Diduga Serang Nama Baik Putri Dakka, dr Resti Ditetapkan Tersangka Polda Sulsel

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr Resti Apriani Muzakkir (Ist)

dr Resti Apriani Muzakkir (Ist)

Zonafaktualnews.com – dr Resti Apriani Muzakkir (35) resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Subdit 5 Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Sulsel atas dugaan penyerangan terhadap nama baik Putri Dakka melalui media sosial.

Dokter kecantikan yang juga pemilik Ressty Aesthetic Clinic itu diduga menyebarkan konten bernada penghinaan.

Penetapan tersangka tersebut dibenarkan Kanit 4 Subdit 5 Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Sultan Iqbal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kompol Sultan Iqbal mengatakan status tersangka ditetapkan pada 15 Januari 2026 setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup.

“Penetapan tersangka itu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433 ayat (1) dan ayat (2) UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian pidana,” ujar Kompol Sultan Iqbal kepada wartawan, Jumat (16/1/2026).

Sementara itu, kuasa hukum Putri Dakka, Artahsasta Prasetyo Santoso, menjelaskan bahwa perkara ini berawal dari laporan kliennya yang juga merupakan mantan calon anggota DPR RI dari Partai NasDem daerah pemilihan Sulsel.

BACA JUGA :  Proyek PSEL Makassar Diduga Sarat Gratifikasi, Laksus Akan Laporkan ke Polda Sulsel

Laporan tersebut terkait dugaan pencemaran nama baik melalui unggahan akun Instagram milik dr Resti pada 17 Desember 2024.

Dalam unggahan tersebut, dr Resti diduga menuliskan narasi yang menyebut Putri Dakka sebagai “DPO” serta menuding adanya dugaan penipuan terhadap ratusan calon jamaah umrah, disertai kalimat bernada sindiran terhadap gaya hidup korban.

BACA JUGA :  Kompolnas Sesalkan Aksi Pelecehan Seksual Oknum Polda Sulsel

“Perbuatan penghinaan itu tidak berhenti di satu unggahan, tetapi terus berlanjut dan menyebar ke berbagai platform media sosial hingga media arus utama,” kata Artahsasta.

Artahsasta menilai rangkaian unggahan tersebut mengindikasikan adanya pola kampanye hitam yang terorganisir dengan tujuan merusak reputasi Putri Dakka di ruang publik, terutama dalam konteks persaingan politik.

“Penghinaan dilakukan secara massif dan terstruktur, dengan mens rea untuk menjatuhkan pamor klien kami di mata calon pemilih,” tegasnya.

Di sisi lain, kuasa hukum dr Resti Apriani, Ida Hamidah, mengaku belum dapat memberikan pernyataan rinci terkait penetapan tersangka kliennya.

BACA JUGA :  KKP Rutan Makassar Tegaskan Tak Ada Suap dan Perlakuan Istimewa Bos Skincare Ilegal

Ida Hamidah menyebut masih mempelajari secara menyeluruh materi perkara yang tengah ditangani penyidik.

“Saya perlu mempelajari dulu berkas perkaranya, karena saya bukan penasihat hukum dr Resti sejak awal. Setelah itu baru kami tentukan langkah hukum selanjutnya,” ujar Ida Hamidah.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Viral, Dua Pria Terekam “Solo Karier” di Tengah Penumpang Bus Transjakarta
Ayah Pemenang Hak Asuh di Takalar Banting Bayi dan Hajar Mantan Istri
Rupiah “Mendadak Sultan” di Iran Saat Rial Tersungkur Tanpa Ampun
DJP Serahkan Tersangka Sindikat Faktur Fiktif, Negara Dirugikan Rp170 Miliar
Trump Gulingkan Maduro Demi Minyak, Lalu Klaim Diri Presiden Venezuela
Kacau, 5 Tahun Mengendap, Kasus Penipuan di Polres Sidrap Baru Jalan Usai Viral Dulu
Puluhan Ibu Hamil, Anak Sekolah hingga Balita di Majene Diduga Keracunan MBG
Mencekam, Warga AS Diminta Tinggalkan Iran, Trump Keluarkan Ancaman Militer

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 01:50 WITA

Viral, Dua Pria Terekam “Solo Karier” di Tengah Penumpang Bus Transjakarta

Sabtu, 17 Januari 2026 - 00:40 WITA

Diduga Serang Nama Baik Putri Dakka, dr Resti Ditetapkan Tersangka Polda Sulsel

Jumat, 16 Januari 2026 - 01:10 WITA

Ayah Pemenang Hak Asuh di Takalar Banting Bayi dan Hajar Mantan Istri

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:04 WITA

Rupiah “Mendadak Sultan” di Iran Saat Rial Tersungkur Tanpa Ampun

Kamis, 15 Januari 2026 - 01:16 WITA

DJP Serahkan Tersangka Sindikat Faktur Fiktif, Negara Dirugikan Rp170 Miliar

Berita Terbaru