Diterpa Platform Digital, Kompas, iNews dan Stasiun TV Lain Lakukan PHK

Sabtu, 3 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kolase : Presenter Kompas TV menangis saat siaran, sementara kru iNews Surabaya berpamitan usai terdampak PHK massal imbas gempuran platform digital.

Foto Kolase : Presenter Kompas TV menangis saat siaran, sementara kru iNews Surabaya berpamitan usai terdampak PHK massal imbas gempuran platform digital.

Zonafaktualnews.com – Industri televisi nasional sedang menghadapi badai besar akibat perubahan drastis pola konsumsi media masyarakat.

Kompas TV dan sejumlah stasiun televisi lain terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, sebagai respons atas tekanan ekonomi dan penurunan jumlah penonton yang signifikan.

Akun X @PartaiSocmed pada Jumat (2/5/2025) mengungkap bahwa Kompas TV telah merumahkan ratusan karyawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

GlobalTV, yang berada di bawah naungan MNC Group, juga memangkas sekitar 30% staf di divisi produksinya. Bahkan secara keseluruhan, MNC Group disebut telah melepas sekitar 400 karyawan.

RTV turut terdampak dengan mengurangi 40 pekerja di setiap divisi, sementara iNews mengambil langkah paling drastis dengan menutup seluruh kantor cabangnya di berbagai daerah.

Fenomena ini menunjukkan bahwa media televisi konvensional semakin terdesak oleh kehadiran platform digital.

Berdasarkan survei GoodStats yang dirilis Oktober 2024, sebanyak 57% responden menyatakan terakhir kali menonton TV lokal beberapa bulan lalu, dan 4% lainnya mengaku belum pernah menontonnya sama sekali.

Direktur Utama LPP TVRI, Iman Brotoseno, turut menyoroti penurunan minat menonton televisi dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menyebut bahwa kehadiran platform seperti YouTube, Netflix, Disney+ Hotstar, hingga Prime Video menjadi salah satu faktor utama yang menggeser dominasi televisi sebagai media utama masyarakat.

Di media sosial, warganet mengamini perubahan tren ini. “Sekarang orang lebih suka nonton YouTube di smart TV.

TV lokal makin jarang dipilih,” tulis salah satu pengguna X.

Sementara lainnya menyampaikan kritik terhadap isi tayangan.

 “Acaranya gak menarik. Banyak konten cringe dari TikTok yang dipaksakan jadi acara TV,” timpal yang lainnya.

Kondisi ini menjadi peringatan keras bagi industri televisi di Indonesia. Tanpa inovasi konten, digitalisasi strategi, dan pendekatan baru terhadap audiens, stasiun TV lokal terancam semakin kehilangan relevansi di era yang serba digital.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Tiga Kekeliruan Fatal Klaim “APBN Setara Baitul Mal Modern”
Ironis! APBN “Disembelih” Atas Nama Kurban Rakyat, Narasi Efisiensi Runtuh
Pembunuh dan Pemerkosa Siswi SD di Tallo Makassar Akhirnya Berhasil Ditangkap
Manajemen MaxOne Hotel Makassar Bagi-bagi Ratusan Daging Kurban ke Warga
Tak Terima Disebut “Suku Barbar”, Warga Minang Laporkan Abu Janda ke Bareskrim
Wali Kota Palopo “Janjimu Tale’e”, Jembatan Pajalesang Belum Juga Diperbaiki
Heboh, Objek Misterius Mirip UFO Mendarat di Madura, Netizen: “Wah, Ini Bezita”
Narasi ‘Demo Anarkis’ Diduga Pengalihan Isu, Alibi Lapas Bollangi Tutupi Kasus Narkoba?

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:35 WITA

Tiga Kekeliruan Fatal Klaim “APBN Setara Baitul Mal Modern”

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:32 WITA

Ironis! APBN “Disembelih” Atas Nama Kurban Rakyat, Narasi Efisiensi Runtuh

Kamis, 28 Mei 2026 - 00:15 WITA

Pembunuh dan Pemerkosa Siswi SD di Tallo Makassar Akhirnya Berhasil Ditangkap

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:18 WITA

Manajemen MaxOne Hotel Makassar Bagi-bagi Ratusan Daging Kurban ke Warga

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:28 WITA

Tak Terima Disebut “Suku Barbar”, Warga Minang Laporkan Abu Janda ke Bareskrim

Berita Terbaru