CEO BPI Danantara Bongkar Rekayasa “Makeup” Laporan Keuangan di Sejumlah BUMN

Minggu, 26 Oktober 2025 - 10:36 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kementerian BUMN (Foto: Antara)

Kementerian BUMN (Foto: Antara)

Zonafaktualnews.com – CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, mengungkap praktik manipulasi laporan keuangan yang dilakukan sejumlah perusahaan pelat merah.

Rosan menilai, upaya “mempercantik” data keuangan itu sudah menjadi kebiasaan lama yang kini mulai terbongkar.

Menurut Rosan, banyak BUMN yang sengaja menampilkan laporan keuangan seolah-olah mencatatkan keuntungan besar.

Saat diminta menyetor dividen, baru ketahuan bahwa kondisi kas perusahaan sebenarnya tidak sekuat yang dilaporkan.

“Ada yang bilang, ‘Pak, dividen kami besar,’ tapi waktu ditagih justru harus pinjam ke bank dulu. Itu artinya laba mereka hanya di atas kertas,” ungkap Rosan dalam forum HIPMI-Danantara Business Forum 2025 di Jakarta, Senin (20/10/2025).

BACA JUGA :  Mahfud Sebut Prabowo dan Jokowi Akan Alami Dinamika Pasca Putusan MK

Lebih jauh, Rosan mengaku menemukan adanya indikasi rekayasa finansial yang didukung oleh sejumlah komisaris, lantaran laporan keuangan yang terlihat sehat dapat meningkatkan tantiem yang mereka terima.

Praktik semacam ini, kata dia, telah menodai prinsip transparansi dan akuntabilitas BUMN sebagai pengelola aset negara.

Kondisi itu mulai berubah setelah Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penghapusan tantiem bagi para komisaris BUMN.

BACA JUGA :  Terseret Korupsi, Capres 02 Prabowo Subianto Dilaporkan ke KPK

Menindaklanjuti kebijakan tersebut, BPI Danantara kini menegaskan tidak akan lagi mentolerir praktik pemolesan laporan keuangan di lingkungan perusahaan pelat merah.

“Saya tegaskan, selama saya pimpin Danantara, tidak ada lagi yang pura-pura untung besar. Buku keuangan harus apa adanya,” ujarnya tegas.

Rosan juga menyampaikan bahwa tahun depan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap laporan keuangan sejumlah BUMN besar yang diduga tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Akan ada koreksi di beberapa perusahaan besar, karena kami temukan pelaporan yang tidak konsisten,” tambahnya.

BACA JUGA :  Prabowo Tegaskan Kesiapan Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Ke depan, BPI Danantara menargetkan kontribusi dividen dari BUMN bisa mencapai Rp 750 triliun dalam lima tahun mendatang.

Tahun ini saja, realisasi dividen yang dikumpulkan diperkirakan berada di kisaran Rp 140–150 triliun.

“Kalau kita kalikan lima tahun, itu bisa jadi modal besar untuk investasi yang produktif,” tutupnya.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi
Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?
Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand
LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal
Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda
Sidang Pembunuhan Kodingareng Kuliti Aksi Terdakwa, Saksi Rekam Eksekusi
Mintarsih Ungkap Ancaman Pembunuhan di Balik Perampasan Saham Blue Bird
Jalur Tikus Antarprovinsi Jadi Surga Mafia BBM-LPG, Celah Ilegal Diminta Disekat

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 00:08 WITA

Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi

Rabu, 9 September 2026 - 16:37 WITA

Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?

Rabu, 9 September 2026 - 01:57 WITA

Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand

Rabu, 9 September 2026 - 00:37 WITA

LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal

Selasa, 8 September 2026 - 13:34 WITA

Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda

Selasa, 8 Sep 2026 - 13:34 WITA