Siswi SD di Medan Diduga Habisi Ibu Kandung dengan 20 Kali Tusukan Pisau

Jumat, 12 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswi kelas VI SD di Medan diduga membunuh ibu kandungnya, Faizah Dwikora dengan 20 kali tusukan pisau (Foto kolase)

Siswi kelas VI SD di Medan diduga membunuh ibu kandungnya, Faizah Dwikora dengan 20 kali tusukan pisau (Foto kolase)

Zonafaktualnews.com – Faizah Soraya (42) ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, pada Rabu (10/12/2025) pagi.

Korban diduga dibunuh oleh putri kandungnya, AI (12), yang masih duduk di kelas VI SD.

Peristiwa tersebut membuat warga sekitar geger lantaran keluarga korban dikenal cukup harmonis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

AI, anak satu-satunya yang melakukan dugaan pembunuhan, selama ini dikenal sebagai anak yang sopan dan patuh.

BACA JUGA :  Baru Tiga Hari Keluar dari Showroom, Ban Mobil Digondol Maling

Kematian Faizah pertama kali diketahui oleh AH, anggota keluarga lainnya, yang mendengar teriakan dari AJ, anak korban yang lain.

Saat AH bergegas ke lokasi, dia melihat AI memegang pisau sementara Faizah sudah tergeletak bersimbah darah di tempat tidur.

Warga kemudian memberikan pertolongan dan petugas Polsek Sunggal pun tiba. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pisau yang diduga digunakan AI.

Kepala Lingkungan V, Tono, mengatakan dirinya menerima laporan pagi itu dan mendapati ambulans RS Colombia Asia sudah berada di lokasi.

BACA JUGA :  Kesal Istri Sering Diganggu, Petani di Wajo Tikam Pria Berkali-kali hingga Tewas

Tim medis menemukan korban mengalami 20 luka tusukan di tubuhnya.

Sebelum peristiwa itu terjadi, warga sempat mendengar teriakan dan percekcokan dari dalam rumah.

Hubungan ibu dan anak selama ini terlihat dekat, bahkan Faizah setiap pagi mengantar AI ke sekolah. Tono menyebut, “Akrab sekali mereka. Tidak ada jarak antara ibu dan anak.”

Jenazah korban telah selesai diautopsi di RS Bhayangkara Kota Medan dan dimakamkan.

BACA JUGA :  Polisi Kantongi Identitas “Pencabut Nyawa” IRT di Bone

Karena AI masih di bawah umur, penanganan kasus mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Anak dan ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengatakan motif kasus masih didalami.

AI juga mendapatkan pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kota Medan.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Begini Rincian 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun yang Diluncurkan Prabowo
Dulu Gagah Berseragam, Kini Didik–Malaungi Berbaju Oranye Terjerat TPPU Narkoba
Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang
Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara
Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang
Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah
Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 13:52 WITA

Begini Rincian 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun yang Diluncurkan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 - 12:49 WITA

Dulu Gagah Berseragam, Kini Didik–Malaungi Berbaju Oranye Terjerat TPPU Narkoba

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WITA

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang

Rabu, 29 April 2026 - 08:23 WITA

Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara

Selasa, 28 April 2026 - 21:15 WITA

Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang

Berita Terbaru