MoU Helsinki Diabaikan, UUPA Dilupakan, Forbina Minta Dirut PEMA Dievaluasi

Sabtu, 26 April 2025 - 10:20 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

MoU Helsinki Diabaikan, UUPA Dilupakan, Forbina Minta Dirut PEMA Dievaluasi

Direktur Forum Bangun Investasi Aceh (Forbina), Muhammad Nur

Zonafaktualnews.com – Forum Bangun Investasi Aceh (Forbina) melontarkan kritik keras terhadap Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Mawardi Nur.

Mawardi dinilai tidak hanya gagal memahami dunia bisnis, tetapi juga mengabaikan landasan penting dalam tata kelola daerah, yakni MoU Helsinki dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

“Ngaku penggerak ekonomi Aceh, tapi keputusan-keputusannya justru mencederai semangat membangun daerah. RUPS saja digelar di Medan, bukan di Aceh. Ini keputusan yang tak masuk akal,” tegas Direktur Forbina, Muhammad Nur dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/4/2025).

BACA JUGA :  Netizen Bongkar Kebohongan Pengungsi Rohingya di Aceh

Forbina menilai keputusan-keputusan strategis Mawardi kerap tidak berpijak pada kepentingan masyarakat Aceh.

Salah satunya, penolakan terhadap dana Otsus tanpa menawarkan solusi nyata maupun strategi bisnis jangka panjang.

“Menolak Otsus itu sah-sah saja kalau sudah punya sistem mandiri. Tapi ini tidak. Gagasan tak jelas, rencana tak ada, bisnis tak jalan. Apa yang mau dibanggakan?” ungkap Muhammad Nur.

BACA JUGA :  FORBINA Ingatkan Stop Sebar Hoaks Tambang Emas di Pameu, Rugikan Investasi Aceh

Menurut Forbina, kepemimpinan Mawardi mencerminkan ketidaktahuan yang fatal terhadap peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam kerangka otonomi khusus Aceh.

Padahal, keberadaan PEMA semestinya memperkuat posisi ekonomi daerah berdasarkan amanat MoU Helsinki dan UUPA.

“Ini bukan sekadar soal kebijakan salah arah, ini soal ketidaktahuan yang fatal,” tegasnya.

Karena itu, Forbina mendesak Pemerintah Aceh dan seluruh pemegang saham untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan arah kepemimpinan Mawardi Nur.

BACA JUGA :  Forbina Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku Perusakan Tambang Berizin di Aceh Barat

“PEMA milik rakyat Aceh, bukan milik satu orang atau kelompok. Kalau pemimpinnya tak paham bisnis, jangan dipertahankan. Ganti sebelum makin hancur!” tutup Muhammad Nur.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia
Nolong CEO Montok, Dg Bentor Dapat Mata “Tembus Pandang”
Kedua Tangan Diborgol Tali Tis, Mantan Bupati Gowa Dijebloskan ke Tahanan
Geng Motor Tebar Busur Ketiban Sial, Motor Ludes Dibakar Massa di Makassar
Houthi Makin Brutal, Serpihan Rudal Hantam Kawasan 20 Km dari Makkah
Skandal CCTV di Gang Sepi
Jimly Usul Ijazah Capres Dihapus, Netizen Sindir Terapkan di Semua Lembaga
Bisnis Tambang Ilegal di Bontonompo Gowa Berjalan Mulus, Siapa yang Beri Restu?