Roy Suryo Sentil Gibran Sebut Tak Boleh Asam Sulfat Racuni Republik Indonesia

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Roy Suryo (Ist)

Roy Suryo (Ist)

Zonafaktualnews.com – Isu dugaan ijazah palsu yang menimpa mantan Presiden Jokowi dan Wapres Gibran kembali mengemuka dan memasuki ranah politik di Gedung DPD, Senayan, Jakarta.

Roy Suryo, bersama Rismon Sianipar dan Tifauzia Tyassuma (Dr. Tifa), yang tergabung dalam tim peneliti RRT, melakukan audiensi dengan Wakil Ketua DPD, Tamsil Linrung, Kamis (23/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Roy Suryo menegaskan bahwa upaya timnya telah mendapat respons positif dari sejumlah pihak, termasuk Fraksi PKS di DPR.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini kami diterima oleh Wakil Ketua DPD Bapak Tamsil Linrung. Selain itu, surat kami juga telah disampaikan ke Komisi X dan Komisi III DPR, dan kami menunggu tindak lanjutnya,” kata Roy.

Roy menjelaskan bahwa tim RRT telah menyiapkan laporan ilmiah berupa buku Jokowi’s White Paper, yang menurutnya membuktikan bahwa ijazah Jokowi 99,9 persen palsu.

Mantan Menpora itu kemudian menyinggung pentingnya menjaga Indonesia dari pengaruh berbahaya.

“Salah satu zat yang meracuni adalah asam sulfat, jadi nggak boleh orang bersifat asam sulfat kayak begini,” ujarnya sambil menunjuk baju bergambar Gibran. “Jadi nggak boleh si asam sulfat ini meracuni Republik Indonesia,” tegas Roy.

Sementara itu, Dr. Tifa dan tim hukum tengah merampungkan penelitian terkait ijazah Jokowi dan Gibran. T

im RRT juga berencana menyosialisasikan buku Jokowi’s White Paper ke seluruh Indonesia. Tahap berikutnya, mereka akan melanjutkan penelitian paralel.

Selain Jokowi’s White Paper, Tifa mengungkapkan pihaknya akan merilis Gibran’s Black Paper, yang memuat riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran dengan analisis hukum dari Dr. Refly Harun.

“Data primer sudah kami kumpulkan melalui empat bidang penelitian. Buku ini nantinya diharapkan menjadi alat yang bisa digunakan untuk mendorong proses pemakzulan Gibran,” jelasnya.

Trilogi karya RRT akan ditutup dengan Jokowi’s Dark Life, yang memuat rekam jejak mantan Presiden.

“Trilogi ini kami harap menjadi legacy dan bagian dari sejarah bangsa. Kami ingin, melalui buku ini, membersihkan catatan sejarah Indonesia secara ilmiah,” pungkas Tifa.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh
PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul
Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius
Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan
Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor
2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi
Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama
Viral, Tangis Ibu Lansia di RS Balai Paru : “Rita, Sakit’ka Nak, Tidak Ada yang Lihat’ka”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WITA

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:29 WITA

PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:33 WITA

Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:51 WITA

Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:38 WITA

Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Berita Terbaru