Dana Hibah Pramuka Makassar Diduga Diselewengkan, Laksus Minta Audit Total

Kamis, 16 Oktober 2025 - 13:39 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Dana Hibah Pramuka Makassar Diduga Diselewengkan, Laksus Minta Audit Total

Direktur Lembaga Antikorupsi Sulsel (Laksus), Muhammad Ansar

Zonafaktualnews.com – Direktur Lembaga Antikorupsi Sulsel (Laksus), Muhammad Ansar menyoroti penggunaan anggaran hibah Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Makassar 2024.

Ansar menyebut, kegiatan Pramuka Makassar banyak yang terindikasi fiktif.

“Tahun 2024, Pramuka Makassar menerima hibah sebesar Rp3 miliar. Kami temukan ada indikasi 70 persen kegiatannya fiktif,” ujar Ansar, Kamis (16/10/2025).

Ansar mengemukakan, dari hasil penelusuran pihaknya, realisasi kegiatan Pramuka terkesan sumir.

Ada indikasi kegiatan-kegiatan non-fisik yang dilakukan tidak berkesesuaian dengan laporan penggunaan anggaran.

“Jadi antara kegiatan dengan nilai anggaran yang alokasikan itu timpang. Ada kegiatan yang nilai anggarannya kecil, tapi laporan penggunaan dananya besar. Kita temukan di sini ada dugaan penggelembungan atau mark-up,” jelas Ansar.

BACA JUGA :  LAKSUS Minta APH Selidiki Lahan Milik Eks Pejabat Pemkot Makassar di Untia

Selain itu, juga ditemukan kegiatan yang tidak terlaksana. Tetapi laporannya justru terealisasi dengan nilai anggaran fantastis.

“Dari Rp3 miliar anggaran hibah 2024 itu hanya sekitar Rp1 miliar yang riil terealisasi untuk kegiatan. Ini yang Rp2 miliar menguap atau fiktif,” terang Ansar.

Menurut Ansar, laporan pertanggungjawaban kegiatan Pramuka harusnya diaudit ulang.

Ansar mendesak dilakukan audit menyeluruh. Sebab terdapat banyak ketimpangan di sana.

Kata Ansar, LPJ 2024 sangat tidak mencerminkan realitas kegiatan secara konkret. Terutama pada kegiatan non-fisik yang menelan anggaran tak wajar.

BACA JUGA :  Proyek RS Galesong Gagal, Laksus Minta Polda Sulsel Periksa Eks Bupati Takalar

“Harus segera diaudit. Karena banyak yang tidak rasional. Kegiatannya kecil. Hanya serenoni-seremoni, tapi anggarannya besar. Lalu LPJ dibikin seolah-olah terlaksana. Padahal tidak. Fiktif,” ketusnya.

Karena itu Ansar mendesak aparat penegak hukum segera mengusut dugaan penyimpangan di tubuh Pramuka. Ia meminta pihak-pihak berkompeten segera diperiksa.

“Segera periksa semua itu pengurus Kwarcab Makassar. Saya yakin ini tak melibatkan satu dua individu, tapi ada persekongkolan para pemegang kebijakan di Pramuka,” tandasnya.

Ansar juga menduga, penyimpangan ini telah berlangsung lama.

BACA JUGA :  LAKSUS Turunkan Tim Pantau Anggaran RT/RW, Jangan Ada Mark-up dan Fiktif

“Jadi harus diperiksa bukan cuma di 2024. Tapi juga tahun-tahun sebelumnya. Ketimpangan penggunaan anggaran di Pramuka itu sudah berlangsung lama. Itu tradisi korupsi yang terpelihara di sana. Saatnya dibongkar sekarang,” ucapnya.

Kondisi internal Kwarcab Makassar sendiri saat ini juga dinilai tidak kondusif. Kepemimpinan organisasi dianggap tidak berjalan efektif karena lemahnya koordinasi dan tidak aktifnya sejumlah pengurus inti.

(RL/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Pria Beristri Berebut Cinta Janda di Kendal, Duel Berdarah Berakhir Pindah Alam
Karhutla Tak Ditetapkan Bencana Nasional, Menko Polkam Sebut RI Masih Sanggup
Gunung Latimojong Enrekang Mencekam, Api Karhutla 7 Hari Belum Padam
2 Kali Ngumpet dari Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa
Gudang Sabu Berkedok Salon di Makassar Digerebek Polisi, 4 Orang Diciduk
Istana Presiden Yaman Diberondong Rudal Houthi, 5 Tewas dan 16 Luka-luka
Merinding, Langit Palangka Raya Berubah Oranye Pekat Bak Film Kiamat
Perang Kelompok Rajawali vs Kokolojia di Makassar Pecah, 1 Pemuda Tewas