Baru Telat Sehari, Oknum Mega Finance Makassar Bentak Konsumen Lewat Telepon

Jumat, 9 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi – Oknum staf Mega Finance Makassar bentak konsumen lewat telepon

Foto ilustrasi – Oknum staf Mega Finance Makassar bentak konsumen lewat telepon

Zonafaktualnews.com – Seorang konsumen Mega Finance Makassar, Akbar, mengungkapkan kekecewaannya atas perlakuan staf perusahaan dalam penagihan via telepon yang dinilai arogan.

Akbar menilai bahwa cara staf tersebut seperti preman dalam melakukan konfirmasi angsuran.

“Bisa-bisanya ada penagihan seperti itu, cara konfirmasi angsuran tidak menunjukkan sikap ramah terhadap konsumen,” ujar Akbar kepada wartawan, Jumat (9/5/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akbar mengungkapkan bahwa staf tersebut bahkan membentaknya dan menuntut agar ia membayar angsuran paling lambat hari itu juga, meski ia hanya terlambat satu hari.

BACA JUGA :  Anak Buah Berulah, Nasabah Jadi Sasaran Emosi: Bos Mega Finance Daya Minta Maaf

“Saya ingin konfirmasi angsuran, ‘Ta, bayar hari ini yah,’ kata staf tersebut lewat telepon. Saya bilang nanti Senin, tiba-tiba dia bentak saya dan meminta agar segera dibayar,” jelasnya.

Akbar menambahkan, saat ia menyatakan akan membayar pada hari Senin, staf tersebut semakin memaksa.

“Pokoknya saya tidak mau, terakhir besok, pokoknya bayar terakhir besok. Saya kerja dulu, Bu, kita kira saya juga tidak kerja, pokoknya terakhir besok,” seraya membentak dan memutuskan sambungan telepon.

Akbar menegaskan bahwa sikap tersebut sangat tidak sopan dan merusak citra perusahaan.

BACA JUGA :  Anak Buah Berulah, Nasabah Jadi Sasaran Emosi: Bos Mega Finance Daya Minta Maaf

“Kalau saya menunggu, saya juga yang bayar dendanya. Sikap seperti ini jelas merusak nama perusahaan,” tambahnya.

Di sisi lain, Nindy Simbuang, salah satu staf Mega Finance, yang dihubungi via WhatsApp, mengatakan akan menindaklanjuti masalah ini.

“Siapa namanya Pak, nanti kami konfirmasi,” jawabnya.

Nomor telepon yang digunakan staf tersebut untuk menghubungi Akbar adalah +62 815-1562-9686.

Kendati hukum tidak lagi secara eksplisit mengatur tindakan seperti ini, sikap kasar dan tidak sopan dalam penagihan tetap dapat menciptakan dampak negatif yang merugikan perusahaan.

Sebagai perusahaan, Mega Finance wajib menjaga etika dalam berinteraksi dengan konsumen untuk menjaga reputasi dan kualitas layanan mereka.

BACA JUGA :  Anak Buah Berulah, Nasabah Jadi Sasaran Emosi: Bos Mega Finance Daya Minta Maaf

Perlakuan yang tidak pantas terhadap konsumen dapat merusak kepercayaan publik dan berdampak pada citra perusahaan.

Perusahaan harus memastikan bahwa seluruh stafnya dilatih dengan baik dan mematuhi standar pelayanan yang sopan dan profesional.

Masyarakat juga diharapkan untuk melaporkan tindakan serupa agar hak-hak konsumen tetap dilindungi dengan baik, dan agar tindakan tegas dapat diambil untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh
PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul
Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius
Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan
Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor
2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi
Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama
Viral, Tangis Ibu Lansia di RS Balai Paru : “Rita, Sakit’ka Nak, Tidak Ada yang Lihat’ka”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WITA

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:29 WITA

PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:33 WITA

Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:51 WITA

Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:38 WITA

Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Berita Terbaru