Sombong dan Dilindungi, Bos Tambang Ilegal Permalukan Hukum di Takalar

Kamis, 12 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret simbolik arogansi bos tambang ilegal di Takalar (Ilustrasi)

Potret simbolik arogansi bos tambang ilegal di Takalar (Ilustrasi)

Zonafaktualnews.com – Di tengah hiruk-pikuk peradaban, ketika hukum seharusnya menjadi pagar kokoh melindungi rakyat, di Desa Towata, Kecamatan Polong Bangkeng Utara, Kabupaten Takalar, pagar itu nyaris roboh diterjang kesombongan seorang pemilik tambang ilegal.

Dialah Dg Taba, sosok yang disebut-sebut mengelola CV Syawal Jaya Perkasa. Bukan hanya menjalankan tambang galian C tanpa izin, ia juga tampil angkuh layaknya raja kecil yang tak tersentuh.

Ketika dikonfirmasi soal aktivitas tambangnya yang merusak lingkungan, jawaban Dg Taba justru seperti tamparan keras ke wajah keadilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Silakan viralkan, tidak pusing ja,” ucapnya santai—seolah kritik dari masyarakat, aktivis lingkungan, hingga wartawan hanyalah angin lalu.

Ucapan itu menyulut amarah publik. Di mata warga Desa Towata, Dg Taba bukan sekadar pengusaha rakus. Ia kini menjadi simbol dari sebuah keangkuhan yang dilegalkan diamnya hukum.

Tambang yang ia jalankan telah menoreh luka dalam di tanah mereka: air tercemar, hutan tercabik, dan ancaman longsor membayangi setiap musim hujan.

Lebih parah, aktivitas tambang ilegal ini diduga tak berjalan sendiri. Ada bayangan kekuatan di baliknya.

Warga menduga kuat keberanian Dg Taba bersandar pada tameng dari oknum berseragam—anggota TNI yang semestinya melindungi rakyat, bukan tambang.

“Ini bukan sekadar tambang ilegal. Ini bentuk arogansi yang nyata. Saat pelaku tambang berani menantang hukum dan masyarakat, itu tanda bahwa negara sedang dikalahkan oleh kesombongan,” tegas seorang aktivis lingkungan.

Ia menuntut Pangdam XIV/Hasanuddin tidak tinggal diam. Investigasi dan pembersihan internal harus dimulai, terutama jika benar ada anggota militer yang membekingi tambang liar ini.

Warga pun tak tinggal diam. Mereka sudah terlalu lama menjadi penonton dalam drama panjang ketidakadilan.

Kini mereka bersuara lantang, menuntut bukan hanya penutupan tambang, tetapi juga penyeretan Dg Taba ke meja hijau—bersama siapa pun yang melindunginya.

“Kalau orang seperti ini dibiarkan, siapa lagi yang takut melanggar hukum? Ini bukan cuma soal izin, ini pelecehan terhadap hukum dan rakyat,” ujar seorang warga dengan nada geram.

Aparat seakan kehilangan nyali. Pesan konfirmasi kepada Kasatreskrim Polres Takalar hanya dibaca—dengan dua centang biru—tanpa satu kata pun balasan. Hukum diam, sementara kesombongan terus berdiri gagah.

Di Takalar hari ini, bukan hukum yang berkuasa. Yang berkuasa adalah mereka yang cukup sombong untuk menantangnya dan cukup dilindungi untuk tidak takut padanya. Dan selama itu dibiarkan, hukum tak lebih dari sekadar dekorasi rapuh dalam panggung kekuasaan.

(DS/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh
PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul
Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius
Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan
Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor
2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi
Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama
Viral, Tangis Ibu Lansia di RS Balai Paru : “Rita, Sakit’ka Nak, Tidak Ada yang Lihat’ka”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WITA

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:29 WITA

PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:33 WITA

Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:51 WITA

Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:38 WITA

Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Berita Terbaru