Cinta Berawal dari Sang Kakak Berakhir di Pelaminan dengan Adik Kelas 1 SMP

Senin, 26 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar video viral pernikahan dini sepasang remaja di Lombok

Tangkapan layar video viral pernikahan dini sepasang remaja di Lombok

Zonafaktualnews.com – Di kaki Gunung Rinjani, di antara semilir angin Gendang Beleq dan riuh Kecimol yang mengiringi langkah-langkah kecil di atas jalanan kampung, dua remaja berdiri di pelaminan, menukar masa kanak-kanak dengan beban rumah tangga.

RN (16), pemuda putus sekolah, menatap masa depannya dari balik pelukan adat Sasak. Di sisinya, YL (14), siswi kelas 1 SMP yang wajahnya belum lama lepas dari dunia boneka dan buku pelajaran, kini memanggul gelar istri.

Cinta RN tak lahir tiba-tiba. Ia bersemi dari relasi lama yang ironis. Dua tahun lalu, ia jatuh hati kepada kakak YL. Tapi takdir berkata lain. Hubungan kandas, namun rasa berpindah. Bukan ke luar, tapi ke dalam lingkar yang lebih sempit—kepada sang adik.

“Supaya tidak dibelas,” ujar RN singkat saat ditemui wartawan di rumahnya, Minggu (25/5/2025), merujuk pada upaya pemisahan pernikahan secara adat.

Dan benar, pernikahan ini bukan tanpa hambatan. Kepala Desa Sukaraja, Lalu Januarsa Atmaja, menuturkan bahwa tiga minggu sebelum acara Nyongkolan yang kini viral, pasangan remaja ini sempat dicoba dinikahkan, tapi digagalkan.

“Sudah kita upayakan terjadi pembelasan oleh Kadus dan kita berhasil melakukan pemisahan keduanya,” jelas Lalu Januarsa.

Namun cinta memang kadang nekat. RN membawa lari YL ke Sumbawa, dua hari dua malam, tanpa sepengetahuan siapa pun.

BACA JUGA :  Menteri PPPA Kecam Pernikahan Bocah Ingusan di NTB

“Karena orang tua/wali perempuan ndak ngasih dia. Dia ndak mau nerima kembali anak perempuannya,” ujar sang kades.

Di tengah penolakan, keluarga akhirnya menyerah. Dan pada 5 Mei 2025, pernikahan digelar.

Tanggal 21 Mei, Nyongkolan dilakukan besar-besaran. Denting musik, jaran kamput, gendang bertalu, seolah merayakan bukan hanya dua insan, tapi juga kekalahan norma usia dan hukum.

Video viral menunjukkan YL menari dan marah-marah, ditonton lebih dari 2 juta kali di media sosial. Sebuah potret kehidupan yang terlalu cepat dipercepat.

Kini RN bekerja serabutan. Menjual tembakau, mengangkut bawang dari Sembalun, hingga berburu rongsokan bersama pamannya demi menyambung hidup sang istri dan neneknya yang renta.

BACA JUGA :  Menteri PPPA Kecam Pernikahan Bocah Ingusan di NTB

“Pernah sehari paling banyak dapat Rp 500 ribu,” akunya.

Ia mengaku putus sekolah karena perkelahian dan bentrok dengan petugas keamanan.

Ketika ditanya soal pendidikan ke depan, baik RN maupun YL diam. Tapi harapan masih muncul dari suara orang tua YL.

“Mereka berharap agar diberi pendampingan psikolog,” katanya.

Di ujung semua keramaian ini, pernikahan RN dan YL menyisakan tanya—tentang hukum, tentang budaya, tentang masa depan.

Apakah adat telah mengizinkan, sementara waktu belum? Atau, mungkinkah di tengah keterbatasan dan keterlambatan, dua anak ini hanya ingin satu hal sederhana: tidak dibelas?

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh
PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul
Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius
Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan
Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor
2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi
Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama
Viral, Tangis Ibu Lansia di RS Balai Paru : “Rita, Sakit’ka Nak, Tidak Ada yang Lihat’ka”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WITA

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:29 WITA

PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:33 WITA

Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:51 WITA

Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:38 WITA

Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Berita Terbaru