ia sebut sebagai upaya kriminalisasi terhadap sejumlah tokoh politik tertentu, termasuk Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan mantan Menteri Perdagangan Thomas Lembong (Tom Lembong).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Siapa yang berbeda pendapat, dikriminalisasi. Dicari-cari kesalahannya, lalu dimasukkan ke penjara,” ujar Djarot di hadapan kader partai.

BACA JUGA :  Prabowo Hapus Warisan Dendam Jokowi Lewat Abolisi dan Amnesti

Djarot menegaskan bahwa proses hukum terhadap Hasto dan Lembong diduga kuat bermuatan politis dan bukan murni penegakan hukum.

Djarot menambahkan bahwa praktik penegakan hukum saat ini cenderung tebang pilih.

Ia menyindir tajam bagaimana kasus-kasus besar justru seolah tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum.

“Gajah di pelupuk mata tak kelihatan, kutu di seberang pulau malah dicari-cari,” sindirnya.

Djarot mencontohkan beberapa dugaan kasus besar yang hingga kini belum jelas penanganannya, seperti skandal korupsi minyak goreng, pengadaan pesawat jet, proyek infrastruktur di Sumatera Utara, hingga perkara korupsi di Blok Medan.

BACA JUGA :  3 Parpol Koalisi Perubahan Siap Bergabung dengan PDIP

“Kasus-kasus besar seperti minyak goreng, pengadaan jet, korupsi di Sumut, semuanya seperti lolos begitu saja,” ucapnya.

Pernyataan Djarot ini langsung menjadi sorotan publik karena menyentil ketimpangan yang terjadi dalam proses penegakan hukum menjelang Pemilu 2024.

Meskipun tidak secara gamblang menyebut nama-nama pejabat negara, kritik tersebut dianggap sebagai sindiran keras terhadap aparat hukum yang dinilai tunduk pada kepentingan politik.

Djarot pun belum memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai makna “gajah” yang ia singgung dalam pidatonya, namun banyak pihak menilai pernyataan itu sebagai simbolisasi terhadap figur atau kelompok kuat yang kebal hukum.

BACA JUGA :  Jokowi Dipuji Selevel Nabi, Ferdinand: Justru Harus Diseret ke Meja Hijau

Di tengah situasi politik yang makin memanas, PDIP terlihat semakin vokal mengkritisi dinamika hukum dan demokrasi nasional.

Pidato Djarot menjadi bagian dari upaya partai untuk menyuarakan ketidakadilan yang mereka rasakan, sekaligus menunjukkan keberpihakan terhadap kader dan tokoh partai yang saat ini tengah menghadapi tekanan hukum.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Warga Wajib Tahu, Ini Dua Warna Karcis Parkir Asli yang Berlaku di Makassar
Dua Bulan Mengendap di Polres, Kasus Teror Staf MTsN Asahan Jalan di Tempat
Viral, Bu Haji dan RT Soal Sampah, Netizen: “Buang Saja Depan Kantor Wali Kota”
Modal “Mokondo” Tebar Bualan
Media Belanda Gulirkan Isu Indonesia Bangkrut, Prabowo Singgung “Londo Ireng”
KM Mutiara Sentosa 2 Tujuan Makassar Terbakar, 250 Penumpang Dievakuasi
Goyangan Janda Muda
Loket Check In Molor, Penumpang Keluhkan Pelayanan Pelabuhan Makassar

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:19 WITA

Warga Wajib Tahu, Ini Dua Warna Karcis Parkir Asli yang Berlaku di Makassar

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:46 WITA

Dua Bulan Mengendap di Polres, Kasus Teror Staf MTsN Asahan Jalan di Tempat

Senin, 3 Agustus 2026 - 02:28 WITA

Viral, Bu Haji dan RT Soal Sampah, Netizen: “Buang Saja Depan Kantor Wali Kota”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:08 WITA

Modal “Mokondo” Tebar Bualan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Media Belanda Gulirkan Isu Indonesia Bangkrut, Prabowo Singgung “Londo Ireng”

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Modal “Mokondo” Tebar Bualan

Minggu, 2 Agu 2026 - 16:08 WITA