KPK Ungkap Modus Gila Proyek Whoosh, Netizen: Tangkap Saja, Jangan Banyak Bacok

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Zonafaktualnews.com – KPK akhirnya buka suara soal dugaan praktik korupsi di balik proyek ambisius Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Lembaga antirasuah ini mengungkap adanya modus “gila” yang dilakukan sejumlah oknum dalam proses pembebasan dan pengadaan lahan proyek tersebut.

Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan salah satu modus yang terendus adalah penggelembungan harga lahan (markup) yang nilainya tidak masuk akal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Misalnya, harga wajar lahan seharusnya Rp10, tapi kemudian dinaikkan menjadi Rp100. Itu jelas tidak wajar dan menimbulkan kerugian negara. Seharusnya negara membeli di harga Rp10, tapi malah harus membayar Rp100. Ini yang sedang kami dalami,” ungkap Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (10/11/2025).

BACA JUGA :  Netizen Geram, Akun Medsos Tersangka Mutilasi Uswatun Khasanah Dibanjiri Kecaman

Tak hanya itu, KPK juga menemukan dugaan penjualan tanah negara ke negara sendiri melalui proyek kereta cepat tersebut.

Modus ini dilakukan dengan cara oknum tertentu mengklaim tanah milik negara sebagai milik pribadi, lalu menjualnya kembali ke pihak Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC).

“Ada oknum-oknum yang menjual tanah milik negara kepada negara sendiri. Jadi kami bukan mempermasalahkan proyek Whoosh-nya, tapi fokus pada laporan yang menunjukkan adanya barang milik negara yang dijual kembali kepada negara,” tegas Asep.

Asep menambahkan, KPK memastikan penyelidikan ini tidak akan mengganggu operasional Whoosh yang kini sudah melayani masyarakat.

Penelusuran hanya difokuskan untuk memastikan agar tidak ada uang rakyat yang menguap tanpa jejak.

“Kami tidak mengganggu operasional Whoosh. Namun jika benar ada pihak yang membuat negara membayar lebih mahal dari seharusnya, maka uang itu harus dikembalikan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ribuan Motor Listrik Berlogo BGN Viral, Dadan Tegaskan Tujuan Operasional

Pengungkapan modus ini langsung jadi perbincangan panas di media sosial. Banyak warganet yang geram mendengar dugaan tanah negara dijual ke negara sendiri, apalagi dengan angka mark up hingga 10 kali lipat.

“Kalau sudah tahu modusnya, tunggu apa lagi? Tangkap saja, jangan banyak bacok!” tulis seorang netizen.

“Proyek strategis nasional kok jadi ajang bancakan. Miris banget,” timpal netizen lainnya.

 “Namanya kereta cepat, tapi penegakan hukumnya malah lambat,” urai komentar netizen lainnya.

“Negara beli tanah dari dirinya sendiri, logika siapa yang bikin beginian?” tanya netizen.

“Kalau dibiarkan, nanti semua proyek besar ujung-ujungnya jadi proyek mark up,” timpal netizen lainnya.

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memastikan penyelidikan ini bukan untuk menghambat proyek strategis, melainkan untuk membersihkan praktik korupsi dari dalamnya.

BACA JUGA :  KPK Bongkar Mega Korupsi BRI, Skema Sewa EDC Jadi Sumber Bancakan

“KPK fokus di proses hukumnya, khususnya terkait pengadaan. Kami sedang berupaya menemukan dugaan peristiwa pidananya, dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” jelas Budi.

Budi menegaskan, langkah ini justru sejalan dengan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menekankan efisiensi dan akuntabilitas dalam pembangunan nasional.

“Korupsi dapat menggerus efektivitas pembangunan. Karena itu, setiap rupiah dari uang publik harus digunakan sesuai tujuan,” tutupnya.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Iran Gempur Gudang Amunisi dan Menara Pengawas Armada Kelima AS
Korban Pengeroyokan Jadi Tersangka, Polsek Tallo Diduga Kriminalisasi Warga
Tak Terima Dituding Aniaya Staf, Ketua DPRD Bone Bakal Lapor Balik
Aksi Jilid III Meledak di DPRD, KONAMI Sulsel Tuntut Verifikasi Gelar Akademik Dewan
Laksus Minta Polda Sulsel Periksa Eks Dekan FIKK UNM Terkait Bukti Pungli CPNS
Ngaku Ditipu Bos Kosmetik di Makassar, Owner RA Skincare Rugi Rp400 Juta
Bermula dari Tagihan, Nasabah Kredivo Berakhir Jadi Korban Pelecehan Oknum DC
Ketua DPRD Bone Diduga Lempari Kue hingga Botol Sambal ke Wajah Staf

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:56 WITA

Iran Gempur Gudang Amunisi dan Menara Pengawas Armada Kelima AS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:45 WITA

Korban Pengeroyokan Jadi Tersangka, Polsek Tallo Diduga Kriminalisasi Warga

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:49 WITA

Tak Terima Dituding Aniaya Staf, Ketua DPRD Bone Bakal Lapor Balik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:40 WITA

Aksi Jilid III Meledak di DPRD, KONAMI Sulsel Tuntut Verifikasi Gelar Akademik Dewan

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:36 WITA

Laksus Minta Polda Sulsel Periksa Eks Dekan FIKK UNM Terkait Bukti Pungli CPNS

Berita Terbaru